
Malam telah tiba Awan duduk termenung di tepi kasurnya ia masih bergelut dengan hati susahnya karena masih tidak bisa keluar menemui Senja. kakinya juga belum sembuh masih terasa sakit apabila di jalankan terlalu lama. Berkali-kali ia masukkan nomor Senja yang masih diingatnya. Namun, sama sekali tidak tersambung ponselnya tidak aktif. Awan jadi semakin gelisah saat ia tau kalau Senja akan di jodohkan dengan Niko.
Saat Awan ingin beranjak keluar dan mengakhiri kesedihannya tiba-tiba ponselnya berdering. Sontak ia meraih ponselnya dan melihat nama penelpon yang ternyata adalah Niko.
Tanpa mengucap Halo Awan langsung merespon.
📞"Niko bagaimana apa kamu berhasil menghubungi Senja bagaimana keadaannya saat ini?" tanya Awan langsung bicara.
📞"Tidak Awan, Senja gak merespon sama sekali padahal tadi sore ponselnya aktiv lho. Tapi sekarang sudah tidak aktiv lagi. Sepertinya Senja sibuk banget dengan dunianya."
📞"Maksud kamu Senja sibuk apa sekarang?"
"Mana aku tau dia sibuk apa, sibuk mikirin kamu kali sampai gak sadar diri gak dengar ada yang menelpon," ucap Niko sedikit geram karena sudah puluhan kali ia menelpon Senja gak ada sedikit respon darinya.
📞"Ada-ada saja kamu, Senja gak mungkin sampai gitu dia orangnya kuat dan aku tau itu. Paling juga dia sedang tidur."
,📞"Entahlah, sebenarnya tadi aku mau ajak dia pergi menemui kamu. Tapi, ia tidak ada respon ya terpaksa deh aku diam. Apa aku pergi aja ke rumahnya ya? untuk memastikan kalau Senja baik-baik saja," ucap Niko dapat ide baru.
📞"Ide bagus itu Nik, tapi ingat jangan sampai kamu ambil kesempatan dalam kesempitan ya!"
📞"Astaga Awan apa maksud kamu? apa kamu cemburu kalau aku berduaan dengan Senja?"
📞"Ya jelas aku cemburu lah, masa enggak aku sangat mencintai Senja, aku tidak mau ada pria lain yang jalan beduan dengannya selain aku.
📞"Kalau Ayah nya bagaimana? apa kamu marah juga?" ledek Niko.
📞"Itu mah lain, itu keluarga nya aku tidak akan mempermasalahkannya. Yang aku maksud pria itu cowok-cowok yang bukan keluarganya Niko? gimana sih kamu aku sudah pusing makin di buat pusing aja," omel Awan.
📞"Hahahaha lucu kamu Wan, bukannya kamu tau kalau aku sudah punya Jasmin. Aku gak mungkin selingkuh kali. Cintaku sama Jasmin lebih besar dari apapun, aku gak mungkin main gila dengan perempuan lain termasuk Senja. Oke? sekarang kamu jangan mikir macam-macam aku akan pergi kerumah Senja. Tunggu info dari aku. Okey?"
📞"Tunggu!" ucap Awan menghentikan Niko yang sudah siap menutup Ponselnya.
📞"Apa lagi?"
📞"Kalau sudah sampai rumah Senja, kamu telpon aku ya!" pinta Awan.
__ADS_1
📞"Iya kamu tunggu saja tenang-tenang," ujar Niko mengakhiri pembicaraannya dan mematikan ponselnya ia pun bersiap akan pergi ke rumah Senja.
"Ehemm!"
Dasar anak yang bandel! Sudah di kasi tahu masih ngeyel. Rupanya masih berani macam-macam dia, batin Mama Andin yang menguping.
"Heh Awan!" seru Mama Andin sambil berkacak pinggang mendekati Awan yang tengah terdiam.
"Mama?" ucap Awan kaget.
"Siapa yang kau hubungi itu?"
"Niko Ma."
Mama Andin tidak percaya ia langsung merebut ponsel Awan dan memeriksa panggilan masuknya. Ternyata benar Niko yang telpon barusan.
"Kenapa Mama ada dengar kamu sebut-sebut nama Senja tadi?" ucap Mama Andin melototi Awan.
"Gak ada kok Ma, Mama salah denger kali."
"Awas saja kamu masih berhubungan dengan gadis itu lagi!" cetus Mama Andin lalu pergi dihadapan Awan.
Ternyata di kejauhan Pak Alam juga sedang memperhatikan Awan yang tampak susah dari tadi. Ia juga mendengar semua obrolannya Awan dengan istrinya tadi. Pak Alam mendekati Awan dan bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi dengan Senja kenapa istrinya tiba-tiba membenci Senja.
"Awan, sekarang jujur pada Ayah apa yang sudah terjadi selama Ayah pergi? kenapa Mama marah saat kamu hubungi Senja apa Senja sudah berbuat kesalahan?" tanya Pak Alam langsung.
Awan kaget mendengar Ayahnya dari tadi ia sibuk dengan pikirannya sendiri hingga ia tidak melihat kalau Ayahnya sudah duduk dibelakangnya.
"Ayah? ngagetin aja."
"Hem, Ayah tanya kamu apa yang dilakukan Senja sehingga Mamamu tampak membencinya?"
"Sebenarnya Senja gak buat salah Yah, Ayah yang telah berbuat salah." Awan sudah tidak tahan menahan emosinya lagi ia pun mengatakan sebenarnya pada Ayahnya kalau dialah penyebab kehancuran hubungannya dengan Senja.
"Lho kok Ayah?"
__ADS_1
"Apa Ayah tidak sadar apa yang Ayah lakukan selama ini?"
Pak Alam tampak bingung memikirkan kesalahan yang telah diperbuatnya.
Awan diam tidak merespon sikap Ayahnya. Karena ia sangat dongkol melihat perbutan Ayahnya selama itu membuat Pak Agung marah besar padanya hingga melarang Senja berhubungan lagi dengannya bahkan sudah membatalkan perjodohannya mereka.
Pak Alam tersentak sadar kesalahannya tapi ia juga tidak yakin itu penyebabnya.
"Jawab Ayah Awan, jangan diam saja!" ucap Pak Alam bersuara nyaring.
"Pikir saja sendiri Ayah, apa yang sudah Ayah lakukan hingga hubungan aku dan Senja jadi korban keserakahan Ayah itu. Pak Agung sudah membatalkan perjodohan kami. Sekarang Ayah puaskan melihat hubungan kami sudah berakhir."
"Apa maksudmu mu? apa Pak Agung sudah mengetahui kalau Ayah berbohong selama ini?" ujar Pak Alam sadar kesalahannya.
Awan beranjak dari tempat tidurnya ia berdiri di depan jendela kamarnya tidak mau melihat Ayahnya. Sedangkan Pak Alam tampak bengong sendiri menyesali semua perbuatannya.
"Maafkan Ayah Awan, Ayah gak bermaksud membuat kamu begini. Ayah akan mendatangi Pak Agung dan meminta maaf padanya dan memperbaiki semuanya."
"Gak perlu Ayah! semuanya sudah berakhir aku pun juga sudah putus dengan Senja. Mama juga sudah membenci Senja."
"Itu semua gak boleh terjadi, itu tidak adil. Pak Agung tidak bisa menggagalkan perjodohan mu dengan Senja tanpa sepengetahuan Ayah. Lihat saja Ayah akan mendatangi Pak Agung. Ia tidak boleh semena-mena begini."
Awan tidak mau mendengar semua ucapan Ayahnya lagi ia mengusir Pak Alam dari kamarnya dan menutup pintu secara kasar. Hatinya sangat panas karena hubungan sudah berantakan tinggal Niko satu-satunya orang yang bisa membantunya saat itu. Walau ia tidak yakin Niko bisa membuat hubungan nya dengan Senja akan kembali seperti dulu.
Di tempat lain,
Saat itu sudah pukul 9 malam Niko datang kerumah Senja. Dengan ramahnya Pak Agung menyambut kedatangan Niko yang saat itu masih berada di teras rumahnya belum masuk ke dalam rumah.
"Selamat malam Om?" sapa Niko menghampiri Pak Agung.
"Selamat malam Niko, tumben datang malam-malam kesIni apa kamu pergi sendirian saja?"
"Iya Om, saya pergi sendiri. Maaf sudah lancang bertamu malam-malam ke rumah Om. Saya ada keperluan sedikit dengan Senja, apa Senjanya belum tidur?"
"Oh. Om paham ini kan malam minggu apa kamu mau ajak Senja ngedate?"
__ADS_1
"Gak kok Om, cuma mau mampir saja sebentar tadi kebetulan lewat sini."
"Oh gitu," ucap Pak Agung, ia pun memanggil Bibik untuk menyusul Senja di kamarnya.