Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Bab 19


__ADS_3

Indra menjatuhkan panttantnya di kursi yang berhadapan dengan Tania dan Yoga.


Lisa semakin gelisah. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mencegah Indra.


'Semuanya akan terbongkar!' batin Lisa.


"Coba berikan semua bukti yang kau katakan, tadi!" titah Indra pada Tania.


Tania mengangguk, dia mengambil ponselnya dan mencari foto pernikahan dirinya dengan suaminya. Setelah itu, dia menunjukkan pada suaminya.


"Kamu bisa pegang sendiri, dan kamu bisa geserkan foto itu. Ada beberapa foto dan foto ini asli bukan editan." titah Tania.


Indra mengambil ponsel milik Tania, dia melihat foto pernikahan dirinya dengan wanita yang bernama Tania. Seketika kepalanya terasa sakit saat berusaha mengingat semuanya.


Melihat Indra kesakitan, Lisa panik. Dia memanggil pelayan dan meminta pelayanan untuk mengambilkan satu botol air mineral.


"Ambilkan air mineral sekarang juga!" titah Lisa


"Mas, kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Tania panik.


"Kamu bilang tidak apa-apa? Apa kamu tidak lihat, kalau Indra kesakitan. Dan semua itu karena ulahmu. Untuk apa kamu memberikan bukti itu, ha!" ketus Lisa melihat pelayan berlari membawa botol air mineral.


"Ini mbak!" titah pelayan tersebut.


Lisa mengambil botol air mineral lalu menyodorkannya untuk Indra yang sedang kesakitan.


"Sebaiknya, kamu minum dulu, Ndra. Jangan terlalu memikirkan apapun. Ingat kata dokter, kamu tidak boleh memikirkan hal-hal yang berat." titah Lisa.


Indra menerima botol air mineral itu dan meminumnya sedikit.


"Apa sudah membaik? Jika belum, sebaiknya kita pergi ke rumah sakit. Aku takut terjadi sesuatu padamu, Ndra!" titah Lisa lagi.


"Tidak perlu, aku sudah baik-baik saja." jawab Indra setelah sekian lama terdiam.


Tania tersenyum getir saat melihat perhatian dari wanita di hadapannya kepada suaminya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Mas, karenaku kamu kesakitan. Pulanglah, dan lupakan masalah foto itu. Anggap saja, kamu tidak pernah melihat foto itu." lirih Tania beranjak berdiri. "Mas Yoga, ayo kita pulang. Aku tidak mau melihat Mas Indra kesakitan." ajak Tania membuat Yoga menganggukkan kepalanya.


"Okeh, kita pulang!" titah Yoga sembari beranjak berdiri.


"Tunggu," cegah Indra, "Kita selesaikan malam ini juga. Aku tidak mau cerita ini menggantung sampai di sini!"


"Indra, kamu tidak bisa seperti ini. Kamu masih sakit, biarkan saja mereka pulang. Pasti mereka ketakutan karena melihatmu kesakitan. Mereka hanya ingin menipumu saja. Masalah semua foto yang mereka perlihatkan padamu, bisa saja semuanya hasil rekayasa yang di lakukan mereka agar kamu percaya. Sekarang, kita pulang, ya! Tante pasti sudah menunggu kepulangan kita." titah Lisa menggenggam tangan pria di sampingnya.


Indra menarik tangannya, dia beranjak berdiri, "Kalian bisa jelaskan semuanya sekarang juga. Dan jika benar, kamu istriku, kamu tidak bisa ikut pulang bersama pria lain. Aku tidak mengizinkanmu pergi dengannya!" ketus Indra.


Tania menatap sekilas Yoga untuk meminta pendapatnya.


Mengerti tatapan dari istri sahabatnya, Yoga mengangguk pelan.


"Ya, sudah, Mas. Aku akan duduk dan jelaskan semuanya." jawab Tania mendudukkan pantatnya lagi di tempat semula dengan Yoga yang berada di sampingnya.


"Sekarang, kamu bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi padaku!" titah Indra, "Dan siapa pria di sampingmu," tanyanya lagi.


Tania menghirup udara di malam hari dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan.


Yoga mengusap pundak wanita di sampingnya, "Apa kamu cemburu saat melihatku memperlakukan istrimu dengan baik?" tanya Yoga setelah sekian lama dia terdiam menyimak pembicaraan yang sedang berlangsung.


Indra terdiam, dia merasakan ada sesuatu di dalam hatinya saat melihat pria di hadapannya menyentuh wanita yang mengaku-ngaku menjadi istrinya.


"Katakan saja jika 'Iya'. Kamu tidak perlu sungkan atau kasihan dengan wanita yang berada di sebelahmu!" sambung Yoga lagi.


Lisa menatap wajah Indra dari samping sembari menggelengkan kepalanya lirih.


"Bilang 'tidak' Ndra." lirih Lisa.


"Aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini. Yang aku tahu, aku merasa tidak suka saat melihatmu menyentuh dia." jawab Indra jujur.


Yoga terkekeh, "Wajar kalau kamu tidak suka, Ndra. Tapi kamu tidak perlu mencemaskan Tania. Aku akan menjaga Tania dengan baik," ucap Yoga.


"Kamu tidak perlu khawatir, Mas. Aku baik-baik saja. Kamu fokuskan dirimu untuk kesembuhanmu, ya!" kini giliran Tania yang berbicara.

__ADS_1


Indra mencoba mengingat kejadian sebelum kecelakaan, tapi ternyata hasilnya nihil. Dia sama sekali tidak mengingatnya.


Seakan pasrah, Indra meminta Tania dan Yoga untuk pergi hadapannya.


"Pergilah, aku butuh waktu untuk mengingat semuanya. Dan untuk urusan foto pernikahan, aku belum bisa percaya sepenuhnya, karena apa yang di katakan Lisa benar. Foto itu bisa di rekayasa, mungkin jika ada video pernikahan, aku akan percaya penuh!" titah Indra.


Lisa tersenyum tipis saat mendengar jawaban dari pria di sampingnya.


'Bagus, akhirnya Indra percaya juga denganku!' batin Lisa.


Di satu sisi, Tania nampak menampilkan raut wajah kecewanya sejenak, 'Tidak apa-apa, jangan paksa Mas Indra, atau kesehatan Mas Indra akan memburuk karena ulahmu!' batin Tania.


Setelah di usir oleh sahabatnya, akhirnya Yoga beranjak berdiri, dia mengulurkan tangannya pada Tania.


"Ayo, kita pulang, Tan! Tidak ada gunanya kita di sini. Dia tidak akan percaya dengan semua ucapan kita!" titah Yoga.


Tania menatap wajah suaminya sekilas, lalu menerima uluran tangan dari Yoga.


"Aku pamit, Mas." titah Tania kemudian berjalan menuju tangga.


Melihat kepergian Tania dan Yoga, tiba-tiba rasa sakit itu kembali terasa, bahkan kini sakitnya sangat luar biasa membuat Indra menundukkan kepalanya.


"Indra kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Lisa memastikan.


Indra samar-samar melihat bayangan kecelakaan itu, lalu dia melihat bayangan dirinya tertawa bahagia bersama wanita.


"Argkh!" pekik Indra kesakitan. "Kepalaku pusing, Lis!" ujarnya lagi.


"Kita ke rumah sakit, Ndra. Aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu. Aku bantu kamu ke rumah sakit!" ucap Lisa.


Indra patuh saat tubuhnya di rangkul oleh Lisa.


'Bayangan wanita. Siapa wanita itu? Atau jangan-jangan yang di ucapkan Tania benar? Kalau dia istriku. Tapi kenapa ibu berbohong dan kenapa Lisa mau mengaku-ngaku menjadi kekasihku? Apa yang sebenarnya terjadi?' batin Indra kebingungan.


Setelah masuk ke dalam mobil. Lisa langsung menancapkan gas mobil dan mobil pun berjalan keluar dari halaman restoran. Dan semua itu tidak lepas dari pandangan Tania juga Yoga yang masih berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan Mas Indra?" tanya Tania saat melihat mobil yang di tumpangi suaminya pergi.


__ADS_2