Pernikahan Tanpa Restu

Pernikahan Tanpa Restu
Episode 65. Hampir Gila


__ADS_3

Sudah hampir satu minggu Karine berada di rumah sakit, selama itu juga dia hanya diam dan bengong. Lebih banyak melamun sambil memeluk baju bayi yang dia sulam sendiri, Mama dan Papa sudah habis akal untuk membujuk Karine berbicara. Hingga hari ini dia di perbolehkan pulang oleh dokter, Papa dan Mama mengajaknya pulang. Dia hanya diam dan tidak menolak, dalam perjalanan dia juga hanya diam sambil menatap jalanan.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai dirumah, terlihat Mbok dan para pekerja lainya menyambut kepulangan Karine. Mereka hanya bisa menundukan kepalanya saat Karine hanya diam saja dan tidak membalas ucapan mereka, Mama yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafasnya.


"Selamat datang kembali di rumah Nona!" ucap mereka sambil tersenyum pada Karine.


Karine masuk begitu saja tanpa membalas sapaan mereka, Mama pun mengisyaratkan mereka untuk bubar.


"Kembali lah kebelalakang, mungkin Karine lagi butuh istirahat" sambung Mama.


"Baiklah Nyonya, kami permisi dulu" jawab mereka sambil menundukan kepalanya.


Mama dan Papa pun hanya bisa melihat Karine naik keatas, percuma juga Mama menenangkan Karine karena dia masih akan tetap sama. Diam tanpa menghiraukan orang lain, setelah melihat Karine sudah naik keatas. Mereka memilih duduk di ruangan santai, Papa terlihat sedikit kesal.


"Kenapa wajah Papa ditekuk begitu?" tanya Mama sambil duduk disamping Papa.


"Aku pusing memikirkan semua ini, lihat Karine sepertinya hampir gila. Apa yang bisa aku harapkan darinya!" jawab Papa sambil memijat kepalanya.


"Aku yakin Karine pasti kuat, Karine hanya perlu waktu untuk menerima semua ini. Mama yakin" sambung Mama sambil memegang tangan Papa.


"Aku harap apa yang kamu katakan benar, sepertinya kamu juga harus banyak membujuk dia untuk pergi keluar agar bisa melupakan Fedro" ucap Papa dan Mama pun menganggukan kepalanya.


"Apa Papa sudah mencari dimana kampus yang bagus?" tanya Mama lagi.


"Sudah, aku sudah menyuruh Bram untuk mencari tau. Sepetinya aku akan menyuruh dia tinggal di China bersama dengan Oma, selain itu banyak keluarga kita disana. Karine juga tidak akan bisa macam-macam" Papa sudah memikirkan ini matang-matang.

__ADS_1


"Aku setuju dari pada dia di Amrik, kita nggak bisa menjaga Karine. Mama akan membujuk dia agar dia mau" jawab Mama menyetujui rencana suaminya.


"Terus bagaimana dengan Fedro? apa Papa yakin dia tidak akan mengganggu Karine lagi. Mama takut dia nekad dan menghancurkan semua rencanan kita" ucap Mama mengungkapkan kekhawatirannya.


"Mama tenang saja, Papa sudah mengancam Fedro. Jika dia berani mendekati Karine lagi Papa yang akan menghabisi dia dan juga bayi mereka, jangan pikir Papa tidak bisa melakukanya. Mama tidak usah mengkhawatirkan semua itu!" jawab Papa dengan leluasa dia mengatakan bahwa dia akan melenyapkan Fedro dan cucunya.


.


.


.


Sedangkan Fedro sudah membawah bayinya ke kota S, banyak yang dia pikirkan setelah pulang dari rumah sakit kemarin. Beberapa hari dia membuntuti Karine hingga pulang dari rumah sakit, Fedro cukup lega karena Karine baik-baik saja. Jujur tidak mudah melupakan kenangan mereka, apa lagi ada bayi kecil hasil buah cinta mereka.


Fedro tidak tinggal dirumah itu lagi karena banyak kenangan tentang Karine disana, dia tidak sanggup untuk terus tinggal disana. Akhirnya dia menyewakan rumah itu tanpa menjualnya, Fedro membeli sebuah aparteman yang tidak jauh dari Kafe yang sedang dia bangun. Tentu saja dia membayar semua ini dengan cara mencicil, dia tidak punya uang sebanyak itu.


"Bu tolong titip Al ya, aku harus mengawasi proyek pembangunan hari ini. Maaf membuat kalian harus datang pagi-pagi!" ucap Fedro saat Bu Mina dan Pak Dedi datang keapartem Fedro.


"Tidak apa-apa Tuan, jangan merasa di repotkan. Sini biar saya yang menggendong baby Al" Bu Mina pun langsung mengedong Al.


"Sepetinya kalian harus tinggal disini jika tidak keberatan, tidak mungkin kalian bolak balik terus" jawab Fedro, mereka berdua sudah bekerja selama dua hari disini.


Pak Dedi dan Bu Mina tinggal bersama dengan anak pertamanya, awalnya mereka tinggal didesa tapi karena tidak ada salah satu anak mereka diasana. Mereka juga tinggal berdua, jadi mereka memutuskan untuk ikut tinggal di kota. Kenapa Fedro kenal dengan mereka karena istri dari anak Pak Dedi bekerja di restoran Mama Angga, jadi dia yang merekomendasikan karena pekerjaanya juga tidak terlalu melelahkan.


"Baiklah Tuan akan saya bicarakan dengan anak saya dulu, kalau memang di ijinkan kami akan tinggal disini" jawab Pak Dedi.

__ADS_1


"Iya bicarakan saja dulu, Oh iya aku hampir telat aku pergi dulu!" sambung Fedro pergi dari sana.


Fedro tidak khawatir karena dia sudah memasang semua sudut dengan cctv, sejauh ini mereka juga bersikap baik dan jujur.


Ternyata tidak semudah yang dia bayangkan membesarkan anak seorang diri, apa lagi dia tidak tau apa-apa tentang bayi. Bahkan dia harus begadang tiap malam saat bayi nya, awalnya juga dia tidak tau bagaiman membuat susu untuk bayinya. Tapi untunglah dia selalu menghubungi Angga karena Vio tau semuanya, dia sudah mengikuti kelas ibu hamil karena sebentar lagi dia juga akan melahirkan.


Setiap pekan mereka sering menghabiskan waktu bersama di kafe Mama Helen, mereka memberikan semangat kepada Fedro. Apa lagi Manda juga terlihat sangat menyukai anak-anak, Fedro sangat berterima kasih dengan keluarga Angga karena sudah menganggap dia sebagai keluarga.


"Halo, ada apa kamu menghubungi ku?" tanya Fedro sambil mengangkat panggilan dari Angga.


"Kamu ada dimana?" tanya Angga kemudian.


"Aku ingin memberitahu kamu kalau Papa ingin bertemu dengan kamu" sambung Angga.


"Ada apa memangnya, tumben Om Perdi ingin bertemu dengan ku?" tanya Fedro terkejut karena Papa Angga ingin bertemu denganya.


"Dia ingin membicarkan bisnis dengan kamu, aku yang mengatakan kalau kamu hebat dalam mencari peluang" jawab Angga karena Papanya ingin membicarkan tentang bisnis.


"Kapan dia ingin bertemu, aku harus mengawasi proyek kafe hari ini?" tanya Fedro lagi.


"Setelah kamu pulang dari kafe saja, hubungi aku nanti" jawab Angga.


"Baiklah aku akan menghubungi kamu nanti" sambung Fedro menyetujuinya.


Kemarin Angga dan Papanya baru saja membicarkan tentang salah satu investor mereka dari ingris, dia ingin membuka salah satu perusahan tentu saja cabang perusahan dari CM grup milik Papanya Angga.

__ADS_1


Angga belum bisa memegang sepenuhnya proyek ini, dia juga masih banyak belajar. Kemudian tiba-tiba ide terlintas di pikiranya untuk mengajak Fedro mengerjakanya bersama-sama, Fedro sangat hebat dalam menangani semua proyek.


__ADS_2