Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 70. Aku Belum Bisa Melupakan Kamu


__ADS_3

Karine sedang duduk di dalam ruanganya, kini dia telah memimpin perusahan Papanya. Tidak hanya itu dia juga menjalankan banyak bisnis lainya, semuanya berkembang pesat. Ditambah lagi dia akan segera menikah dengan tumbangnya, Feng Yang adalah namanya atau sering juga di panggil tuan Feng.


Nyatanya Feng masih belum bisa merebut hatinya, walaupun dia laki-laki yang baik dan selalu berusaha membuat Karine bahagia tapi rasanya berbeda. Dia tidak pernah merasa hatinya berdebar saat dekat dengan Feng, berbeda dengan Fedro. Sepertinya belum bisa melupakan Fedro sepenuhnya, masih ada rasa yang tertinggal di hatinya.


"Bagaimana kabar kamu sekarang? apa kamu sudah menikah?" tanya Karine sambil memandang keluar jendela.


"Aku belum bisa melupakan kamu" sambung Karine sambil menghembuskan nafasnya.


"Melupakan siapa?" tanya seseorang yang mengagetkan Karine, Karine pun langsung melihat kebelakang.


"Feng...! kapan kamu datang?" tanya Karine berusaha tersenyum dan datang pada tunanganya itu.


"Baru saja, aku menghubungi kamu dari tadi tapi nomor kamu tidak aktif. Aku sengaja kesini karena khawatir!" jawabnya sambil memeluk Karine dan mengelus rambutnya.


"Maaf aku melupakan ponselku, ponselnya masih dalam tas. Seharusnya kamu tidak harus datang, kamu bisa meng hubungi Lulu" sambung Karine melepaskan pelukan mereka.


"Benar juga, tapi aku sengaja datang untuk mengajak kamu makan siang bersama. Apa kamu sibuk?" tanya Feng sambil mengikuti Karine duduk di sopa.


"Kebetulan sekali, padahal aku mau makan siang dikantor tadi. Bagaimana pekerjaan kamu? apa Mama kamu benar-benar setuju kalau kamu ikut pindah kesini?" tanya Karine mengenai pekerjaan Feng.


"Aku sudah mengurus semuanya, perusahan juga sudah di ambil alih oleh Bai. Aku yakin dia bisa mengurus semuanya, aku rela melepaskan semuanya asal bersama kamu" jawab Feng sambil mengelus tangan Karine.


Feng sedang mengurus kepindahannya ke Indo, setelah mereka menikah. Karine dan Feng akan menetap di Indo karena itu kemauan Karine, Feng juga menyetujuinya karena dia benar-benar menyukai Karine. Bisnis dan perusahaanya di China sudah diambil alih oleh adiknya, awalnya Mama Feng tidak setuju kalau Feng memilih tinggal bersama dengan Karine di Indo tapi Feng berusaha menyakinkan Mamanya.


"Kamu lagi gombalin aku ya, bahasa indo kamu makin bagus!" ejek Karine sambil menatap Feng.


"Aku tidak bisa betkata-kata manis tapi apa yang aku katakan itu adalah jujur, aku sangat mencintai kamu" ucap Feng meyakinkan Karine.


"Cinta tidak bisa membuktikan semua nya Feng, buktinya aku pernah gagal dalam sebuah hubungan makanya aku tidak mudah untuk meyakinkan diriku" sambung Karine lagi dan Feng pun mengerti kemana arah pembicaraan Karine.


"Aku tau itu hanya masa lalu kamu, itu tidak penting Karine. Sekarang ayo kita maju kemasa depan sama-sama, aku janji akan membahagiakan kamu!" Feng meyakinkan Karine agar mempercayainya.

__ADS_1


"Iya aku akan mempercai kamu, aku harap kamu tidak akan pernah mengecewakan aku" jawab Karine lagi dan Feng pun langsung menganggukan kepalanya.


"Baiklah jangan bahas masalah ini lagi, sekarang kamu mau makan apa?" tanya Feng sambil tersenyum.


"Apa saja, Emm bagaimana dengan nasi padang? bukan kah kamu mau coba itu" Karine balik bertanya.


"Baiklah aku setuju, ayo kita pergi" Feng langsung berdiri dan menarik tangan Karine.


"Tunggu aku ambil tas ku dulu!" sambung Karine buru-buru mengambil tasnya.


Setelah itu mereka keluar bersama, entah apa yang akan terjadi selanjutnya pada hubungan mereka. Karine hanya ingin mengikuti alurnya saja, jangan ditanya bagaimana Mama dan Papa tentang hubungan kami. Tentu saja mereka sangat setuju, apa lagi Feng sama-sama orang Cina seperti Mama.


.


.


.


"Bagaiman menurut Mama? bukan kah sebaiknya pernikahan Karine di percepat?" tanya Papa sambil memandang kearah Mama.


"Mama juga berpikir seperti itu, tapi kita tidak boleh gegabah Pa. Karine sangat sulit di atur, belum lagi dia masih membenci kita masalah anaknya kemarin" jawab Mama sambil berpikir keras.


"Jangan bahas masa lalu disini, nanti ada yang dengar!" sahut Papa tidak suka membahas masa lalu putrinya.


"Maaf Mama keceplosan" Mama langsung menutup mulutnya.


"kita harus membujuknya dengan lembut, bisa-bisa dia mau melakukan percobaan bun*h diri lagi. Mama sangat takut Pa" sambung Mama lagi.


"Lebih baik kita bicarakan dengan Feng saja, biarkan dia yang membujuk Karine" jawab Papa menyampaikan pendapatnya.


"Baiklah Mama setuju dengan ide Papa, bagaimana dengan orang tua Feng apa mereka jadi ingin berlibur kesini?" tanya Mama lagi.

__ADS_1


"Tuan Fan mengatakan dia akan kesini minggu depan, sekalian dia ada pertemuan bisnis di Bali" jawab Papa yang mengatakan Papanya Feng memang pebisnis yang cukup sibuk.


"Kita harus menyambut mereka dengan baik, Mama benar-benar senang akhir nya Karine mendapatkan orang yang sepadan" ucap Mama sambil tersenyum lebar.


"Sekarang tidak ada yang perlu Mama khawatirkan lagi" sambungnya lalu mengambil gelas teh di atas meja.


"Iya Papa juga begitu" jawab Papa sambil pikiranya melayang kemana-mana.


Bagaimana dia tidak kepikiran karena saat ada perjalanan bisnis di kota S kemarin Papa bertemu dengan Fedro, bukan hanya itu saja yang membuat pikiranya buyar adalah saat dia melihat dari kejauhan Fedro menjemput seorang anak laki-laki di salah satu sekolah Tk. Dia sangat yakin kalau itu adalah cucunya, tapi dia hanya bisa memandang dari kejauhan.


Ditambah lagi anak buahnya mengatakan kalau Fedro mungkin juga sudah mempunyai wanita lain, dia juga mengharapkan Fedro bahagia sama seperti Karine saat ini. Hanya itu harapan Papa, dalam hati kecil nya Fedro tidak bisa di gantikan oleh siapa pun karena dia sendiri yang telah merawat Fedro dari kecil.


"Apa yang Papa lamunkan?" tanya Mama saat melihat Papa bengong.


"Tidak ada hanya masalah pekerjaan saja" jawab Papa bohong.


"Papa tidak sedang membohongi Mama kan? Papa terlihat mencurigakan" sambung Mama lagi sambil mentap lekat kearah Papa.


"Mana ada Papa bohong sama Mama, Papa cuma kepikiran dengan pembukaan cabang hotel di Bandung. Katanya ada beberapa kerugian karena mandornya mengelapkan dana bangunan, itu cukup besar makanya Papa kepikiran" jawab Papa berusaha meyakinkan Mama.


"Maka nya kalau pilih mandor sama pegawai itu cara yang udah kerja dari dulu sama Papa, jangan rekrut yang baru. Untung cuma pembangunan hotel kecil" Omel Mama sambil menggelangkan kepalanya karena kesal pada suami nya.


"Iya lain kali Papa akan hati-hati" jawab Papa lagi.


Begitulah mereka, sesekali suka sekali berdebat tentang permasalahan kecil. Tapi untunglah sekarang Mama lebih pengertian, dia juga lebih mengutamakan kepentingan keluarga di bandingkan dengan berpoya-poya bersama dengan teman-temanya.


.


.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2