Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Jenie diculik 2


__ADS_3

‘’Kau ini ada-ada saja, kalau dia akan bertemu Jenie berarti dia dong yang menculik Jenie.’’


‘’Oh iya ya, hehehe aku nggak kepikiran.’’ Ucapnya lalu keduanya melangkah pergi sedang pak Reza hanya menyeringai melihat keduanya dan memutuskan langsung ke unit apartemennya.


Sementara, di ruangan yang tidak terlalu besar, dengan pencahayaan yang cukup, Jenie baru saja terbangun, wanita itu mengerjapkan matanya beberapa kali, merasa asing dengan ruangan tempat ia berada sekarang, mencoba mengingat apa yang terjadi, seingatnya tadi dia akan bertemu Sasa tapi tiba-tiba ada yang menutup mulut dan hidungnya dengan bius, setelahnya ia sama sekali tak ingat apa-apa lagi.


Ceklek


Menutup matanya kembali saat mendengar seseorang sedang membuka pintunya.


‘’Masih tidur ya.’’ ucap pak Reza dengan tangannya yang membawa makan malam untuk Jenie.


‘’Siapa ity, kenapa suaranya seperti tidak asing.’’ Guman Jenie, mencoba membuka mata dan betapa kagetnya ia melihat pak Reza sedang duduk di sampingnya dengan tangan yang akan menyentuh wajahnya, dengan cepat ia bangun dan menggeser tubuhnya sedikit jauh dari pak Reza.


‘’Kenapa pak Reza disini, ini dimana?’’ Jenie melihat setiap sudut kamar.


‘’Kita akan tinggal disini untuk sementara waktu.’’


‘’Maksud pak Reza apa, saya punya keluarga, saya punya suami jadi kenapa saya harus tinggal bersama bapak?’’ geram Jenie


Jenie kembali menjauhkan tubuhnya saat pak Reza mendekatinya. ‘’Stop pak jangan mendekat atau aku akan berteriak.’’ Ancam Jenie yang hanya membuat pak Reza tertawa.


‘’Silahkan, mau sekeras apapun kau berteriak tidak akan ada yang mendengarnya.’’

__ADS_1


‘’Makan makananmu sebelum dingin.’’ pak Reza berdiri, mengambil makanan yang tadi dibawanya kemudian memberikannya pada Jenie setelahnya ia keluar dari kamar.


‘’Pak Reza, pak Reza.’’ Jenie ikut berdiri, menggedor pintu yang sudah tertutup kembali. ‘’Pak Reza tolong lepaskan aku, keluarkan aku dari sini, Exel kamu dimana, tolongin aku.’’


‘’Kamu dimana Jen?’’ Exel duduk di sofa kamar sambil memandang foto Jenie, sedikit meremas rambut bagian depan merasa frustasi karena belum bisa menemukan Jenie juga.


Berdiri, kembali mengecek beberapa salinan cctv apartemen yang tadi disalinnya, hampir sejam melihat, Exel belum juga mendapatkan sesuatu, memutuskan untuk melihat lagi, menurutnya ia pasti kan mendapat petunjuk dari sana, semakin larut, Exel terus memperhatikan, tiba-tiba terpikir olehnya semua CCTV yang rusak berada ditempat-tempat yang terbilang cukup ramai, seperti lift, parkiran, dan lobby sedang yang tidak dirusak itu CCTV tangga darurat, CCTV depan lift dan CCTV koridor per masing-masing lantai kecuali lantai unit mereka yaitu lantai 23.


Exel kembali melihat dengan teliti, CCTV depan lift dan sama sekali tak melihat Jenie masuk ke dalam lift, ia juga melihat CCTV tangga darurat dan sama sekali tak melihat Jenie melewati tangga darurat, tapi setelah dilihat lagi akhirnya dia sadar, rekaman CCTV yang diambilnya bukannya tidak dirusak tapi ditempel dengan foto yang sama seperti pemandangan yang ditampilkan oleh CCTV itu hingga semua orang akan mengira CCTV itu tidak rusak, padahal yang mereka lihat hanyalah sebuah foto, pantas saja dari tadi Exel merasa ada yang ganjel, apalagi waktu yang ditampilkan CCTV sama sekali tidak berubah.


Dia menjadi lebih khawatir, sepertinya orang yang menculik Jenie sudah sangat merencanakan semua ini dan bisa dipastikan dia merupakan orang yang cerdas karena bahkan ia sampai kepikiran untuk mengecoh mereka dengan rekaman CCTV palsu.


‘’Mau apa bapak kesini?’’ bentak Jenie dengan nada tidak sukanya saat Reza kembali memasuki kamar tempatnya dikurung, entah apa yang akan dilakukan pria itu tapi Jenie melihatnya membawa alat perekam, menyetelnya dan meletakkannya di atas meja.


‘’Lepasin.’’ Bentak Jenie saat pak Reza menarik, mendorong dan mengukung tubuhnya diatas ranjang.


Sedang Exel sama sekali tidak tidur, pria itu terus memikirkan, entah dimana Jenie berada sekarang, entah apa yang terjadi dengan wanita itu sekarang, dia sama sekali tak bisa menutup matanya karena pikirannya terus berputar.


Paginya, hampir jam 8 pagi, Exel keluar dari apartemen.


‘’Pak Reza?’’ tegur Exel melihat pak Reza yang keluar dari unit apartemen tepat di samping unit apartemennya dan jenie.


‘’Pak Reza tinggal disebelah?’’ tanya Exel, pak Reza mengangguk dan menghampiri Exel, setelahnya pamit karena harus mengajar pagi ini.

__ADS_1


‘’Oh ya, apa sudah ada kabar tentang Jenie?’’ tanyanya sebelum melangkah pergi.


Exel tak langsung menjawab, pria itu mengerutkan keningnya, darimana pak Reza tau kalau Jenie hilang, ia merasa tak pernah memberitahu siapapun selain keluarga, Eiden dan Alisha.


‘’Oh itu, kemarin saya bertemu Alisha di parkiran dan saat itu dia sedang mencari Jenie.’’ Ucap pak Reza melihat raut wajah bingung Exel.


Exel mengangguk kecil, membuang nafas kasarnya lalu kembali menggeleng pada pak Reza. ‘’Jenie belum ada kabar sama sekali pak, saya takut terjadi apa-apa padanya.’’


Pak Reza mengangguk kecil tanpa mengatakan apapun setelahnya pergi dari tempat itu dengan seringan di wajahnya, sebentar lagi dia akan mengirim kejutan untuk Exel yang mungkin akan membuat pria itu meninggalkan Jenie selamanya.


Sehabis makan siang, Exel, papa Bowo dan papa Robert berada di ruang kerja papa Bowo untuk membahas masalah penculikan Jenie.


‘’Oh s**t.’’ maki Exel melihat video yang baru saja dikirimkan padanya.


‘’Apa yang terjadi Xel?’’ tanya papa Bowo dan papa Robert bersamaan, Exel pun menunjukan video yang tadi diterimanya pada kedua paruh baya itu.


‘’Brengsek.’’ geram papa Bowo dan ppa Robert secara bersamaan saat melihat Video dimana seorang pria yang sama sekali tak mereka kenal sedang berusaha mempe**sa Jenie sedang Exel, pria itu tak lagi berucap, kini air mata sudah mulai mengalir dari matanya, apa yang akan dilakukannya sekarang? Sanggupkah ia bertemu Jenie sekarang?


Tak tinggal diam, papa Bowow dan papa Robert langsung menelusuri IP yang pengirim yang sekarang sedang berada disebuah hutan yang lumayan jauh dari pusat kota.


‘’Apa yang kau lakukan, apa kau tidak ikut bersama kami?’’ tanya papa Robert melihat Exel yang hanya duduk diam padahal mereka sudah akan bergegas menuju hutan berharap akan menemukan Jenie disana.


‘’Exel.’’ teriak papa Bowo melihat Exel yang masih saja melamun, ia tau apa yang tengah dirasakan putranya itu tapi saat ini harusnya fokus mereka lebih pada bagaimana menemukan Jenie dan untuk masalah itu biarlah diselesaikan nanti.

__ADS_1


Bersambung


Maaf ya hari ini updatenya agak telat🙏


__ADS_2