Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 60. Perlengkan Bayi


__ADS_3

Sudah hampir tiga hari Karine di rawat dirumah sakit, flek itu terjadi karena Karine kurang istirahat dan pemicunya juga stres. Jadi dia benar-benar harus bestrid atau istirahat total dan tidak melakukan pekerjaan apa pun dulu, semenjak dirawat dia juga hanya diam saja. Bahkan dia tidak mau bicara dengan Mama atau pun Papa, hanya Mbok Nem yang menemaninya sepanjang hari.


"Ayo Non makan sedikit lagi, masa cuma makan tiga suap?" ucap Mbok Nem sambil memegang mangkok bubur ayam.


"Aku sudah kenyang Mbok, bahkan aku tidak tau bagaimana rasanya kenyang" Karine meneteskan air matanya.


"Mbok tau Non pasti merindukan Tuan Fedro, tapi setidaknya Non harus memikirkan kesehatan Non dan dedek bayinya. Bukan kah Non bilang akan membeli perlengkapan bayi waktu itu, jika cepat sembuh kita bisa membeli semuanya setelah pulang dari rumah sakit!" Mbok Nem berusaha membujuk Karine.


"Mbok hanya mau menghibur ku kan, palingan Mama tidak akan menyuruh ku keluar rumah" sambung Karine sambil menatap ke arah jendela.


"Kita coba dulu, bagaimana kalau dengan menyamar jadi orang lain. Nona bisa memakai rambut palsu, topi atau yang lainya" jawab Mbok Nem lagi.


"Baiklah aku akan makan, aku juga sudah bosan berada dirumah sakit" ucap Karine dan Mbok Nem yang mendengar itu pun langsung menyuapi Karine.


"Terima kasih Mbok, aku merasa cuma Mbok yang mengerti aku. Lihat Mama dan Papa mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri!" jelas Karine tentang orang tuanya.


"Jangan bicara seperti itu Non, mungkin Nyonya dan Tuan punya alasan sendiri kenapa kalian tidak bisa bersama. Mbok yakin suatu saat nanti Non akan bahagia dengan laki-laki lain walau pun itu bukan bersama dengan Tuan Fedro" Mbok memegang tangan Karine.


"Tapi rasanya sulit sekali, aku bahkan tidak yakin bisa membesarkan anak ini sendirian" Karine menghapus air matanya.


"Sudah jangan menangis lagi Non, habiskan makanya dan setelah ini kita lanjut menyulam baju yang kemarin. Tadi pagi Tina sudah membawahnya kesini!" ucap Mbok Nem sambil mengarahkan sendok kemulut Karine.


"Pasti kalian sangat kerepotan karena aku, tapi aku akan janji memberikan Mbok dan Tina hadia karena sudah merawatku" sambung Karine dan Mbok Nem pun langsung tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Karine menghabiskan makanya sampai habis, Mama hanya melihat dari luar. Dia yakin Karine masih tidak mau bicara padanya, sehingga dia menyuruh Mbok Nem sendiri yang menjaga Karine didalam. Sedangkan di luar ada dua pengawal yang menjaga pintu, tentu saja itu adalah perintah Papa agar Karine tidak kabur.


.


.

__ADS_1


.


Satu minggu berlalu Karine sudah di persilakan pulang kerumah, hari ini muka nya juga sudah lumayan cerah. Mungkin dia sudah lebih menerima kenyataan bahwa Fedro bukan laki-laki yang di takdirkan untuknya, tapi jika boleh jujur Karine sangat merindukannya.


Hari ini dia benar-benar bosan, sehingga dia menagih janjinya pada Mbok Nem untuk mengajaknya membeli perlengkapan bayi. Menurut Usg kemarin jenis kelamin anak mereka adalah laki-laki, Karine sangat senang karena pasti anak mereka mirip dengan Papanya.


"Mbok...!" panggil Karine sambil menuju dapur.


"Apa ada Non? Mbok Nem lagi ada di belakang" jawab Tina buru-buru menghampiri Karine.


"Apa yang sedang dia lakukan? tolong panggilkan dia kesini" sambung Karine lalu duduk di meja makan.


"Baiklah Non, saya panggil dulu Non. Tadi sepertinya Mbok lagi membersihan taman belakang" jawab Tina sambil berlalu pergi dari sana.


"Iya panggil dia, suruh Mang Dadang panggil Tono untuk membersihkan kebun. Jangan kalian semua yang mengerjakanya" sahut Karine dan Tina hanya menganggukan kepalanya.


Tidak lama kemudian Mbok Nem datang, dia langsung menghampiri Karine. Saat mendengar keinginan Karine, Mbok pun menyetujuinya tapi harus menghubungi Nyonya dulu. Karine pun terpaksa menurut, dengan berat hati dia membiarkan Mbok Nem menelpon Mama.


"Ayo kita pergi ke Mall, aku ingin membeli perlengkapan bayi" ajak Karine dengan Mbok Nem.


"Baiklah ayo kita pergi, tapi telpon Nyonya dulu Non. Saya tidak berani jika Nyonya tidak mengizinkan" jawab Mbok Nem.


"Baiklah telpon Mama sekarang!" sahut Karine dengan muka yang cemberut.


Mbok Nem pun langsung menuju telpon rumah, tidak butuh waktu lama Mama mengangkat nya. Sebenarnya dia tidak memperbolehkan Karine keluar, tapi karena tidak mau membuat Karine sedih akhirnya dia mengizinkan mereka untuk pergi dengan syarat anak buah Bram ikut dengan mereka.


"Bagaimana Mbok, apa kata Mama?"tanya Karine setelah Mbok Nem menurup ponselnya.


"Katanya boleh Non, tapi bodyguard di depan harus ikut dengan kita" jawab Mbok Nem sambil berjalan menghampiri Karine.

__ADS_1


"Hemmm....baiklah. Ayo kita pergi sekarang, dari pada tidak di suruh sama sekali" ajak Karine.


Mereka pun pergi keluar, Mbok Nem memanggil kedua bodyguard itu untuk ikut dengan mereka. Mbok Nem memberikan kacamata besar dan topi juga untuk Karine, tidak lupa dengan masker agar mukanya tidak kelihatan. Sebenarnya Karine pengap, apa lagi dia sedang hamil harus memakai semua benda ini.


"Silahkan masuk Nona, kita mau pergi kemana?" tanya Malik, salah satu bodyguard itu.


"Kita pergi ke Mall, kami ingin beli perlengkapan bayi" jawab Karine lalu langsung masuk kedalam mobil, diikuti oleh Mbok Nem yang duduk di sampingnya.


"Cepat jalan! sebelum Mama berubah pikiran dan menyuruh ku pulang" ucap Karine setelah duduk di dalam mobil.


"Baik Nona, kita berangkat sekarang!" jawab Malik lalu melajukan mobilnya.


Dalam perjalanan mereka tidak banyak bicara, Karine pergi ke Mall nya sendiri. Sesuai dengan keinginan mereka setelah sampai disana tidak ada yang mengenalinya. Apa lagi penampilanya yanh jauh berbeda dengan dia dulu, ditambah lagi dengan topi serta kacama dan masker yang sangat menganggu.


Mereka langsung menuju toko perlengkapan bayi, tentu saja Karine sudah hapal karena hampir tidak bulan dia memeriksa semua sudut Mall nya.


"Selamat datang Nyonya, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu pegawai toko pada mereka.


"Kami mau cari perlengkapan bayi" jawab Mbok Nem sambil tersenyum.


"Ayo ikut saya Nyonya, perlengakap bayo baru lahir di toko kami sangat lengkap. Apa yang mau Mbak nya cari lebih dulu?" tanya nya pada Karine.


"Kita cari baju dulu, disebelah mana baju bayi nya?" tanya Karine berusaha merubah suaranya.


"Suara Mbak nya seprtinya tidak asing, mirip siapa ya?" tanya nya bingung.


"Mungkin hanya kebetulan saja, banyak orang juga yang sering bertemu dengan Mbak" jawab Mbok Nem dengan santai agar dia tidak curiga.


"Benar juga, mungkin aku salah. Mari ikut saya!" sambungnya mengajak mereka kearah baju-baju bayi.

__ADS_1


Karine pun langsung memilih beberpa baju, Mbok Nem juga ikut memilih. Cukup banyak baju yang dia beli, Mbok Nem sampai bilang berlebihan karena nggak akan kepakai semua juga. Tapi apa daya dirinya, Karine membeli banyak baju. Dia seperti membeli jajan diwarung, mengambil semua yang dia inginkan.


__ADS_2