Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 53. Menjemput Karine


__ADS_3

Kejadian Karine jatuh kemarin sudah di dengar oleh Papa dan Mama, tanpa mereka tau selama ini Papa mengirim orang untuk memantau gerak gerik Fedro dan Karine. Papa tambah murka saat tau Karine terjatuh, selama hidupnya dia tidak pernah mebiarkan putrinya itu tersakiti seujung kuku pun. Tapi dengan Fedro seolah-olah dia menjadi orang lain, bahkan mau mengerjakan perkejaan rumah dan menjadi ibu rumah tangga biasa.


Mama dan Papa memutuskan untuk menyusul Karine ke kota S, mereka berniat membawah Karine secara paksa. Sudah begini mereka semakin tau Fedro tidak akan bisa menjaga Karine dengan baik, apa lagi membahagiakan mereka.


"Apa Papa yakin Karine akan mau pulang dengan kita?" tanya Mama, saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Fedro.


"Tentu saja yakin karena aku sendiri yang akan memaksanya, laki-laki itu tidak akan pernah bisa membahagiakan putriku" jawab Papa sambil menggepalkan tanganya.


"Papa benar, jangan sampai Karine masuk rumah sakit setelah ini" jawab Mama sambil menganggukan kepalanya.


Beberapa menit perjalanan dari bandara akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah sederhana, bahkan rumah pembantu di belakang rumah mereka lebih bagus dari rumah ini pikir Mama. Mama heran kenapa Karine bisa betah tinggal disini, apa dia cocok mandi disini lingkunganya seperti tidak terawat.


Papa dan Mama turun dari mobil bersama dengan dua orang bodyguard, meraka masuk kedalam halaman rumah. Salah satu bodyguard mengetuk pintu, tidak lama kemudian Fedro keluar dan dia sangat terkejut saat yang datang adalah Mama dan Papa.


Tok


Tok


"Sebentar...!" jawab Fedro dari dalam.


Ceklek...


Fedro terdiam sejenak, setelah itu dia menyuruh Mama dan Papa untuk masuk kedalam.


"Mama, Papa. Silahkan masuk" ucap Fedro gugup.


Mama masuk begitu saja dan mencari Karine sambil memanggilnya, Fedro pun mengikuti Mama dan dia bilang Karine ada di kamar. Mama pun langsung menuju salah satu pintu, benar saja Karine sedang terbaring disana.


"Tidak usah basa basi kamu! mana Karine?" tanya Mama masuk begitu saja.


"Silahkan duduk Pa, apa kalian mau minum?" tanya Fedro pada Papa yang menatap tajam pada Fedro.


"Duduk aku mau bicara dengan kamu" jawabnya lalu duduk di sopa.


"Aku akan menyusul Karine dulu, tadi dia sedang tertidur" sambung Fedro yang hendak berjalan kekamar.

__ADS_1


"Aku bilang duduk...!!" teriak Papa dan Fedro pun langsung duduk, dia hanya bisa menundukan kepalanya.


"Sudah berapa kali kamu membuat Karine terluka, aku ingin kamu membuktikan bahwa kamu pantas tapi apa? kamu hampir membunuh anak ku!" ucap Papa geram sambil menatap Fedro.


"Aku minta maaf Pa, tapi kemarin itu kecelakan" jawab Fedro masih membela diri.


"Jangan banyak alasan, aku benci laki-laki banyak bicara!" sambungnya terlihat tidak suka dengan ucapan Fedro.


"Aku akan membawah Karine pulang! kamu tenang saja setelah itu aku tidak akan menggangu kamu lagi. Kamu bebas dengan kehidupan kamu, kamu juga bisa menikahi wanita lain setelah aku mengurus perceraian kalian" ucapan Papa membuat Fedro sakit, seperti sebuh pisau menacap didadanya.


"Tidak, sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan Karine. Papa tidak boleh membawahnya!" jawab Fedro sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu pikir kamu siapa?" tanya Papa sambil tertawa.


Fedro tidak akan membiarkan mereka membawah Karine, Fedro tidak menyangka Papa akan tega seperti ini. Begitu bencinya dirinya, apa karena dia tidak punya keluaraga atau asal usul yang jelas.


.


.


.


"Karine!!...Sayang bangun ini Mama!" panggil Mama.


"Sayang...!!" panggil Mama lagi.


"Mama...!" ucap Karine langsung bangun dan memeluk Mamanya erat.


"Karine sangat merindukan Mama" sambung Karine sambil meneteskan air matanya.


"Mama juga sangat merindukan kamu, Mama dan Papa sengaja kesini untuk menjemput kamu pulang. Kamu mau pulang bersama kami kan sayang?" tanya Mama lalu melepaskan pelukanya.


"Apa Mama dan Papa sudah memberikan kami restu?" tanya Karine terlihat berbinar-binar.


"Mama hanya menjamput kamu! tidak dengan Fedro. Ayo kita keluar Papa sudah menunggu" jawab Mama sambil menarik tangan Karine.

__ADS_1


"Nggak aku nggak akan pulang! aku akan tetap disini bersama dengan Fedro" ucap Karine berusaha melepaskan dirinya.


"Ayo ikut... jangan buat Mama marah. Apa yang membuat kamu betah tinggal dirumah kecil seperti ini, bahkan kamar ini tidak punya Ac. Apa kamu bisa tidur nyeyak, mandi dengan nyaman dan tidak usah mengerjakan pekejaan rumah" Mama memegang kedua bahu Karine.


"Kita pulang dan tinggalkan Fedro, ayo mulai hidup baru. Mama akan merawat anak kamu sebagai adik kamu, kita bisa membuat seolah-olah Mama mengadopsi anak itu agar semua orang tidak tau itu anak kamu" sambung Mama membujuk Karine.


"Apa maksud Mama?" tanya Karine sambil menatap tajam pada Mamanya.


"Mama juga sudah mengizinkan kamu untuk melanjutkan kuliah kamu di Amerika, kamu mau lanjut S2 dua kan. Mama mengizinkanya, jadi ayo pulang!" Mama menarik tangan Karine keluar dari kamar.


"Aku memang ingin lanjut S2 tapi setelah menikah, aku lebih ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik dan menjadi Mama yang baik untuk anak ku. Mama tidak perlu khawatir dan aku bahagia hidup bersama Fedro" jawab Karine mebuat Mama kehabisan kesabaran.


"Apa kamu sudah tidak waras lagi, kemana Karine yang Mama kenal. Bukan kah kamu menyukai kemewahan tapi kenapa kamu mau hidup sudah dengan laki-laki miskin sepertinya?" tanya Mama.


"Kenapa Ha?" teriak Mama.


"Karena aku mencintainya, tidak ada alasan lain" jawab Karine membuat Mama bertambah muak.


"Cinta membuat kamu buta, kamu pikir hidup di dunia ini cuma makan cinta?" tanya Mama sambil menunjuk dada Karine.


"Hidup butuh uang, semua orang akan bahagia jika punya uang" sambung Mama lagi membuat Karine hanya tersenyum.


"Tapi semuanya tidak butuh uang, uang bisa di cari. Kami sudah membangun binis sendiri, aku yakin Fedro bisa membuat binis kami berkembang" jawab Karine membantah perkatan Mamanya.


"Bisnis apa? Kafe yang baru akan di bangun maksud kamu?" tanya Mama menyepelekan mereka.


"Berapa penghasilan sebuah kafe, bahkan untuk menghidupi anak kamu juga tidak akan cukup. Makanya kalau punya otak itu mikir Karine!" sambung Mama lagi.


"Aku tidak perduli, bila perlu aku juga akan ikut berkerja setalah melahirkan. Mama tidak usah khawatir kami!" jawab Karine.


"Dasar keras kepala, ayo keluar dan temui Papa. Kamu ini benar-benar anak yang tidak berbakti dengan orang tua, kamu tau apa hukuman bagi anak durhaka?" tanya Mama membuat Karine menggelengkan kepalanya.


"Tidak akan pernah bahagia, Mama bisa buktikan itu semua. Tapi terserah kamu, Mama sudah cukup bicara panjang lebar tapi kamu hanya menganggapnya angin lewat" sahut Mama kecewa.


Mama keluar dari kamar dan Karine pun mengejarnya, lagi-lagi saat sampai di ruang tamu Karine terkejut melihat Fedro duduk di kursi dengan tangan dan kaki terikat. Ini kedua kalinya Papa menyakiti suaminya, Karine langsung menghampiri Fedro tapi di tahan dengan kedua bodyguard Papanya.

__ADS_1


__ADS_2