Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Fitting


__ADS_3

Hampir satu jam Exel berada di rumah orang tua Jenie dan mengobrol santai dengan kedua paruh baya itu sebelum akhirnya pamit pulang karena mulai larut malam.


‘’sementara di kamarnya Jenie belum juga tidur, bukan marah atau cemburu, ia hanya penasaran pada wanita yang tadi bersama Kevin, ingin tau wanita seperti apa yang mampu menarik perhatian Kevin.


‘’Belum tidur?’’ tanya mama.


‘’mama , bikin Jenie kaget aja deh.’’


‘’Kamu punya masalah? Cerita dong sama mama.’’ mama Catrine kini sudah ikut berbaring di samping Jenie dengan mengelus rambut wanita itu.


‘’Masalah? Nggak ada kok ma, Jenie nggak ada masalah apapun.’’


‘’Terus kenapa tadi masuk gitu aja, bertengkar lagi sama Exel?’’


Jenie tertawa kecil, kalau itu jangan ditanya lagi, memangnya kapan mereka berdua akur? Setiap bertemu pasti selalu diselingi dengan banyak perdebatan kecil.


Jenie menggeser tubuhnya dan masuk kedalam pelukan mamanya. ‘’Jenie ngantuk, mama tidur disini ya sama Jenie.’’ Pintanya, mama pun tidak menolak, mengelus ngelus lembut punggung Jenie agar wanita itu cepat tertidur.


*****


‘’Hai Xel.’’ sapa Sasa menghampiri, bukannya mendapat sambutan hangat, Exel malah menatap wanita itu dengan mata tajamnya, setelahnya berdiri karena tidak ingin berlama-lama bersama Sasa.


‘’Xel kamu kenapa sih, kenapa kamu menjauhiku sekarang, apa karena Jenie?’’


Exel tersenyum sinis ‘’memangnya kita pernah dekat? dengar ya Sa dari dulu aku nggak pernah mau berteman denganmu kalau kau bukan sahabat Jenie.’’ Tunjuknya didepan wajah Sasa.


‘’Jenie Jenie Jenie selalu saja Jenie yang kau pikirkan, apa tidak pernah sekalipun kau memikirkanku?’’


Exel kembali tersenyum sinis. ‘’kau pikir kau siapa sampai aku harus memikirkanmu, sorry nggak level.’’ Ucapnya dan meninggalkan Sasa sendirian.


untung saat ini parkiran sedang sepi hingga tak ada yang melihatnya bersama Sasa kalau tidak pasti akan tersebar gosip yang tidak-tidak.


Dari awal Exel memang tidak pernah menyukai Sasa, hanya saja dulu Jenie selalu membawa wanita itu saat berkunjung kerumahnya dan mau tidak mau exel pun ikut bermain bersamanya.

__ADS_1


Exel semakin membencinya karena beberapa kali ia mendengar Sasa yang selalu menjelekan jenie dan menuduh Jenie yang tidak-tidak, saat itu sebisa mungkin Exel ingin menjauhkan Jenie dari Sasa tapi percuma karena Jenie sangat percaya pada wanita itu.


‘’Lihat saja Exel, semakin kau mencintainya semakin besar keinginanku untuk menghancurkannya.’’ Geram Sasa, kedua tangannya terkepal dengan mata yang terus melihat punggung Exel yang berjalan tanpa ragu meninggalkannya bahkan berbalik sekilas pun tidak.


Sasa menyukai Exel sebelum Jenie menceritakan padanya tentang Jenie yang juga menyukai pria itu.


Saat itu Sasa pura-pura mendukung tapi dalam hatinya selalu geram saat Jenie menceritakan Exel padanya, awalnya Sasa sangat senang karena Exel yang terus menolak perasaan Jenie tapi entah kenapa tiba-tiba Exel berbalik mengejar Jenie dan mereka pun jadian.


Saat itu Sasa sangat jengkel pada Jenie dan ingin melakukan cara apapun untuk bisa memisahkan keduanya, dan akhirnya usahanya tidak sia-sia, ia berhasil membuat Jenie pergi dari Exel.


Dan untuk Kevin, dari awal Sasa sama sekali tidak menyukainya, ia menerima Kevin karena tau Jenie menyukai pria itu, apalagi Kevin terlihat sangat menyayanginya dan selalu menuruti keinginannya dan tentu saja ia mendapat banyak keuntungan dari hubungannya bersama Kevin, terkadang ia marah saat Kevin bersama Jeni padahal dialah yang merencanakan semuanya, bukan karena cemburu tapi ia tidak ingin kehilangan Kevin yang selalu menurut padanya.


*****


‘’Bagaimana, cantik nggak?’’ tanya Jenie sembari memperlihatkan dirinya yang sekarang sudah mengenakan wedding dress pilihannya.


Exel tidak menjawab, pria itu terpesona, benar-benar terpesona sampai tidak bisa berkata apa-apa dan hanya tersenyum.


Melihat itu Jenie pun tersenyum dan berjalan mendekat pada Exel.


‘’Iya aku terpesona, gaunnya sangat cantik, siapa ya kira-kira yang membuatnya?’’ dengan tangan yang memegang wedding dress yang sekarang dikenakan Jenie.


Jenie memutar bola matanya, memperbaiki duduknya dan menyandarkan kepalanya di punggung sofa, sedang Exel berdiri untuk mencoba tuxedonya.


10 menit kemudian. ‘’Gimana oke nggak?’’ tanya Exel berjalan menghampiri Jenie, wanita itu meletakan ponsel yang dari tadi dimainkannya dan melihat ke arah Exel.


Berdiri, bertepuk tangan dan mengelilingi tubuh Exel yang menurutnya terlihat sangat sempurna dengan tuxedo yang sekarang dikenakannya.


Pria itu sangat tampan, benar benar sangat tampan bahkan pegawai wanita yang ada di butik itupun berdecak kagum saat melihat penampilan Exel.


Jenie meminta Exel menundukan tubuhnya, sedikit memperbaiki tatanan rambut Exel setelahnya tersenyum pada pria itu, menggandeng lengan Exel dan meminta karyawan butik untuk mengambil foto mereka.


‘’Benar-benar pasangan yang serasi.’’ puji para karyawan butik membuat Exel dan Jenie tersenyum, keduanya saling bertatapan, tidak lama, dan setelahnya memfokuskan kembali wajah mereka menghadap kamera.

__ADS_1


*****


‘’Kau mau makan apa?’’ tanya Exel pada Jenie, kini keduanya sedang berada di satu cafe yang tidak jauh dari butik karena Jenie yang tiba-tiba mengatakan lapar.


‘’Aku mau ini, ini, ini, ini dan ini.’’ Tunjuk Jenie dengan mata berbinar, wanita itu memang selalu suka melihat banyak jenis makanan tapi sayang perutnya sama sekali tidak mampu menampung banyak makanan, kalau kata orang, tipe orang seperti ini hanya lapar mata saja😀.


‘’Memangnya kau bisa menghabiskan semuanya?’’ tanya Exel.


Jenie menggeleng. ‘’aku tidak bisa menghabiskan semuanya tapi aku ingin mencicipi semua makanan itu, lagian ada kau disini yang bisa menghabiskan semua makanannya.’’


‘’Kau pikir perutku terbuat dari apa?’’


‘’Ya mana ku tau, tanyakan pada Tuhan.’’ jawab Jenie dengan nada cueknya.


sambil menunggu makanan di sajikan, Jenie mengeluarkan ponselnya dan berselancar di dunia maya, baru 2 menit, tiba-tiba layar ponselnya berubah hitam, ternyata ponselnya lowbet.


‘’Xel pinjam ponselmu dong, ponselku lowbat.’’ Jenie meminta dengan membuka satu tangannya.


Exel cuek, berpura-pura tidak mendengarnya dan meneruskan kegiatannya yang sedang membaca beberapa artikel yang berkaitan dengan dunia bisnis.


‘’Xel pinjam dong.’’ Rengek Jenie, wanita itu merasa bosan kalau duduk diam tanpa melakukan apapun.


‘’Mau kemana kau?’’ tanya Exel melihat Jenie berdiri dari tempat duduknya.


‘’Ingin meminjam ponsel seseorang, siapa tau mereka meminjamkannya.’’


‘’Kau ini, duduklah.’’ suruh Exel dengan memberikan ponselnya pada Jenie sedang Jenie tersenyum senang, hal itu selalu dilakukannya dari dulu dan pasti Exel akan selalu mengalah padanya.


‘’Xel, cantik banget deh, coba lihat.’’ memperlihatkan pada Exel layar ponsel yang sedang menunjukan gambar kalung yang indah dengan harga fantastis.


‘’Bagus tidak?’’


Exel mengangguk.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2