
Bocah kecil sedang berdiri di dekat taman sekolahnya sambil memandangi teman-temanya yang dijemput oleh Mama mereka, berbeda dengan dirinya yang selalu di jemput oleh Pak Narno karena Papanya sibuk bekerja. Ada rasa iri saat melihat semua anak sangat bahagia bersama dengan Mama mereka, lalu dimana Mamanya sekarang. Bahkan dia tidak berani menanyakan keberadaan Mamanya pada Fedro karena Al tau, Fedro akan marah jika bertanya tentang Mamanya.
"Hey ganteng kok belum pulang?" tanya salah satu guru yang melihat Al masih berdiri disana.
"Selamat siang Miss Ema, saya sedang menunggu Pak Nano" jawab Al sambil menundukan kepalanya.
"Apa Mama dan Papa kamu tidak bisa menjemput kamu? atau supir yang biasanya belum datang ya?" tanya Mis Ema dan Al hanya menganggukan kepalanya.
"Baiklah Miss akan menemani kamu disini sampai kamu di jemput, ayo kita duduk disana" Tunjuk Mis Ema pada bangku taman yang ada disana.
"Terima kasih Miss" jawabnya sopan.
"Kamu pintar sekali" Mis Ema mengelus kepala Al dan memegang tanganya lalu mengajaknya duduk di bangku itu.
Cukup lama mereka menunggu disana, Mis mengajak Al bermain bahkan dia menyanyikan beberapa lagu. Al cukup senang karena Mis Ema sangat baik, tidak lama kemudian Manda datang tergesah-gesah menghampiri mereka. Tadi Fedro menelpon kalau mobil yang digunakan Pak Narno ban nya bocor, Fedro tidak bisa menjemput Al karena masih ada meeting di kantor.
"Al....kamu udah nunggu lama ya?" Manda langsung menghampiri Al dan memelukanya.
"Mama...." jawab Al senang sambil membalas pelukan Manda.
"Anda Mamanya Al? senang sekali bisa bertemu dengan anda" sapa Miss Ema pada Manda.
"Iya pekenalkan saya Manda, maaf telah merepotkan Miss karena saya telat menjemput Al pulang sekolah. Soalnya tadi banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, kebetulan supir yang biasa mobilnya ban nya bocor" jelas Manda merasa tidak enak membuat Miss Ema menunggu lama.
"Tidak apa-apa saya juga senang bisa menemani Al tadi, kelihatannya Mamanya Al menang sangat sibuk. Soalnya jarang sekali datang kepertemuan wali murid!" jawab Miss Ema.
"Benar perkerjaan saya cukup banyak Miss, lain kali saya akan menyapa Miss dengan benar. Sekarang kami pamit dulu, ucapkan terima kasih pada Miss Al!" suruh Manda dan Al pun langsung menurutinya.
"Terima kasih Miss Ema" ucap Al sambil menduakan kepalanya.
"Sama-sama Al, hati-hati dijalan. Sampai jumpa besok" jawab Miss Ema masih menunggu disana sambil melihat kepergian Al dan Manda.
__ADS_1
"Mari Miss kami duluan" sambung Manda lagi.
Mereka pun masuk kedalam mobil dan mendudukan Al di kursi sampaing kemudi, lalu Manda memasangkan sabuk pengaman kepada Al. Setelah itu barulah dia menjalankan mobilnya menuju rumah, karena dia tidak mau pulang terlambat. Bisa-bisa Fedro marah kepadanya, karena Al harus les piano hari ini.
"Apa sekolah hari ini menyenangkan?" tanya Manda mencairkan suasana.
Al hanya menganggukan kepalanya, Manda pun memperhatikanya dengan melihat raut wajah Al. Sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja, Manda pun memberanikan diri untuk bertanya lagi.
"Kenapa kamu sedih seperti itu? kamu boleh cerita sama Tante" sambung Manda lagi.
"Maaf karena tadi Al memanggil Tante dengan sebutan Mama" jawabnya terlihat sendu.
"Santai saja Tante tidak marah kok, kamu boleh memanggil Tante dengan sebutan Mama" ucap Manda jika itu keinginan Al maka dia tidak akan keberatan.
"Tapi Daddy bilang tidak boleh sembarangan memanggil Mama pada orang, lagian aku juga punya Mama" jawab Al sambil membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah poto dari sana.
"Foto siapa itu Al? dari mana kamu mendapatkannya?" tanya Manda sambil sesekali melirik Al karena dia harus fokus menyetir.
"Boleh kah Tante melihatnya?" tanya Manda dan Al pun langsung memberikanya.
"Benarkah ini mantan istri Mas Fedro, dia cantik sekali!" Manda memuji kecantikan wanita yang ada di foto itu.
"Tapi lain kali kamu tidak boleh seperti ini Al, tidak boleh mencuri barang orang lain tanpa seizin yang punya. Kamu mengerti kan!" Manda berusaha memberikan pengertian pada Al.
"Aku hanya merindukan Mama ku" jawabnya kemudian langsung mengambil foto itu dan memasukanya kedalam tas.
"Baiklah kamu boleh simpan foto itu, oh iya apa kamu mau makan dulu sebelum pulang?" tanya Manda lagi.
"Tidak aku mau makan dirumah saja" jawab Al dan setelah itu tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka, Manda sibuk dengan pikiranya.
Benarkah Fedro masih menyimpan semua kenangan tentang mantan istirnya, ini akan semakin rumit. Mungkin akan semakin sulit bagi Manda untuk mendapatkan Fedro, sudah berbagai cara dia lakukan tapi Fedro sama sekali tidak peka dengan perasaanya.
__ADS_1
.
.
.
Sesampainya dirumah dia pun langsung mengantar Al untuk masuk, sedangkan Al pun langsung masuk kamarnya. Manda memutuskan untuk langsung kembali ke kantor, jam makan siang hampir habis dan bisa-bisa dia dimarahi oleh Fedro nantinya.
"Pelan-pelan Al jangan lari!" teriak Manda saat Al turun dari mobil langsung berlari masuk kedalam rumah.
"Tuan muda sudah pulang, terima kasih Non Manda sudah mengantar Tuan pulang!" ucap Bu Nony pada Manda.
"Sama-sama Bu, kalau begitu saya pamit dulu ya Bu. Soalnya mau balik kekantor lagi" jawab Manda sambil berpamitan.
"Al Tante pulang dulu ya!" teriak Manda karena Al sudah duluan masuk kerumah menuju kamarnya.
"Saya permisi dulu Bu Nony" sambung Manda dan Bu Nony pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"Non Manda sangat baik, andai saja mereka bisa jadi keluarga. Al pasti senang mendapatkan Mama sebaik Non Manda" ucap Bu Nony sambil memandangi Manda yang berjalan menuju mobilnya.
Manda bekerja di perusahan Fedro, baru-baru ini dia diangkat jadi sekertaris Fedro. Padahal perusahan Papanya lebih bagus untuk mencari pengalaman kerja, tapi bukan tanpa alasan dia ingin bekerja di perusahan Fedro karena Manda ingin selalu dekat denganya. Dari dulu sampai sekarang perasaanya masih tetap sama, dia sangat menyukai Fedro. Walaupun terang-terangan Fedro memperlakukan dia seperti adiknya, Manda tidak menyerah dengan itu.
Sedangkan Al terlihat duduk diatas tempat tidurnya, dia hanya berdiam disana. Bu Nony pun langsung masuk dan menghampirinya, dia berjongkok agar tubuhnya sejajar dengan Al.
"Kenapa Tuan belum ganti baju, bukanya Tuan sudah lapar. Apa Tuan ada masalah?" tanya Bu Nony.
"Tidak ada, cepat ambilkan baju ku" jawabnya terlihat dewasa.
"Baiklah, apa yang ingin Tuan makan? biar Ibu yang masakan" tanya Bu Nony sambil membuka lemari dan mengambil pakaian Al.
"Ini bajunya, sini biar Ibu bantu" Bu Nony membantu Al mengganti pakaianya.
__ADS_1
Setelah berganti pakaian Bu Nony membawah Al untuk makan siang sebelum guru lesnya datang, Al memang tidak pilih-pilih makanan hanya saja dia alergi makanan laut.