Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Bab 30


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam apartemen. Tania meminta suami serta sahabat suaminya untuk duduk di kursi meja makan.


"Duduk di kursi meja makan saja, Mas. Jadi, aku tidak perlu memanggil kalian keras-keras!" titah Tania membuat Indra dan Yoga berjalan lalu menjatuhkan pantatnya di kursi.


Tania membuka kulkas, dan dia dapat melihat 3 butir telur serta mie instan dengan beberapa helai sayuran hijau.


"Apa kalian tertarik untuk makan mie instan campur telur?" tanya Tania.


"Aku terserahmu, Tan!" jawab Yoga.


"Memangnya, tidak ada makanan lainnya selain mie instan?" tanya Indra yang mendapat gelengan kecil dari istrinya.


"Tidak ada, Mas. Ternyata aku lupa belanja bulanan. Bagaimana, Mas?" tanya Tania. "Kalau mas Indra tidak mau makan mie instan, biar aku pesankan makanan melalui aplikasi online saja. Sebutkan saja, Mas Indra mau makan apa? Biar aku yang pesankan!" titah Tania.


"Tidak perlu. Sekarang, bikinkan aku makanan yang seadanya, saja." jawab Indra pasrah.


"Okeh. Kalau gitu, kalian bisa tunggu beberapa menit. Aku akan menyiapkan makan malamnya!" titah Tania membawa telur serta mie instan ke dekat kompor.

__ADS_1


Indra menyenggol lengan Yoga, membuat Yoga yang tengah asik bermain ponsel terkejut.


"Kau, kenapa kau--"


"Selama aku tidak ingat, kau tidak pernah melakukan apapun pada istriku, kan!" bisik Indra serius.


Yoga menatap sekilas wanita yang sedang memasak mie instan. "Menurutmu? Aku tidak pernah mementingkan kesenanganku semata dan mempertaruhkan tali persahabatan kita, kau ingat itu!" jawab Yoga.


Mendengar suara keributan dari arah meja makan, Tania langsung mematikan kompornya.


"Dengar sendiri, apa yang di ucapkan istrimu. Kita tidak boleh bertengkar. Seharusnya, Kay terimakasih padaku, karena aku sudah menjaga dan merawat istrimu dengan baik!" titah Yoga.


"Awas saja, sampai aku mendengar kau menyen tuh istriku sehelai rambut saja, aku akan segera bertindak! Aku akan membunuhmu detik itu juga!"


"Hahaha ... kita lihat saja, Ndra. Untuk apa aku merayu istri orang? Sedangkan di samping apartemen ini, aku bisa bermain-main sampai puas dengan wanita yang aku sukai." jawab Yoga enteng, lalu melihat Tania yang sedang membawa nampan berisi mie instan.


"Taraaa ... mie instan sudah siap. Mari kita makan! Ini untuk Mas Indra, ini untuk Mas Yoga dan ini untukku. Jika kalian masih lapar dan malas keluar rumah. Kalian bisa meminum air kran saja!" titah Tania membuat Yoga tersedak kuah mie yang masih panas.

__ADS_1


"Uhuk ... Uhuk ...."


Melihat sahabat suaminya kesusahan. Tania langsung menuangkan gelas berisi air putih.


"Mas, kamu mi--" ucapan Tania terhenti saat suaminya merebut paksa gelas yang di pegangnya.


"Kamu tidak perlu khawatir, Sa. Rian baik-baik saja. Dan biarkan aku yang memberikan air putih untuknya!" potong Indra menyodorkan gelas yang berisi air putih untuk sahabatnya.


Yoga menerima dan meneguk air putih itu sampai tandas. "Uh, akhirnya!" ujar Indra. "Terimakasih, Tan. kau memang penyelamatku!" sambungnya lagi.


"Hei, pakailah kacamatamu. Di sini ada aku yang menolongmu bukan istriku! Seharusnya, kau berterimakasih padaku!" ketusnya lagi.


Yoga memicingkan matanya tak suka saat mendengar semua ucapan sahabatnya.


"Tan!" panggil Yoga membuat Tania menghentikan makan mie instannya.


"Ada apa, Mas?" jawab Tania.

__ADS_1


__ADS_2