Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 57. Sangat Romantis


__ADS_3

Belum selesai Karine dengan ritualnya, dia melihat kertas kecil terlipas di bawah salah satu bedaknya. Kemarin tidak ada pikir Karine, siapa yang meletakanya di sini. Karine pun mengambilnya dan membukanya, dia membaca kertas itu dan ternyata pesan dari Fedro.


"Apa ini? aku tidak melihat ini kemarin" ucap Karine dengan perlahan dia membuka kertas itu.


(Semoga kamu baca surat ini sayang!


Sayang maafkan aku pergi tidak pamit dengan kamu, aku harus pergi agar orang rumah tidak curiga. Jaga diri kamu dan anak kita baik-baik, jangan khawatir aku. Aku baik-baik saja, saat ini aku sering bolak balik ke kota S sambil melanjutkan pembangunan kafe. Jangan lupa doakan semoga semuanya lancar, aku juga tidak bisa bicara lewat telpon atau mengirim pesan karena jika Papa tau akan membahayakan kita berdua. Mungkin hubungan kita seperti ini dulu, aku janji akan sering menemui kamu. Aku harap kamu bersabar dan tunggu aku meyakinkan Papa dan Mama kalau aku pantas menjadi suami kamu.


Jangan marah juga aku membuat pensil alis kamu jadi gundul begini hehe :)


I Love You Karine sayangđź–¤)


Karine terharu membaca surat yang ditinggalkan oleh Fedro, dia sangat bahagia karena menurut nya Fedro sangat romantis. Dia akan menyimpan surat ini, lagian bisa-bisanya dia masih bercada dengan mengatakan pensil alisnya jadi gundul.


"Aku tidak menyangkan dia bisa seromatis ini" Ucap Karine lalu mencium surat itu.


"Ternyata dia juga bisa bercanda, aku akan simpan surat ini baik-baik. Oh iya pensil alis mana yang dia gunakan?" tanya Karine sambil membuka beberpa pensil alis di meja riasnya.


Tidak lama kemudian Mbok Nem masuk dan membuat Karine terkejut, dengan cepat Karine memasukan surat itu dan pensil alisnya kedalam laci.


"Non Karine...!!" panggil Mbok Nem membuat Karine terkejut.


"Astaga Mbok bikin kaget aja" sahut Karine sambil melihat kearah Mbok Nem.


"Maaf Non Mbok lupa mengetuk pintu tadi, Non disuruh ke bawah untuk sarapan. Nyonya dan Tuan sudah menunggu!" jawab Mbok Nem mengajak Karine turun kebawah untuk sarapan.


"Baiklah ayo kita turun kebawah" jawab Karine sambil mengajak Mbok Nem.


"Duluan saja Non, saya mau bereskan tempat tidur Non dulu. Tumben ya kok berantakan sekali!" sambung Mbok Nem sambil melihat tempat tidurnya sangat berantakan.


"Mungkin karena aku mengusir lalat tadi malam diatas kasur jadi aku membuatnya berantakan" jawab Karine asal agar Mbok Nem tidak curiga.

__ADS_1


"Benarkah? tapi kenapa lalat bisa masuk kesini?" tanya Mbok Nem bingun sambil membereskan selimut.


"Tentu saja bisa karena aku membuka pintu balkon seharian" sambung Karine lagi.


"Ya udah aku duluan turun kebawah" ucap Karine lalu keluar dari kamar.


Mbok Nem sedikit tidak percaya dengan ucapan Karine, pasalnya mana ada lalat masuk kelar Karine. Bisa jadi dia sudah mengamuk karena kamar nya tidak bersih, lagian mana berani dia dengan serangga.


Setelah Karine keluar dia membersihkan semuanya, didalam toilet dia juga menemukan rambut pendek berwarna hitam. Tentu saja itu bukan rambut Karine karena Karine berambut panjang dengan rambutnya kecolatkan, handuk kotornya juga ada dua. Pikiran Mbok Nem sudah kemana-mana, tidak mungkin pikirnya Non Karine mengajak laki-laki kekamarnya dan Tuan muda juga tidak ada disini.


.


.


.


Sesampainya di bawah Karine melihat Mama dan Papa sudah duduk di meja makan, Karine pun duduk disamping Mamanya, dia terlihat menikmati makanya. Bahkan dia meminum susunya dengan santai, biasanya dia akan mencari alasan. Mama mengedipkan matanya pada Papa, Papa hanya mengangkat bahunya karena tidak tau.


"Terima kasih Ma, sepertinya enak sekali" Karine langsung melahapnya.


"Bagaimana enak kan?" Tanya Mama dan Karine pun hanya menganggukan kepalanya karena mulutnya penuh dengan nasi.


"Pelan-pelan sayang, ini juga masih banyak. Minum dulu nanti kamu tersedak!" Papa memberikan air putih untuk Karine.


Karine menghabiskan nasi gorengnya dan juga meminum susunya, tidak hanya itu dia juga meminta Mama membuka buah-buahan untuknya.


"Tumben kamu minum susunya tanpa bawel, kamu juga makan banyak hari ini" ucap Mama sambil mantap Karine yang memakan buah apel.


"Tentu saja, bukan kah Mama bilang ibu hamil harus banyak makan agar bayinya sehat" jawab Karine sambil tersenyum.


"Iya memang benar, baguslah jika kamu makan banyak. Oh iya kapan jadwal kamu periksa lagi? Mama akan menemani kamu" Tanya Mama sambil memotong buah mangga untuk Karine.

__ADS_1


"Hari minggu Ma, Mama boleh kah aku belajar merajut. Aku mau tutor membuat baju rajut, sepertinya menyenagkan sekali saat aku melihatnya di televisi kemarin" jawab Karine ingin belajar merajut.


"Ide yang bagus, kamu memang harus melakukan kegiatan positif. Papa akan carikan tutor untuk kamu!" ucap Papa sambil tersenyum.


"Untuk apa cari tutor jauh-jauh, Mbok Nem bisa menyulam. Suruh saja Tina membeli bahannya nanti" sambung Mama.


"Baiklah aku akan bicara pada Mbok Nem, boleh aku bertanya lagi?" tanya Karine pada Mama.


"Tentu saja sayang, ada apa?" Mama balik bertanya pada Karine.


"Bagaimana dengan perusahan, apa Mama perlu bantuan? aku bisa mengerjakan laporan dirumah dan Lulu akan membantu aku" tanya Karine karena tidak mungkin dia hanya menganggur saja dirumah.


"Mama masih bisa menyelesaikan semuanya, kamu cukup istirahat saja. Lagian jangan sampai banyak orang tau kalau kamu hamil, ingat perjanjian kita kemarin" sambung Mama membuat Karine kesal.


"Sudah berapa kali aku bilang pada Mama, aku akan merawat anak ku sendiri. Aku juga tidak pernah membuat perjanjian dengan Mama" Karine langsung meletakan buahnya.


"Baiklah kamu tenang dulu, Papa dan Mama tidak memaksa kamu. Ini semua demi kebaikan kamu" sahut Papa memberikan pengertian pada Karine.


"Kapan kalian memikirkan kebaikan aku! apa kalian tua aku tidak bahagia sama sekali. Aku benci kalian!" Karine pergi meninggalkan Mama dan Papa.


"Sudah Papa bilang jangan bahas ini dulu, dia masih sensitif sekali. Apa lagi dia sedang hamil!" sambung Papa bicara pada Mama.


"Maaf Mama keceplosan habisnya Karine susah sekali di atur" jawab Mama sambil menghembuskan nafasnya.


Karine langsung menuju kamarnya sambil menangis, dia berpapasan dengan Mbok Nem. Mbok Nem bertanya tapi Karine tidak menghiraukanya, bahkan dia menutup pintu dengan kencang.


"Ada apa Non? kenapa Non menangis?" tanya Mbok Nem yang baru selesai membersihkan kamar Karine.


"Ada apa dengan Non Karine?" tanya Mbok Nem lagi setelah Karine mengacuhkanya.


Sungguh dia tidak mengerti dengan pikiran kedua orang tuanya, dia benar-benar merasa seperti burung dalam sangkar yang tidak bisa kemana-mana. Apa karena mereka malu dengan orang lain, jika saat ini dia tengah hamil dan ayah dari anaknya adalah kakak angkatnya.

__ADS_1


__ADS_2