Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 56. Aku Merindukan Kamu!


__ADS_3

Karine pun bejalan dan membuka gorengnya, dia melihat laki-laki berbaju serbah hitam dengan topu dan maskernya. Dengan cepat Karine membuka pintu itu, Karine langsung memeluk Fedro. Begitu juga dengan Fedro. Begitu sudah payah dia masuk dari halaman belakang yang sangat jauh dekat dengan kadang Dogy, anjing peliharaan Papa.


"Fedro...!" lirih Karine langsung memeluk suaminya.


"Sayang, aku merindukan kamu!" jawab Fedro sambil membalas pekukan Karine.


"Lepaskan kamu bisa basah!" sambung Fedro karena bajunya memang basah semua.


"Tidak akan, aku sangat merindukan kamu. Aku rindu bau kamu, aku rindu pelukan kamu" Karine semakin erat memeluk Fedro.


"Maafkan aku, aku telat datangnya. Kamu tau sangat susah masuk kesini?" jawab Fedro sambil melepaskaan pelukanya.


"Aku kira kamu sudah melupakan aku, aku bahkan menelpon kamu tapi kamu tidak mengangkatnya" sambung Karine terlihat cemberut.


"Tunggu tidak ada cctv disini kan?" sahut Fedro lagi sambil celingak-celinguk memperhatikan kamar Karine.


"Aku rasa tidak ada, bukan kah kamu yang lebih tau rumah ini. Kamu belum jawab pertanyaan ku!" jawab Karine sambil melihat kearah suaminya yang melepaskan maskernya.


"Ponselku hilang, mungkin anak buah Papa yang mengambilnya. Tidak kah kamu menawarkan handuk untuk ku, suami kamu ini bisa mati kedinginan!" ucap Fedro yang mengibas-ngibas bajunya basah.


"Maaf aku lupa, ayo masuk sayang aku ambilkan handuk" Karine menarik Fedro masuk kedalam dan mengambilkan handuk dan baju untuk Fedro.


"Ini sayang, ganti baju kamu. Aku cuma punya ini" Karine memberikan handuk dan baju kaos warna putih serta celana terening karena itu lah yang paling besar dan muat dengan Fedro.


"Terima kasih" Fedro pun menuju kamar mandi untuk mengganti bajunya, tentu saja Karine mengikutinya dari belakang.


"Kenapa kamu ikut sayang? aku cuma mau mandi sebentat dan ganti baju setelah itu kita bisa melapaskan rindu" Fedro mengedipkan matanya.


"Karena kita tidak punya banyak waktu, aku mau ikut sama kamu" jawab Karine yang ikut Fedro masuk kedalam.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian kedua suami istri itu sudah keluar dari kamar mandi, Karine pun mengganti bajunya karena basah. Dia juga menggantung baju Fedro, agar cepat kering.


Karine duduk di atas kasur bersama dengan Fedro, dia tidak melepaskan Fedro sedetik pun.


"Bagaimana kamu bisa masuk kesini tadi sayang? bukan kah banyak bodyguard Papa di luar?" tanya Karine sambil memegang jari tangan Fedro dan terus menggosoknya agar hangat.


"Ceritanya panjang, aku melewati banyak semak-semak di halaman belakang rumah. Kamu tau aku masuk lewat sebelah kandang Dogy, untung aku dulu yang menjaga semua keamanan rumah ink jadi aku tau ada cela masuk disana. Aku punya trik agar mereka tidak melihat ku!" jelas Fedro sambil memeluk istrinya semakin erat.


"Kasihan sekali, apa tangan kamu ini luka karena semak-semak?" tanya Karine sambil mengelus luka gores di tangan Fedro.


"Ini tidak ada apa-apanya, asal aku bisa bertemu dengan kalian. Bagaimana dengan Baby kita, apa dia baik-baik saja?" tanya Fedro sambil mengecup perut Karine.


"Kami baik-baik saja, terima kasih sudah datang" jawab Karine lalu mengecup bibir Fedro.


Cup...


"Tentu saja, aku juga menginginkanya" jawab Karine langsung menganggukan kepalanya.


Dengan pelan Fedro mencium bibir Karine, cukup lama mereka berciuman. Fedro melepaskan bajunya dan juga baju Karine bergantian, Karine hanya pasrah. Dia menikmati setiap sentuhan suaminya, hatinya bergejolak hasratnya meningkat mungkin karena saat ini dia sedang hamil.


"Naiklah keatas, agar aku tidak menyakiti kalian!" ucap Fedro dan Karine pun menganggukan kepalanya.


"Perut kamu semakin berisi!" sambung Fedro sambil mengelus perut Karine.


"Iya dia tubuh sehat disini, aku tidak sabar ingin melihat wajahnya. Pasti dia mirip kamu!" jawab Karine sambil tersenyum.


"Tentu saja dia mirip kita berdua, ayo mulai Bumil ku" sambung Fedro sambil tersenyum.


Karine tersipu malu saat Fedro memanggilnya dengan Bumil ku, menurtunya itu sangat romantis. Mereka pun memulai percintaan panas mereka dengan rasa rindu yang tidak bisa terbendung lagi, saling mencumbu dan menyalurkan kerinduan satu sama lain.

__ADS_1


.


.


.


Setelah percintaan panas mereka tadi malam, Karine langsung tertidur pulas sambil memeluk Fedro. Fedro menunggu Karine sambil terus mengelus dan menciumi seluruh wajah istrinya itu, setelah Karine benar-benar tertidur Fedro memakai kembali pakaiannya. Dia tidak mungkin menemani Karine sampai pagi, bisa-bisa Papa akan membunuhnya disini jika dia ketahuan.


Fedro mencari kertas dan pulpen di laci meja rias istrinya, beruntung ada buka catatan kecil tapi tidak ada pena. Dengan akalnya dia mengambil pensil alis untuk menulis surat, semoga saja istrinya tidak msrah karena pensil alisnya jadi gundul.


"Maafkan aku sayang, saat ini kita hanya bisa seperti ini. Aku janji akan menemui kamu lagi" ucap Fedro sambil melipat kertas kecil itu sambil dia letakan di atas meja rias.


Sebelum keluar dia mencium kening Karine lama, kemudian menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuh istrinya. Fedro kelur dari sana, dia menuruni balkon dengan menaiki cincat jedela besar lantai satu.


Sedangkan Karine baru terbangun di pagi harinya, dia mengeliat karena merasa tubuhnya sakit semua. Mungkin karena percintaan mereka tadi malam, tapi saat membayangkan itu semua Karine langsung tersenyum dan perlahan membuka matanya. Dia melihat tidak ada Fedro disampingnya, dengan panik Karine bangun dan memakai bajunya.


"Kemana dia, apa di kamar mandi?" tanya Karine langsung berjalan ke kamar mandi.


Tapi sayang tidak ada Fedro disana, Karine langsung menuju ruang ganti tapi tetap tidak ada. Karine langsung menangis dan terduduk lemas di sana, bagaimana dia tega meninggalkan nya tanpa bicara apa pun.


"Dia pergi! kenapa tidak bicara apa-apa sebelum pergi?" tanya Karine.


Cukup lama dia menangis disana, setelah itu dia pergi kekamar mandi untuk berendam. Agar pikiranya tenang, baru saja melihat Fedro tadi malam tapi pagi ini dia sudah menghilang. Bahkan bajunya yang di gantung Karine tadi malam tidak ada, hanya ada kaos dan celana yang dia pakai kemarin.


Setelah mandi dia langsung berganti pakaian, kemudian dia mengambil baju Fedro dia atas kasur lalu menggantung kembali bajunya dia lemari. Karine masih bisa mencium jauh tubuh Fedro disana, dia bisa gila kalau seperti ini terus karena merindukan suaminya.


"Semoga kamu baik-baik saja, tapi tega sekali kamu pergi tanpa bilang apa-apa!" ucap Karine lalu berjalan kearah meja rias setelah menggantung bajunya tadi.


Karine pun mulai melakukan ritualnya setelah mandi yaitu memakai bedak, walapun sedang hamil tapi dia selalu merawat tubuh dan wajahnya agar tetap cantik.

__ADS_1


__ADS_2