
Exel makan dengan terus memperhatikan punggung Jenie. ‘’Makan Xel, istrimu nggak bakalan hilang.’’ Ucap Andre yang sama sekali tak di pedulikan, tak menegur lagi, Andre membiarkan Exel dan fokus pada makananya.
[cantik banget sih]~Exel
Jenie hanya membacanya, wanita itu kembali memasukan ponselnya ke dalam tas tanpa membalas chat Exel.
[kenapa nggak dibalas?]
Kali ini Jenie bahkan tak membacanya, Exel pun berhenti mengirimkan chat
*****
‘’Sedang apa ma?’’ Tanya Jenie mengintip mertuanya dari belakang, mertuanya tersenyum melirik Jenie sekilas.
‘’Kamu sudah pulang?’’
‘’Iya ma, Exel nya belum pulang ya ma.’’ Tanya Jenie karena belum melihat mobil Exel di parkiran rumah itu.
‘’Udah kok dari setengah jam lalu.’’
‘’Mobilnya nggak ada ma.’’
‘’Oh itu paling juga lagi di servis, yaudah kamu naik gih, istirahat.’’ Jenie pun mengangguk.
‘’Tumben.’’ Ucap Jenie berjalan menghampiri Exel yang sedang tidur, wanita itu sedikit membungkuk melihat wajah Exel. ‘’aku pulang.’’ ucapnya dan mencium kening Exel.
‘’Exel’’ Teriaknya saat Exel menariknya dan dengan cepat mengukung tubuhnya.
‘’Harusnya aku curiga, kamu nggak mungkin tidur jam segini.’’
‘’Tadi aku hampir tidur tapi tiba-tiba ada yang datang dan mencium keningku jadi terpaksa aku bangun lagi karena tak bisa berkonsentrasi untuk tidur.’’
‘’Ngomong apa sih Xel.’’ Ucapnya tersenyum, sedikit memalingkan wajahnya ke samping yang langsung dikembalikan Exel ke posisi semula, pria itu menatap dalam pada Jenie dan berbisik ‘’main bentar ya’’
Jenie memutar bola matanya, sebentar yang diucapkan Exel itu sama dengan bulshit, pria itu akan terus menyerangnya, bahkan terkadang Jenie harus pura-pura mengantuk agar Exel menghentikan kegiatannya yang sepertinya tak ada puas-puasnya menyerang tubuhnya.
__ADS_1
‘’Belum juga dijawab.’’ ucap Jenie saat Exel menyerang lehernya.
‘’Xel aku mandi dulu deh, keringetan aku dari pagi.’’
‘’Ngapain, toh bakalan penuh keringat lagi.’’’Ucapnya menarik tubuh Jenie hingga terduduk, perlahan ia melepas pakaian yang melekat ditubuh Jenie, matanya membola melihat Jenie yang ternyata tak menggunakan bra.
‘’Kamu nggak pake bra tadi ke kampus?’’ Tanyanya
Jenie mengangguk kecil
‘’Kenapa nggak pake Jen?’’
‘’Ya lagi nggak pengen aja.’’
‘’Kamu tuh, kalau ada yang nggak sengaja menyenggol bagaimana?’’
‘’Yaudah orang nggak sengaja ini, mau diapakan lagi.’’ Ucapnya santai dengan gaya cueknya.
‘’Aku nggak mau tau pokoknya mulai besok aku akan memeriksanya, kamu harus menggunakan bra kemanapun kamu pergi kecuali saat bersamaku, oke?’’
‘’Hhmm.’’ Ucap Jenie mengiyakan tapi dengan nada sedikit malas.
Exel membelai seluruh tubuh Jenie dengan menggunakan tangannya, terlebih dulu memberikan kenikmatan dengan tangannya, hampir menyentuh bagian inti, pria itu kembali menaikan tubuhnya dan mencium bibir Jenie dengan rakus, memainkan lidahnya di atas bibir dan leher Jenie, sedang Jenie, wanita itu sudah meracau tak jelas menikmati semua perlakuan exel. Perlahan Exel membuka lebar kedua paha Jenie, hampir masuk.
‘’Sorry sorry, mama nggak sengaja.’’ Ucap mama Sita langsung membalik badannya dan keluar dari kamar Exel dan Jenie. ‘’Lain kali jangan lupa tutup pintunya dulu.’’ Teriak mama Sita dari balik pintu. Tadinya mama Sita ingin memanggil pasangan muda itu untuk menikmati kue buatannya, tapi ternyata ia malah mengganggu.
‘’Xel aku malu.’’ Ucap Jenie menutup wajahnya dengan kedua tangannya sedang Exel sama sekali tak terganggu, pria itu melepaskan tangan Jenie yang menutupi wajah cantiknya, kembali mendekatkan bibir mereka dan melanjutkan kembali aktivitasnya.
‘’Xel pintunya ditutup dulu.’’ Ucap Jenie, Exel pun kembali menghentikan aktivitasnya, tanpa malu berjalan menutupi pintu dengan tubuh polosnya.
‘’Xel pakai celana dulu kek.’’
‘’Untuk apa? Kamu bahkan sudah sering melihatnya.’’
‘’Kenapa kau bisa mengucapkan kata itu dengan sangat santai?’’
__ADS_1
‘’Ya memang begitu kenyataannya, lagian kita itu suami istri jadi nggak usah pake malu-malu segala.’’ kembali mengukung tubuh Jenie, tak berlama-lama, Exel langsung membuka lebar paha Jenie.
‘’Apa yang kau lakukan?’’ tanya Jenie saat melihat Exel mendekatkan wajahnya di area intimnya.’’
‘’Eemp.’’ satu dessaahan lolos dari mulut kecilnya saat Exel mendaratkan lidahnya disana, lidah pria itu terus bermain dan menggoda inti Jenie, tak ingin terus mengeluarkan suara-suara aneh, Jenie menutup rapat mulutnya.
‘’Kenapa mulutnya ditutup.’’ wajah Exel kini sudah berada didepan wajah Jenie, kembali menyatukan bibir keduanya disaat yang sama sang naga kebanggaan Exel kembali memasuki surga dunianya, Exel tersenyum senang, walau sudah beberapa kali melakukannya tapi milik istrinya masih sangat rapat dan menjepit naganya, pria itu memaju mundurkan tubuhnya dengan lembut agar Jenie bisa lebih menikmati permainan itu, hampir mencapai puncaknya, gerakan pinggul itu menjadi sangat cepat, Exel terus memacu dengan Jenie yang terus mengeluarkan suara dessaahan dessaahan seksinya, keduanya bernafas legah saat lahar panas dengan banyak bibit unggul menyembur di dalam sana.
Exel mencium kening Jenie terlebih dulu sebelum merebahkan tubuhnya di samping wanita itu, tak sampai 10 menit Exel kambali mengukung tubuh Jenie.
‘’Xel aku sangat lelah.’’
‘’Kau hanya perlu diam seperti tadi dan biarkan aku yang bekerja.’’ Ucapnya dan kembali melakukan kegiatan itu lagi, Jenie pun pasta tapi tak lama ia mulai terpancing dengan setiap sentuhan Exel dan kembali mengeluarkan suara indahnya yang membuat Exel tersenyum, Jenie, wanita itu sama sekali tak bisa menolak sentuhannya, baru di gertak sedikit sudah terpancing.
‘’Jen besok coba main dikamar mandi yuk.’’ Ucapnya yang terdengar seperti lagu pengantar tidur ditelinga Jenie, wanita itu sudah sangat kelelahan hingga menimbulkan kantuk.
*****
‘’Segar banget Xel.’’ Goda papa Bowo saat Exel berjalan menghampiri mereka.
‘’Jennieny mana Xel?’’ tanya papa Bowo lagi saat Exel mendudukan bokongnya di kursi samping mamanya.
Belum juga Exel menjawab mama Sita sudah memukulnya terlebih dulu.
‘’Kau pasti membuatnya lelah, lain kali lihat waktu dong Xel, ini sudah lewat jam makan malam, apa kau mau istrimu sakit karena terus melewatkan jam makannya?’’
‘’Ih mama kok ngomongnya gitu sih?’’
‘’Ya habisnya kau selalu membuatnya kelelahan.’’
‘’Sudahlah sayang, namanya juga pengantin baru, lagi hangat-hangatnya.’’ Bela papa Bowo
‘’Kalian sama saja.’’ mama kesal dan berdiri meninggalkan kedua pria itu
‘’Kamu sih Xel, papa kena getahnya kan, harusnya tadi papa nggak membela kamu.’’ papa ikut berdiri dan meninggalkan Exel sendirian, ia harus membujuk istrinya kalau tidak ia akan menderita dan tidur di sofa kecil tanpa bisa memeluk istrinya.
__ADS_1
‘’Jen bangun Jen, makan malam dulu.’’ Exel membangunkan karena terus terngiang ucapan mamanya, sebelumnya dia sama sekali tak terpikir tentang hal itu.
Bersambung....