Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 66. Proyek Kerja


__ADS_3

Setelah pulang dari kafe Fedro langsung menuju kantor Angga, katanya Om Perdi juga sudah menunggu disana. Dia tidak bisa menolak karena Angga sangat baik padanya, jika tidak ada mereka entah siapa yang akan membantu Fedro saat ini. Mungkin saja dia akan semakin terpuruk dengan keadaanya saat ini, belum lagi masalah dengan Karine kemarin.


Fedro masuk kedalam perusahan, salah satu karyawan mengatar Fedro keruangan Angga. Fedro pun langsung masuk kesana, benar saja Angga sedang duduk bersama dengan Papanya.


"Selamat siang Om...!" sapa Fedro saat masuk kedalam.


"Siang Fedro, silahkan duduk. Tolong buatkan kopi untuk kami" sambungnya sambil bicara pada karyawan yang mengantar dia tadi.


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu Tuan" jawabnya lalu keluar dari sana.


Fedro pun duduk disamping Angga, ini adalah kali ke tiga pertemuan mereka. Fedro lebih sering bertemu dengan tante Helen karena membicarkan menu kafe, Om Perdi memang jarang ikut campur urusan bisnis istrinya.


"Ada apa Ini? tumben Om mau ketemu?" tanya Fedro sambil tersenyum.


"Iya Om mau bicara tentang pekerjaan sama Kamu, Angga bilang kamu sangat memahami peluang bisnis. Sebenarnya saya ingin Angga menangani proyek ini tapi karena Angga belum cukup berpengalaman jadi saya ingin kamu membantu saja" jawab Perdi setelah Fedro duduk.


"Proyek apa yang Om makasud? Saya tidak mengerti. Lagian juga Angga sudah bisa mengurus semuanya, aku percaya Angga bisa" jawab Fedro merasa tidak enak kerana Angga terus membantunya.


"Justru itu saya ingin kamu membimbing Angga dalam proyek ini" jawab Om Perdi lagi.


"Tentu saja saya akan membibimbing Angga, saya akan membantu dia Om tidak perlu khawatir" sambung Fedro lagi.


"Jadi kamu mau turun langsung mengurus proyek Ini? Angga memang perlu banyak belajar jadi dia tidak bisa menghendel semunya sekaligus" jawab Om Perdi lagi menjelaskan kepada Fedro.


"Memang ini proyek apa Om? Proyek pembangunan hotel atau apartemen?" Tanya Fedro lagi karena dia ragu untuk menerima tawaran ini.


"Ini lebih besar dari itu, salah satu investor luar negeri ingin membangun sebuah perusahan di bawah naungan perusahan ini. Kamu adalah orang yang berbakat dan saya percaya kamu bisa" jawab Om Perdi penuh harap.


"Baiklah saya akan membantu Om dan Angga, saya juga sangat berterima kasih dengan keluarga Om karena telah banyak membantu saya" Akhirnya Fedro menyanggupinya.


"Bagus kamu mulai bisa kerja besok, datang keperusahan bersama dengan Angga" sambung Om Perdi dan Fedro pun langsung menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih karena Om telah mempercayai saya" jawab Fedro kemudian.


"Sama-sama saya juga berterima kasih karena kamu juga banyak membantu Angga" ucapnya dan Angga hanya menyimak pembicaraan mereka.


"Kamu bisa bahas proyek ini lebih lanjut bersama Angga, bimbing dia agar jadi pebisnis handal sepeti kamu" sahut Om Perdi lagi.


"Tentu saja saya akan melakukan itu Om, Om tidak perlu berterima kasih" jawab Fedro sambil tersenyum memandang kearah Angga.


"Tidak apa-apa itu memang harus Om lakukan karena Angga sudah bercerita banyak tentang kamu" ucap Om Perdi.


"Baiklah kalau begitu Om pamit dulu, masih ada beberapa klien yang harus Om temui" ucapnya lagi, maklum lah dia memang orang yang sibuk selain memiliki perusahan yang saat ini di pimpin Angga. Papanya juga mempunya beberapa bisnis lainya seperti perhotelan, perumahan elit di kota S.


"Iya Om hati-hati dijalan" jawab Fedro sambil melihat kepergian Om Perdi.


Tinggalah mereka berdua disana, Fedro merasa tidak enak karena Angga selalu saja membantunya apa lagi ini adalah pekerjaan penting. Keuntungan yang mereka dapatkan nanti juga tidak main-main, tapi di balik semua ini Fedro bersyukur masih ada Angga yang selalu baik padanya.


"Hemmmm" Fedro terlihat menghembuskan nafasnya, Angga memandanginya sambil tersenyum.


"Jangan menghela nafas seperti itu, aku tau ini adalah bidang pekerjaan yang kamu inginkan. Anggap saja ini adalah sebuah keberuntung" jawab Angga sambil menepuk pundak Fedro.


"Bukan kah ini terlalu berlebihan, kamu sudah cukup banyak membantu ku. Tapi aku merasa tidak enak karena selalu mengandalkan kamu dalam segala hal" ucap Fedro mengungkapan isi hatinya.


"Jangan bilang begitu, aku juga menganggap kamu seperti keluarga sendiri. Lagian aku juga tidak bisa terlalu sibuk, sebentar lagi Vio akan melahirkan" jawab Angga memberikan alasan kenapa dia menyuruh Fedro mengurus proyek ini.


"Baiklah aku akan membantu kamu, jadi dari mana investor itu?" Tanya Fedro kemudian.


"Dari ingris, namanya Tuan Robet Wilam. Katanya dia sudah hampir 10 tahun belakang bekerja sama dengan Papa, dia tinggal di Ingris tapi sering mengunjungi indonesia" jawab Angga berdasarkan informasi yang dia dapat dari Papanya.


"Baiklah jadi kapan kita bisa bertemu denganya? Apa mereka juga sudah menemukan lokasi yang tepat?" Tanya Fedro karena penasaran.


"Mungkin besok, aku pastikan kamu akan betah bekerja disini. Untuk masalah tempatnya tidak perlu di khawatirkan, mereka sudah menetukan tempatnya dan saat ini masih dalam pengerjaan" jawab Angga lagi.

__ADS_1


Mereka banyak mengobrol tentang masalah pekerjaan ini, Angga sangat senang karena akhirnya Fedro mau menerima tawarannya. Melihat Fedro selama ini dia jadi kasihan, belum lagi harus membesarkan putranya seorang diri.


.


.


.


Setelah dari perusahan Fedro memutusakan untuk pulang kerumahnya, dia juga ingin menghabiskan banyak waktu bersama dengan baby Al. Sesampainya dirumah mereka sudah bersiap-siap akan pulang, tapi sebelum itu mereka ingin berbicara dengan Fedro.


"Aku pulang! Mana Al nya Bu?" Tanya Fedro saat masuk kedalam rumah melihat Bu Helen sudah duduk di sopa bersam dengan Pak Dedi.


"Tuan sudah pulang, baby Al sedang tidur kekamarnya" jawab Bu Helen pada Fedro.


"Begitu ya, Bu Helen dan Bapak bisa pulang sekarang biarkan saya menjaga Al" jawab Fedro sambil berjalan kearah kamar putranya.


"Tunggu Tuan, kami ingin membicarkan sesuatu dengan Tuan. Ini masalah pekerjaan!" Sambung Pak Dedi dan Fedro pun menghentikan langkahnya.


"Ada apa Pak? Apa mereka setuju kalau kalian tinggal disini?" Tanya Fedro sambil menghampiri mereka.


"Itu lah yang ingin saya bicarakan Tuan, tadi saya sudah memberitahu anak kami. Tapi sepertinya mereka tidak mengizinkan, kami memutuskan untuk berhenti bekerja Tuan" jawab Pak Dedi membuat Fedro terkejut.


"Iya sebaiknya Tuan cari baby sister untuk menjaga baby Al, kami mohon maaf karena mengatakan ini dan terkesan terburu-buru" sahut Bu Helen membuat Fedro paham, jadi mereka memang tidak ingin bekerja disini lagi.


"Baiklah terima kasih sudah membantu ku selama ini, aku juga tidak bisa memaksa kalian. Ini adalah gaji terakhir kalian" Fedro mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikanya kepada mereka.


"Kami juga berterima kasih karena Tuan sangat baik" jawab Bu Helen pada Fedro.


"Kalau begitu saya pamit dulu Tuan, semoga ada suster baru yang bisa menjaga baby Al dengan baik"  sambungnya lagi dan Fedro pun hanya menganggukan kepalanya.


Fedro hanya melihat mereka pergi, sebenarnya dia ingin tau kenapa mereka tiba-tiba ingin berhenti. Padahal mereka baik-baik saja, mereka juga terlihat senang berada disini. Itu semua sedikit menggangu pikirkan Fedro, tapi apa boleh buat dia akan mencari orang lain untuk menjaga Al.

__ADS_1


__ADS_2