Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Bertemu orang tua Kevin?


__ADS_3

Wanita itu menikmati sarapannya dengan senyum lebar menghiasi wajah cantiknya, entah hanya perasaan atau apa tapi ia merasa sarapan pagi ini menjadi berkali-kali lipat lebih lezat dari biasanya.


‘’Suamiku memang yang terbaik.’’ Pujinya setelah menyelesaikan makannya.


*****


‘’Kak Kevin.’’ Jenie sedikit kaget melihat Kevin berdiri di depan kelasnya.


‘’Jen udah sarapan belum?’’ Tanyanya


‘’Udah kak.’’


‘’Mau nggak temenin aku sarapan dulu sebelum kulaihnya dimulai?’’


Jenie berpikir sejenak. ‘’Boleh deh kak tapi ajak Sasa juga ya.’’


‘’Jangan Jen, soalnya ada yang mau aku omongin sama kamu.’’


Jenie mengangguk, berjalan di samping Kevin, keduanya tidak peduli dengan orang-orang yang terus mencibir, lebih tepatnya mencibir Jenie yang katanya tak tau malu karena terus bersama Kevin.


‘’Jen nanti siang ada waktu nggak?’’


‘’Hhmm.’’


‘’Please bantu aku ya, mamaku sakit keras Jen sedang dirawat dirumah sakit, semalam mama menyuruhku untuk membawamu ke rumah sakit, maaf selama ini aku sering cerita tentangmu ke mama makanya dia jadi pengen ketemu kamu, please bantu aku ya, pura-pura jadi pacarku di depan mamaku, aku ingin membuatnya senang biar semangat menjalani pengobatannya.’’


‘’Tapi kak.’’


‘’Please Jen aku minta tolong sekali ini saja, ya please.’’ Ucapnya memohon sambil menangis, membuat Jenie tak tega, wanita itu mengangguk, mengiyakan untuk membantu Kevin, toh niatnya baik, hanya ingin membantu.


‘’Terimakasih banyak Jen, yasudah aku kelasku dulu ya, jangan lupa nanti siang aku tunggu di parkiran.’’


Sementara Exel sedang berada di cafe bertemu dengan orang kepercayaan papanya yang disuruhnya untuk menyelidiki pengiriman paket,


menyeringai setelah mengetahui siapa dalang yang sudah 2 kali mengirimkan paket ancaman untuk Jenie.


‘’Dasar wanita sialan.’’ Geramnya dengan tangan yang terkepal, ia tau Sasa memang sering menjelekan Jenie tapi tak pernah menyangka wanita itu akan nekat mengancam Jenie seperti ini, entah apa motifnya, padahal Jenie begitu menyayanginya dan selalu memperlakukannya dengan tulus.


‘’Aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya lagi, aku akan membongkar topengmu.’’ Geramnya lagi dan keluar dari cafe itu, sekarang di kampus pun Exel harus lebih mengawasi Jenie karena Sasa, wanita licik itu selalu berada di sisi Jenie, jadi tidak menutup kemungkinan Sasa bisa menyakiti Jenie kapan saja.


*****

__ADS_1


‘’Kamu baru datang?’’ tanya Sasa saat Jenie masuk ke kelas.


‘’Tadi ke kantin dulu sama kak Kevin.’’


‘’Ngobrolin apa, tumben pagi-pagi berdua aja, atau kalian udah benar-benar jadian ya?’’


‘’Ya nggak lah, kak Kevin tadi cuman minta tolong aku buat menjenguk mamanya di rumah sakit.’’


‘’Emang Kevin masih punya orang tua ya, kok aku nggak tau?’’ Gumannya dalam hati.


‘’Memangnya Kevin punya orang tua ya?’’


‘’Ada kali, tuh buktinya ngajak aku ketemu mamanya.’’


‘’Terus kamu mau?’’


Jenie mengangguk. ‘’Aku nggak tega menolaknya Sa.’’


‘’Tapi Jen, memangnya dia nggak punya kenalan cewek apa buat dimintai tolong, kenapa harus kamu?’’ Ucap Sasa dengan nada keberatannya yang sangat jelas di telinga Jenie, membuatnya kembali berpikir aneh tentang hubungan Sasa dan Kevin.


‘’Katanya dia udah terlanjur cerita banyak tentangku pada mamanya.’’ Jenie memperhatikan wajah Sasa yang tak senang saat mendengar ucapannya.


*****


‘’Cantik sekali kamu nak.’’ Puji mama Kevin, Jenie hanya membalasnya dengan senyum sopan.


Hampir satu jam Jenie menemani mama Kevin di rumah sakit.


‘’Besok datang lagi ya nak biar tante ada temannya.’’ Pinta mama Kevin sebelum Jenie pulang, tidak menjawabnya, Jenie hanya tersenyum ramah.


Setelah kepulangan Jenie Sasa memasuki kamar rawat mama Kevin. ‘’Kamu siapa?’’


‘’Nggak usah pura-pura lagi, aku tau kamu bukan mamanya, apa rencana nya kalian, kenapa Kevin memintamu pura-pura jadi mamanya, aku akan membayarmu 2 kali lipat jika kau mau mengatakan rencana Kevin padaku.’’


‘’Aku hanya dibayar jadi aku nggak tau apa yang sedang direncanakannya tapi yang aku tau dia sepertinya sangat menyukai wanita bernama Jenie itu.’’


‘’Menyukai?’’ Geram Sasa dengan wajah tidak sukanya, seperti prediksinya, Kevin memang sudah benar-benar tergoda dan menyukai Jenie, apalagi belakangan ini sikap pria itu sedikit berbeda padanya, tidak terlalu peduli seperti dulu.


‘’Jenie awas kau, aku tidak akan membiarkan Kevin menjadi milikmu.’’ mengepalkan kedua tangannya dengan wajah marahnya karena tak terima, dia memang tidak mencintai Kevin tapi bukan berarti Jenie bisa bahagia dan memiliki pria itu, ia akan terus berusaha merebut dan merusak segala sesuatu yang menjadi kebahagiaan Jenie.


*****

__ADS_1


‘’Makasih ya Jen dan maaf sudah merepotkanmu.’’


‘’Nggak pa-pa kak, aku malah senang bisa bantu kak Kevin.’’ ucapnya turun dari mobil, ia meminta Kevin mengantarkannya ke rumah orang tuanya dan nantinya dia akan menyuruh supir keluarganya untuk mengantarkannya ke apartemen.


‘’Papa sama mama mana bik?’’ tanya Jenie pada ART saat memasuki rumah.


‘’Bapak sama ibu kan ke singapura non.’’


‘’Oh astaga aku lupa, oh iya bik panggilkan bang Maman ya buat anter aku pulang ke apartemen.


*****


‘’Dari mana Jen tumben pulangnya jam segini?’’ Tanya Exel begitu Jenie tiba di apartemen.


‘’Dari rumah papa mama.’’ Berlalu masuk ke kamarnya.


‘’Kamu bahkan bohong sama aku Jen.’’ melihat pintu kamar Jenie yang sudah tertutup, Exel tau kalau tadi Jenie ke rumah sakit bersama Kevin karena ia tak sengaja melihat dan mengikuti keduanya.


‘’Loh Xel mau kemana?’’ Tanya Jenie menghentikan langkahnya yang ingin mengambil air di dapur saat melihat Exel yang sepertinya ingin keluar.


‘’Ketemu Andre.’’ Jawabnya cuek dan langsung keluar dari apartemen, Jenie buru-buru mengejarnya tapi pintu lift sudah lebih dulu tertutup, karena tak bisa mengejar Exel lagi Jenie memutuskan untuk menunggu pria itu di lobby apartemen setidaknya di lobby masih terbilang ramai daripada dia harus sendirian di apartemen.


‘’Jen kamu ngapain disini?’’ Tanya pak Reza menghampiri


‘’Pak Reza, pak Reza tinggal disini juga?’’ tanya Jenie, pak Reza pun mengangguk.


‘’Kamu juga tinggal disini?’’ tanya pak Reza yang juga diangguki Jenie.


‘’Terus kamu ngapain sendirian disini?’’


‘’Oh itu pak, Jenie sedang menunggu teman.’’


Pak Reza duduk di kursi depan Jenie. ‘’Yasudah saya temani aja biar kamu nggak bosan sendirian.’’


Baru juga akan kembali duduk Exel sudah menarik tangan Jenie. ‘’Ayo pulang.’’


‘’Maaf pak saya duluan.’’ pamit Jenie dengan sopan.


‘’Xel kamu apa-apaan sih, nggak sopan banget, dia itu dosen kita.’’


Exel tak menjawab, pria itu menarik tengkuk Jenie dan menciumnya, untung di lift hanya ada mereka berdua kalau tidak Jenie mungkin akan sangat malu, Exel terus menghimpitnya di dinding lift dengan lidahnya yang terus bergerak bebas dalam rongga mulut Jenie, mengabsen setiap sudutnya dengan sedikit rakus, mengecap bibir atas dan bawahnya secara bergantian, meresapi manisnya bibir itu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2