
Awan terus berusaha mendekati Senja meminta maaf pada Senja. Namun, Senja selalu menghindar ia merasa kesal karena Awan tidak mau berjuang untuk mendapatkan restu dari Papa dan Mamanya lagi. Senja mengatakan semua pada Awan tentang pembicara Jingga padanya saat di telpon kemarin. Awan pun jadi kaget tidak terima karena ia dan Jingga tidak mempunyai hubungan khusus hanya sebatas teman.
"Senja tolong katakan sejujurnya Jingga berkata apa?"
"Jingga mengatakan kalau kamu dan dia sudah jadian. Puas ...! itu sebabnya kamu merelakan aku menikah dengan Niko. Kamu menyebalkan Mas, tidak seperti dulu," cetus Senja.
"Senja cukup! apa kita bertemu di sini cuma untuk bertengkar dan membicarakan hal yang tidak jelas itu? aku meminta Niko untuk menjemput kamu karna aku rindu sama kamu Senja, bukan ingin bertengkar seperti ini. Plis bersabarlah! aku yakin pasti ada jalan untuk kita menyelesaikan masalah ini," lirih Awan meminta.
"Aku tidak pernah jadian sama Jingga percayalah!" ujar Awan lagi untuk menyakinkan Senja.
"Aku tidak kuat lagi Mas, aku gak akan mampu berjuang sendiri sementara kamu hanya diam begitu."
"Apa yang harus aku lakukan buat memperjuangkan cinta kita Senja? aku tidak berdaya aku tidak ada apa-apanya di banding Niko?"
"Sudah lah, bilang saja kamu sudah tidak cinta lagi sama aku lagi karna di hatimu sudah ada perempuan lain. Aku paham dan biarlah aku yang mengalah," Senja pergi meninggalkan Awan yang terpaku.
"Tunggu Senja! kamu mau kemana?" seru Awan sambil meraih tangan Senja.
"Aku mau pulang!"
"Terus aku bagaimana?"
"Terserah kamu saja mau bagaimana, aku tidak ada waktu buat orang pengecut seperti kamu. Pergi sana cari Jingga kekasihmu itu. Aku benci kamu Mas!" Senja menepiskan tangan Awan yang mencoba menahannya agar tidak pergi. Senja pun berhasil melepaskan tangannya dari Awan ia pun berlari kearah jalan raya.
Seketika itu pula mobil Niko datang dari arah yang berlawanan. "Itukan Senja ngapain dia lari-lari di jalan?" ujar Niko kaget ia langsung berhenti dan mengejar Senja. Jasmin jadi kebingungan melihat reaksi Niko yang tiba-tiba itu.
Senja terjatuh dan menagis karena sudah tidak kuat lagi berlari.
Niko menghampirinya. "Kamu kenapa berlari?"
__ADS_1
"Niko? aku mau pulang Nik, aku menyesal bertemu dia hari ini," ucap Senja sugukan.
"Apa maksudmu, dia siapa? apa yang sedang terjadi padamu Senja?" tanya Niko secara beruntun.
Senja tidak menjawab ia hanya menagis dan tidak mau memperlihatkan wajahnya pada Niko ia merasa malu sebab ketahuan menangis. Apalagi Niko membawa pacarnya yang masih berada di mobil. Perempuan itu membuka jendela melihat ke arahnya dan Niko dengan wajah masamnya.
"Apa dia gadis yang bernamanya Senja itu? cantik juga sih, tapi kenapa ia menangis gitu? batin Jasmine penasaran.
Niko mengajak Senja untuk segera ke mobil, ia juga akan memperkenalkan dia dengan Jasmin.
"Honey ini lho yang namanya Senja dia lah gadis yang akan di jodohkan dengan aku itu." ujar Niko berkata langsung tanpa basa-basi lagi.
"Oh jadi kamu yang akan jadi penghalang cinta kami berdua?" ucap Jasmine berkata sinis pada Senja.
Senja melotot tidak mengerti dengan tuduhan yang di lontarkan padanya.
"Honey, Honey dengerin aku dulu," ucap Niko mencoba menenangkan pacarnya, ia juga menjelaskan semuanya pada Jasmin agar Jasmine tidak salah paham. Antara dia dan Senja tidak saling suka. Bahkan, Senja adalah korban keserakahan orang tuanya bukan kemauannya sendiri.
"Jadi, benaran kamu gak suka Niko? kenapa kamu tidak menolak perjodohan itu?" cetus Jasmine dengan lirikan tidak suka pada Senja.
"Bukan aku tidak menolak, bersusah-payah aku sudah bicarakan hal itu pada orang tuaku. Namun, mereka masih ngotot dan keputusan Papa sudah bulat aku tidak berdaya untuk melawannya," jelas Senja.
"Kenapa kamu tidak lari saja sama pacar kamu itu?" "Mas Awan tidak mau berjuang dan aku tidak berdaya untuk melawan Papa."
"Itu artinya pacar kamu mengijinkan kamu menikah dong, dengan pacar saya. Kurang ajar dia! laki-laki apa seperti itu, dasar pengecut! harusnya dia berusaha dong bagaimana caranya menggagalkan rencana orang tuamu, itu baru laki-laki," cibir Jasmine menggurui.
"Mana dia laki-laki pengecut itu, biar aku yang memberi dia pelajaran enak saja dia. Aku gak akan rela kalau Niko menikah dengan kamu,"ni Jasmine memanas.
Siapa juga yang mau sama Niko, cibir Senja dalam hatinya. Ia tidak mau meladeni pacar Niko itu berbicara karena sepertinya orang nya galak dari pada dia dan ia tidak mau buat masalah dengannya.
__ADS_1
"Niko aku harus bagaimana? aku tidak mau bertemu Awan lagi. Aku mau pulang saja," lirih Senja.
"Jangan begitu Senja, kasian Awan dia masih sakit aku harus mengantar dia pulang lagi. Dia sudah chat minta jemput. Ayo Senja kita samperin Awan plis kasian dia," ucap Niko memohon.
"Biar aku pulang sendiri saja Nik. kamu pergi saja jemput Awan."
"Tidak bisa Senja, kamu perginya sama aku dan pulangnya juga harus sama aku juga. Karena aku yang mengajak kamu keluar tadi, apa kata Pak Agung nantinya kalau melihat kamu pulang sendiri."
"Tidak Niko, kamu pergi saja samperin Awan di taman," ujar Senja tetap menolak.
Niko berusaha mengajak Senja pergi menjemput Awan yang masih di taman tapi Senja selalu menolaknya. Akhrinya Jasmin yang turut campur ia langsung menarik tangan Senja dan membentaknya dengan kasar. "Kamu bikin pusing saja! aku tidak tahan lama-lama menunggu begini. Ayo pergi saja kalau kamu gak mau ikut duduk di sini. Kamu tinggal di bagasi saja sana!" ucap Jasmin kasar ia tidak sabar lagi karena ia sudah kepanasan berada di dalam mobil dari tadi.
"Sabar Honey, kasian Senja jangan dibentak gitu dong," ucap Niko lembut pada pacarnya.
"Alaa ... manja amat jadi cewek. Aku tidak suka lihat gaya dia lemot dan cengeng itu," dengus Jasmine sambil melayangkan tatapan sinis ke arah Senja.
Senja yang sebenarnya tidak mau ikut Niko lagi akhirnya mau tidak mau terpaksa masuk ke mobil karena takut Jasmine memarahinya.
Niko menyuruh Senja masuk ke mobil duduk di belakang. Mereka pun jalan menuju taman di sana Awan sudah lama menunggu mereka.
Dari jauh Awan melihat mobil Niko datang, ia bergegas pergi dari tempat duduknya dan mendekati mobil Niko.
"Syukurlah kamu sudah sampai aku lama menunggu," ujar Awan yang siap mau masuk mobil.
"Tuh gara-gara pacar kamu yang lemot itu. Oya jadi kamu yang namanya Awan? Heh aku tegaskan ya sama kamu, lebih baik kamu bawa jauh-jauh pacar kamu itu, jauhi Niko aku tidak suka dia dekat-dekat Niko lagi. Ini yang terakhir kalinya Niko membantu kalian untuk ketemuan aku tidak rela dia satu buah mobil dengan pacar aku lagi," dengus Jasmine pada Awan.
Niko ternganga mendengar ucapan Jasmine. Awan dan Senja pun ikut kaget mendengarnya. Saat Awan melayangkan pandangan ke arah Senja seketika itu juga Senja membuang muka dari Awan.
Awan terseyum melihat wajah Senja yang cemberut.
__ADS_1
Niko memberi isyarat pada Awan agar diam saja karena lebih baik diam dari pada menjawab kata-kata Jasmine ia tidak akan kalah.
Awan duduk di samping Senja dan Senja menggeser posisi duduknya menjauhi Awan. Niko pun menjalankan mobilnya untuk segera mengantar Awan dan Senja secepatnya. Sedangkan ia dan Jasmine akan melanjutkan perjalanan mereka jalan-jalan berdua.