Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 68. Hidup Terus Berlalu


__ADS_3

Sudah 4 tahun berlalu dan semuanya juga sudah banyak berubah begitu juga dengan kehidupan Karine dan Fedro, Karine berhasil menyelesaikan kuliahnya dan sekarang sedang membantu Papanya memimpin perusahan. Dia menjadi wanita karir yang sukses, banyak orang yang kagum padanya.


Sama juga dengan Fedro yang berhasil mendirikan perusahaan sendiri, walapun masih sering dibantu oleh perusahan Papanya Angga. Ini termasuk pencapaian yang luar biasa baginya, dia berhutang banyak pada Keluarga Angga. Paling penting di berhasil menemukan keluarga kandungnya, sayang kedua orang tuanya sudah meninggal. Kini hanya tersisah kakek dan saudara dari Ayahnya, orang tuanya menjalin pernihakan beda negara karena Ayahnya orang Ingris dan ibunya asli orang indo.


Fedro sering berkunjung ke ingris untuk menemuni keluarga Ayahnya, Kakek Wiliam sangat senang setelah hampir puluhan tahun dia akhinya menemukan cucunya.


Jika dia ingin, Fedro sudah bisa menjadi pengusaha besar dengan memegang semua saham milik kakeknya yang berada di Indo. Tapi dia tidak mau dan masih kekeh untuk membangun perusahaanya sendiri, tidak ada yang berani menemukannya lagi. Siapa yang tidak kenal dia di kota S, dia selalu masuk koran mingguan dan terkenal menjadi orang peling dermawan karena sering membantu orang yang tidak mampu.


Dengan sekuat tenaga dia membesarkan putranya sendiri, Albarizy Valentino itu nama yang di berikan pada putra kecilnya yang kini sudah masuk sekolah kanak-kanak. Dia benar-benar seolah-olah menghapus Karine dari hidupnya, pernah beberapa kali dia mencari tau tentang mantan istrinya itu. Tapi yang dia dapatkan hanya kepahitan, bahkan beberapa tahun lalu dia sudah bertunangan dengan pengusahaan sukses asal China. Kehidupanya mungkin sudah bahagia, mungkin juga dia sudah menikah itu lah yang selalu ada di pikiran Fedro.


"Al berhenti berlari, kamu bisa jatuh!" Fedro memperingatkan putra kecilnya untuk berhenti berlari mengejar kucing kesayanganya.


"No Daddy...Al mau Clowy..." rengeknga sambil cemberut menghadap kearah Fedro.


"Sudah lah biarkan dia main dengan kucing kesayanganya" sambung Kakek Wiliam yang duduk di sopa samping Fedro.


Kakek sengaja datang untuk mengunjungi Fedro dan cicitnya yang gemoya, sekaligus mengajak Fedro untuk ikut pindah bersamanya.


"Baiklah Daddy mengizinkan! jangan jauh2 mainya" ucap Fedro akhinya dan Al langsung tersenyum.

__ADS_1


"Bu Nony tolong lihat Al bermain!" teriak Fedro dan Bu Nony pun langsung datang menghampiri mereka.


"Baik Tuan, saya akan menjaga tuan mudah" jawabnya lalu mengikuti Al yang berlari kearah halaman rumah.


Ada 5 orang yang bekerja dirumah nya, 3 orang pembantu rumah tangga untuk beres-beres rumah. Satu orang sopir untuk mengatar jemput Al ke sekolah, satu lagi satpam yang selalu menjaga rumahnya.


"Bagaimana dengan tawaran Kakek? apa kamu masih tidak mau ikut kakek tinggal di ingris?" tanya Kakek Wiliam sambil memandang Fedro serius.


"Ini sudah lewat satu tahun, kamu juga bisa mengolah perusahan Papa kamu disana. Al juga bisa mendapatkan sekolah yang baik, apa lagi yang kamu pikirkan?" sambung Kakek lagi.


"Bukan begitu kek, hanya saja masih banyak yang aku pikirkan sekarang ini" jawab Fedro merasa tidak enak.


"Cepat lah sadar Fedro, dia bukan wanita baik-baik. Bagaimana dia bisa meninggalkan kalian demi pendidikannya, lupakan dia dan cepat menjalin hubungan yang baru dengan wanita lain. Kasihan juga Al tidak punya Mama!" Sontak saja Fedro langsung berdesir mendengar ucapan Kakek.


"Dia mirip sekali dengan Mama kamu, aku sangat kasihan kenapa kalian bernasip sama dengan Papa kamu. Sungguh malang sekali.." Kakek terlihat mengusap air matanya.


"Sudah lah Kakek tidak perlu khawatir, cukup pikirkan kesehatan Kakek" jawab Fedro sambil mendekat dan mengelus pundak Kakek.


"Tapi yang Kakek ucapkan adalah benar! mau sampai kapan kamu begini. Hidup terus bejalan jangan sampai kamu menyesal nantinya" sahut Kakek tak mau kalah.

__ADS_1


"Aku akan memikirkanya" jawab Fedro pasrah agar Kakek tidak membahas hal ini lagi.


"Pikirkan itu, jangan sampai masa lalu Ayah kamu terulang kembali" ucap Kakek mengingat masa lalu anaknya yang tragis.


"Aku tau kakek masih trauma, tapi percaya lah aku tidak akan seperti Ayah. Aku hanya belum mendapatkan wanita yang tepat untuk menjadi Mama Al, Kakek tau kan aku mau yang terbaik untuknya" Fedro selalu mengutamakan Al dalam segala keputusan yang dia ambil.


"Kenapa kamu tidak menikahi Manda, bukan kah dia terlihat sangat menyayangi Al dengan sepenuh hati. Bahkan dia juga sudah menyelesaikan kuliahnya, Kakek lihat dia sepertinya tertarik dengan kamu" sambung Kakek membahas tentang Manda, adik nya Angga.


"Ini tidak semudah yang Kakek bayangkan, Manda masih terlalu mudah untuk ku. Masa depanya masih panjang, jarak umur kami juga jauh" Fedro langsung menggelengkan kepalanya.


"Kamu belum mencoba untuk menjalin hubungan denganya, jika kamu setuju biarkan kakek yang bicara dengan kedua orang tuanya" jawab Kakek menyakinkan Fedro.


"Terserah Kakek saja, percuma juga aku membantah. Tapi aku mohon jangan mengingat masa lalu Ayah lagi, kakek sudah pusing memikirkan semua ini. Aku tidak mau kesehatan kakek terganggu lagi" ucap Fedro penuh kepasaraan.


Tentang masa lalu kedua orang tua Fedro, Ibunya dulu adalah orang Bali tapi pindah ke kota S karena Ayahnya salah satu pengusahaan muda yang baru merintis usaha di indo. Mereka bertemu saat Ayah Fedro berlibur di Bali, pertemuan itu membuat mereka saling jatuh cinta dan akhinya mereka menikah. Tapi sayang kehidupan pernihakan mereka tidak sebahagia yang di bayangkan, banyak perbedaan yang membuat mereka selalu salah paham.


Hingga puncaknya saat Ibunya sedang hamil besar, Ayah memutusakan untuk mengajak Ibu untuk pindah ke ingris karena usaha yang dirintisnya bangkrut. Semua keluarga Ibu nya tidak menyetujuinya, apa lagi Ibu nya adalah anak satu-satunya. Mereka menyuruh untuk berpisah, hingga akhinya mereka berpisah sampai Fedro lahir. Ayah menemui Ibu untuk mengambil hak asus Fedro, tapi saat mereka sampai di Indo. Keluarga ibunya bilang Ajeng meninggal dan bayinya juga, Nathan sangat terkejut mendengar itu dan dia hampir gila karena dua orang yang dia cintai meninggal.


Nathan tidak bisa menerima semua itu sampai dia hidup dengan keterpurukan, hingga akhirnya dia memutusakan untuk bunuh diri menggunakan mobilnya dengan menabrakan mobilnya di pembatas jalan dan membuat dia meninggal di tempat.

__ADS_1


Setelah kepergian Nathan, Kakek bilang tidak pernah mencari tau tentang kehidupan Ajeng lagi sampai akhirnya setelah 5 tahun kemudian orang suruhanya mengatakan kalau Ajeng di temukan sekarat dan dia menitipkan sebuah surat pada anak buahnya yang sempat menemuinya di rumah sakit untuk di berikan pada Nathan. Dia sama sekali tidak mengetahui kalau Nathan sudah meninggal dunia, Kakek yang membaca surat itu langsung mengerahkan anak buahnya untuk mencari Fedro sesuai dengan petunjuk surat dari Ajeng.


__ADS_2