Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 44. Ada Apa Dengan Kalian Berdua?


__ADS_3

Benar saja tebakan Fedro, pagi ini Karine mengacaukan dapur. Bahkan nasi goreng yang dia buat gosong, tidak ada yang tersisah dan bisa di makan. Awalnya karena lama akhirnya Fedro mandi dan mengganti baju nya dengan pakaian kantor, tapi sebelum Fedro memasang dasinya. Karine sudah berteriak kencang dan Fedro yang mendengar itu langsung berlari menuju dapur.


"Ahhhhkkk....tolong! ada api sayang!!" teriak Karine sambil memegang serbet yang dia pukul ke arah kompor yang mengeluarkan api.


"Ada apa sayang?" tanya Fedro sambil berlari kencang.


"Menjauhlah dari sana!!" teriak Fedro dan Karine pun langsung mundur beberapa langkah.


Fedro langsung mengambil serbet yang ada di tangan Karine lalu membasahinya, setelah itu dia meletanya di atas wajan dan mematikan kompornya.


Apinya pun berhasil di padamkan, Karine yang masih terkejut pun hanya bisa berdiri di sana. Hampir saja di membakar apartemen ini, padahal awalnya semua berjalan lancar hingga dia ingin mengecilkan api kompornya tapi bukanya mengecil apinya semakin besar.


"Kamu nggak papa sayang? apa kamu terluka?" Fedro langsung memeriksa seluruh tubuh istirnya.


"Aku tidak ada-apa, tadi hanya terkejut karena apinya sangat besar. Hampir saja aku membakar apartemen ini!" jawab Karine sambil mengelus dadanya.


"Ayo duduk disini, tenangkan diri kamu" Fedro mengajak Karine duduk di meja makan dan memberikanya air minum.


"Terima kasih sayang, maaf membuat semuanya berantakan" Karine menunduk lesu.


"Tidak apa-apa, kamu bisa masak lain kali" jawab Fedro sambil tersenyum.


"Kita makan roti saja hari ini, tunggu disini aku ambilkan rotinya" sambung Fedro lalu mengambil roti di dalam lemari, tidak lupa dia juga membuat susu juga.


Fedro meletakan susu dan roti di atas meja, lalu dia mengambil selai di kulkas. Karine merasa bersalah, jika saja dia menurut dengan suaminya ini tidak akan terjadi.


"Ini sayang minum lah, kamu juga butuh sarapan. Jangan diam saja!" Fedro menyodorkan susu di depan Karine.


"Aku merasa tidak becus jadi istri, kita harus makan roti dingin pagi ini" ucap Karine sambil menundukan kepalanya.


"Jangan bilang seperti itu, aku juga tidak pernah menyalahkan kamu sayang. Bukan kah kamu yang bilang tadi kita harus saling melengkapi satu sama lain, aku bisa memasak dan kamu tidak perlu khawatir. Kita juga bisa beli makanan" sambung Fedro agar Karine tidak sedih.

__ADS_1


"Terima kasih, kamu sangat pengertian" Karine langsung memeluk Fedro yang duduk di sampaingnya.


"Sama-sama sayang" Fedro pun membalas pelukanya.


Setelah itu mereka sarapan bersama, Fedro ingin menunggu Karine dan mengantarnya ke kantor. Tapi Karine bilang dia akan bawah mobil sendiri, Fedro juga ada jadwal meeting pagi. Akhirnya dia pergi kekantor duluan, tidak perlu di khawatirkan karena Karine memang sudah bisa bawah mobil karena Fedro hampir tiap minggu mengajarinya.


.


.


.


Hari ini Karine datang agak telat ke kantor karena kejadian tadi, dia harus membereskan dapur karena telah mengacaukanya. Ternyata tidak semuda yang dia bayangkan, membersihkan rumah sangat lah merepotkan dan dia benci memegang hal-hal kotor yang membuat kukunya rusak. Ini pertama kalinya dia sangat lelah, sepertinya dia harus menyuruh Fedro untuk memperkerjakan orang untuk bersih-bersih.


"Kenapa kamu baru datang Queen?" tanya Lulu yang mengikuti Karine masuk ke ruangnya.


"Aku harus membereskan dapur pagi ini, makanya aku datang terlambat. Melelahkan sekali!" jawab Karine sambil membuka pintu ruanganya.


"Kenapa kamu membersihkan dapur Queen? siapa yang menyuruh kamu?" tanya Lulu lagi.


"Tidak ada, aku sendiri yang mau. Tadi aku memasak dan hampir saja membakar dapur apartemen" jawab Karine sambil menghembus napasnya lalu duduk di kursinya.


"Kamu...kamu masak Queen?" sekali lagi Lulu benar-benar terkejut.


"Iya aku memasak, niatnya ingin membuat suamiku senang tapi aku malah mengacaukan semuanya. Lihat kuku ku juga rusak!" Karine memperlihatkan jari kukunya pada Lulu.


"Ehhww....parah sekali Queen, siang nanti ayo kita ke salon" ajak Lulu dan Karine pun langsung menganggukan kepalanya.


"Baiklah ayo kita kesalon, sepetinya aku juga mau di pijat. Agar badan ku enakan" sambung Karine dan Lulu pun langsung memarik kursi lalu duduk didepan Karine.


"Kenapa kamu malah duduk, sana kembali kerja!" usir Karine.

__ADS_1


"Apa kamu habis di gempur dengan kulkas... Maksud ku Tuan dingin suami kamu itu? Bagaimana rasanya?" tanya Lulu penasaran.


"Iya tentu saja, kami sudah menikah. Itu hal wajar kan? apa kamu tau dia sangat romantis jika saat di atas ranjang. Ohww aku jadi merindukannya" jawab Karine sambil tersenyum lebar.


"Jangan tersenyum seperti itu Queen, kamu membuatku ngeri" sahut Lulu.


"Sudah lah pergi dari sini, aku mau kamu cek laporan keuangan bulan ini di Mall. Jangan sampai ada yang salah!!" perintah Karine.


"Baiklah Queen, aku akan pergi sekarang" Lulu pun berdiri dan berjalan keluar dari ruangan.


Karine mulai membuka beberapa laporan dan berkas yang ada di atas menjanya, tapi belum sempat dia membacanya ada telpon masuk dan ternyata itu telpon dari Papa. Karine buru-buru mengangkatnya, apa Papanya akan segera pulang ke indo pikirnya.


"Halo! ada apa Pa?" tanya Karine setelah mengangkat panggilanya.


"Kamu bilang ada apa? seharusnya Papa yang tanya sama kamu. Ada apa dengan kalian berdua?" Nada bicarnya terlihat marah.


"Apa Papa sudah tau semuanya? siapa yang memberitahunya?" tanya Karine dalam hati.


"Maksud Papa apa? Karine nggak ngerti" tanya Karine pura-pura bodoh.


"Kenapa kamu nggak bilang kalau udah putus dengan Leo, Leo menikah dengan wanita lain hari ini" teriak Papa membuat Karine cukup terkejut pasalnya dia juga tidak tau masalah ini.


"Emm...maaf Pa" jawab Karine.


" Karine belum sempat cerita sama Papa tentang masalah ini, tapi kami memang sudah lama putus jadi tidak ada masalah kalau Leo menikah" sambung Karine agar Papanya mengerti.


"Apa mereka mempermainkan keluarga kita, jangan bilang kamu di ancam. Papa nggak terima dengan semua ini, setidaknya kamu dan Fedro bisa bahagia dengan pasangan kalian masing-masing" jawab kesal.


"Kenapa takdir mempermainkan kita, seharusnya salah satu hubungan kalian harus berhasil kan. Tunggu Papa dan Mama akan pulang hari selasa besok" sambung Papa lagi dan Karine oenasaran dari mana Papa tau, apa Fedro yang memberitahu Papa.


"Dari mana Papa tau Leo menikah?" tanya Karine penasaran.

__ADS_1


"Kamu seperti tidak tau siapa Papa, Papa punya banyak mata di luar sana. Jadi hati-hati dengan tingkah kamu!" jawab Papa membuat Karine takut, bisa saja Papanya menyuruh orang untuk memata-matai mereka dsn sepertinya mereka harus hati-hati.


__ADS_2