Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 46. Mbok Nem Tau


__ADS_3

Hari ini Karine dan Fedro pulang kerumah, besok Mama dan Papa pulang. Karine sengaja pulang duluan, sedangkan Fedro mempir ke apartemenya lebih dulu untuk mengambil beberapa berkas penting yang ketinggalan. Seperti biasa rumah terlihat sepi sekali, Karine memilih untuk langsung pergi kekamarnya.


"Nona sudah pulang? mau saya siapkan makan malam?" tanya Mbok Nem langsung menghampiri Karine yang baru saja mau naik tangga.


"Iya Mbok, tadi ada meeting dadakan jadi pulang malam. Aku juga udah makan malam, Mbok siapin aja makan malam untuk Kak Fedro" jawab Karine tidak ingin makan malam karena dia sudah makan dengan Lulu tadi.


"Baiklah Non, kalau begitu saya permisi kebelakang dulu" sambung Mbok Nem lalu pergi kearah dapur.


Karine pun langsung menaiki tangga, benar saja setelah Karine masuk kekamarnya. Fedro baru pulang, dia melihat rumah sepi sekali. Apa Karine belum pulang pikirnya, dia menoleh kearah kanan dan kirinya.


"Tuan sudah pulang? kami sudah menyiapkan makan malam untuk Tuan" ucap Tina sambil menundukan kepalanya.


"Iya terima kasih, apa Karine sudah pulang?" tanya Fedro kepada Tina.


"Sudah Tuan, Non Karine sudah naik ke kamarnya" jawab Tina.


"Benarkah, apa dia sudah makan malam?" tanya Fedro sambil menuju meja makan.


"Nona bilang dia sudah makan malam di kantor, silahkan tuan. Kami permisi kebelakang dulu" jawab Tina sambil membuka tudung sajinya.


"Iya terima kasih" sambung Fedro yang sudah mulai mengambil nasi dan lauknya, tidak enak sekali fikirnya makan sendirian.


Tidak lama kemudian Karine turun, dia sudah mengganti bajunya dengan kaos putih pendek dan celana jeans sepaha. Rambutnya juga sedikit basah, sepertinya dia habis mandi. Karine langsung tersenyum saat Fedro menatap dirinya, dia langsung duduk di samping suaminya.


"Malam sayang" ucapnya sambil menoleh kebelakang dan saat tidak ada yang mencurigakan dia langsung mencium pipi Fedro.


Cup...


"Disini juga dong" tunjuk Fedro pada bibirnya.


"Jangan nanti ada yang liat, sudah lanjutkan makanya" jawab Karine menolak untuk mencium bibir Fedro.


"Dasar pelit, awas saja nanti. Aku gigit kamu!" sahut Fedro kesal dan Karine hanya tersenyum mengdengar ucapan suaminya itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu nggak makan malam dirumah? curang sekali aku jadi makan sendirian" kesal Fedro pura-pura cemberut.


"Ya mau gimana lagi, aku akhir-akhir ini nafsu makan ku mengurang. Tadi saja aku cuma makan burger dan jus" jawab Karine.


"Benarkah? apa kamu sakit sayang?" tanya Fedro khawatir.


"Tidak aku baik-baik saja, mungkin cuma asam lambung ku kambus karena kemarin aku makan rujak sebelum makan nasi" jawab Karine agar Fedro tidak khawatir.


"Sana lanjutin makanya, aku mau ambil minum" sambung Karine berdiri dan mengambil air minum di kulkas.


"Lain kali kamu tu harus jaga kesehatan, aku nggak mau sampai kamu sakit" sahut Fedro.


"Iya-iya aku tau, kenapa kamu jadil bawel?" kesal Karine lalu meminum air dingin itu.


"Aku nggak bawel, cuma mau mengingatkan saja" jawab Fedro sambil memasukan ayam goreng kedalam mulutnya.


"Tidak baik bicara sambil makan nanti kamu kesedak" sambung Karine dan Fedro hanya diam mendengar ocehan istrinya itu.


.


.


.


Di rumah belakang Tina membangunkan Mbok Nem yang sedang tertidur, saat ini menujukan pukul 11 malam. Tina baru ingat menjemur selimut dan seprei di loteng lantai 4, sepertinya hari akan hujan. Dia ingin Mbok menemaninya untuk mengangkat jemuranya, untung dia ingat saat menyetrikan baju tadi kalau tidak besok harus menjemurnya ulang.


"Mbok...!! Bangun!" Tina menggoyangkan tubuh Mbok Nem.


"Ada apa Neng? Ngagetin Mbok aja" kesal Mbok sambil duduk dan mengecuk matanya.


"Kawani aku angkat jemuran di loteng Mbok, aku lupa selimut sama sepreinya belum aku angkat" ajak Tina pada Mbok Nem.


"Kamu ini bagaimana sih, tadi siang kamu sibuk main hp saja. Sudah lah besok pagi saja mengangkatnya, ini sudah malam sana tidur!" suruh Mbok Nem yang ingin tidur lagi.

__ADS_1


"Nggak bisa Mbok, sepetinya mau hujan deras tadi Tina lihat di kaca. Ayo lah Mbok!" bujuk Tina.


"Baiklah ayo, dasar kamu ini ceroboh sekali" sambung Mbok Nem yang mulai berjalan keluar kamar.


Saat berada di ruang tengah, Mbok Nem terkejut melihat pakaian masih bertumpuk di dalam senek pakaian. Terlihat meja gosok juga disana, ini pasti kerjaan Tina yang nggak beres. Apa yang di kerjalan anak ini seharian, sampai-sampai di lupa menggosok pakian pikir Mbok Nem.


"Ya ampun Tina, gosokan kamu banyak banget? apa aja yang kamu kerjakan hari ini" Mbok terlihat mengomel saat melihat ruangannya penuh dengan baju yang belum di setrikan.


"Maaf Mbok, tadi siang Tina ketiduran" jawab Tina sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kalau Nyonya ada kamu pasti kena marah, sudah lanjutkan kerjaan kamu. Mau selesai jam berapa kamu?" Mbok Nem hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Jadi Mbok akan membantuku mengangkat jemuran? Mbok sangat baik" Tina langsung memeluk Mbok Nem.


"Mau gimana lagi, sana kerjakan tugas kamu. Jangan sampai baju kerja Tuan belum di gosok, dia sangat rapi orangnya" jawab Mbok Nem lalu melepaskan pelukanya.


"Baik Mbok laksanakan!" ucap Tina kembali menggosok baju-baju yang masih menumpuk itu.


Mbok Nem pun masuk kerumah utama dari pintu dapur, dia menggidupkan lampunya. Dengan santainya di berjalan menaiki tangga, padahal ada lift menuju loteng tapi Mbok Nem tidak terbiasa dan takut. Mereka lebih sering jalan menaiki tangga, Tina juga seperti itu.


Belum sampai keatas lantai dua, Mbok Nem mendengar pintu kamar di buka. Mbok Nem pun menghentikan langkahnya dan ternayata Karine membuka pintu kamarnya, dia terlihat cantik dengan menggunakan baju tidur seksi khas nya. Mbok Nem pun hendak menyapanya, tapi belum sempat dia berjalan maju. Pintu kamar Fedro terbuka, Fedro terlihat tersenyum pada Karine. Karine langsung masuk kedalam kamar Fedro dan mencucinya.


"Apa yang barusan aku lihat? Mungkin aku belum terlalu sadar karena tertidur tadi" ucap Mbok Nem sambil mengucek-ucek matanya.


"Tapi tadi beneran Non Karine! kenapa dia masuk kekamar Tuan. Apa mereka tidur bersama?" tanya Mbok Nem semakin was-was.


"Ah nggak mungkin, tapi jika benar apa yang harus aku lakukan?" Mbok Nem bingung sambil masih bersembunyi di balik tiang.


Sungguh di luar dugaan, tidak mungkin hubungan mereka hanya sebatas kakak adik, Mbok Nem melihat sendiri tatapan penuh cinta dari Fedro untuk Karine.


"Sebaiknya aku cari bukti dulu, aku tidak boleh gegabah. Oh iya jemuranya, keburu basa nanti!" ucap Mbok Nem.


Setelah berpikir keras, akhinya dia melajutkan langkahnya untuk mengangkat jemuran di lantai atas. Mbok Nem akan menyelidiki hubungan mereka, setelah punya bukti baru lah dia memberitahu Nyonya dan Tuan pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2