Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Kena fitnah


__ADS_3

‘’Tauah, sekarang cari cara biar kita bisa keluar dari tempat ini.’’


Tanpa berkata apapun Exel membuka pintu dan keluar dengan santainya, membuat Jenie melotot dengan sangat geram, untung saja tak ada orang sama sekali saat Exel memutuskan tiba-tiba keluar.


Orang yang mengetuk pintu tadi juga tak ada lagi, sepertinya sudah pergi. Kalau tidak Jenie mungkin akan benar-benar membunuh Exel tapi ternyata tanpa sepengetahuan mereka ada dua pasang mata yang melihat kejadian itu satunya Andre dan satunya lagi pria yang selalu mengikuti Jenie kemanapun wanita itu pergi.


‘’Kau itu ke toilet buang air kecil atau menghafal rumus, kenapa lama sekali?’’ Protes Sasa setelah Jenie kembali.


‘’Sorry sorry antriannya panjang makanya lama.’’


‘’Kenapa bisa antri, biasanya juga nggak.’’


‘’Ya mana aku tau.’’ jawab Jenie cuek, tak lama wanita itu berdiri lagi untuk membeli air mineral setelahnya mengajak Sasa ke kelas.


*****


‘’Hei wanita sok kecantikan, tolong ya jauhin Exel karena wanita sepertimu sama sekali tidak pantas bersamanya.’’


‘’Maksudmu apa ngomong gitu?.’’ Bela Sasa, Selalu begitu setiap kali ada masalah Sasa selalu berdiri paling depan, membela Jenie sampai titik darah terakhirnya, siapapun yang melihatnya akan iri pada persahabatan mereka, tapi siapa yang akan menyangka kalau semua itu hanya kepalsuan belaka.


‘’Kalian tau nggak, wanita yang kalian puja-puja ini hanya wanita miskin yang mengandalkan tubuhnya untuk mendapatkan uang.’’ Ucap Mona menuduh.


Hampir seminggu lalu Mona melihat Jenie sedang berpelukan dengan seorang pria yang sudah terlihat seperti om-om, dia memang tidak melihat wajah pria itu tapi dengan jelas melihat wajah Jenie, bahkan ia mengambil foto saat pria itu mengecup kening Jenie, dan memperlihatkan pada seluruh mahasiswa.


Jenie yang memang tidak ingin memamerkan harta kekayaan orang tuanya, tidak pernah mengumbar-ngumbar tentang status dirinya yang ternyata adalah anak tunggal dari Robert Dawson yang memiliki perusahan terbesar ketiga di dunia.


Dia juga tidak pernah menulis lengkap nama dawson dalam namanya, bahkan di absen kelas pun namanya hanya tertulis Jenie D tanpa ada yang tau D itu adalah singkatan dari Dawson.


Jenie juga tidak pernah memperlihatkan wajahnya di depan publik dan orang tuanya pun tak pernah memaksa.


‘’Aku nggak nyangka Jenie seperti itu.’’


‘’Pantas cantik benget ternyata perawatan mahal shay, dikasih sama papa sugar.’’

__ADS_1


‘’Sayang banget sih kecantikannya dipakai untuk hal yang nggak benar.’’


‘’Butuh duit berapa ya biar bisa nyewa Jenie, jadi pengen nyobain.’’


‘’Padahal aku iri loh melihat mobil mewah Jenie, eh sekarang nggak jadi iri deh, ternyata belinya bukan dari uang halal.’’


‘’Aku juga, selama ini suka banget lihat cara Jenie berpakaian, menurutku semua yang menempel pada tubuhnya adalah barang-barang mahal dan sangat cocok untuknya makanya aku menjadikannya sebagai inspirasi modeku, tapi sekarang sepertinya tidak lagi.’’


‘’Aku jadi nggak ikhlas Jenie pacaran sama kak Kevin apalagi kak Exel.


Beberapa tanggapan yang dilontarkan para mahasiswa pada Jenie, mereka yang dulu memujanya sekarang berbalik membencinya bahkan cenderung menatapnya dengan tatapan jijik.


Tapi yasudahlah Jenie sama sekali tak peduli, toh pada kenyataannya ia tak seperti apa yang mereka tuduhkan dan lagian ada orang-orang terdekatnya yang pastinya akan selalu percaya dan mendukungnya.


‘’Memangnya kalau Jenie punya sugar baby kenapa, masalah buat kalian?’’ Tanya Sasa yang membuat Jenie kaget, kenapa Sasa bertanya begitu, kenapa pertanyaannya seolah membenarkan Jenie sebagai seorang sugar baby?


‘’Ada apa ini?’’ pak Reza, dosen dengan sejuta pesona yang juga disukai oleh para mahasiswi berjalan menghampiri dan mengusir Mona dari kelasnya karena sudah hampir jam mata kuliahnya tapi para mahasiswanya hanya sibuk bergosip dan mencibir orang lain.


‘’Terimakasih pak.’’ Ucap Jenie sebelum duduk untuk mengikuti kelas, pak Reza pun membalasnya dengan senyum setelahnya meminta para mahasiswa untuk mengeluarkan buku cetak masing-masing karena mata kuliah akan segera dimulai.


*****


Sementara Jenie tidak langsung pulang, wanita itu menyempatkan diri ke perpustakaan ingin meminjam beberapa buku yang diperlukannya untuk mengerjakan beberapa tugas kuliah yang tadi diberikan pak Reza.


Dalam perjalanannya menuju perpustakaan, tak seperti biasa, kali ini semua orang melihatnya dengan tatapan menjijikan bahkan ada yang menghinanya secara terang-terangan, mencibirnya.


Yang dulu biasa memanggilnya dengan sebutan dewi sekarang memanggilnya dengan sebutan wanita mu**han.


Sesampainya di perpustakaan juga begitu, Jenie sama sekali tak diberikan tempat duduk, jangankan tempat duduk, petugas penjaga perpustakaan bahkan tak meladeni Jenie ketika ia akan meminjam buku, wanita itu terpaksa mengembalikan beberapa buku yang dipinjamnya.


‘’Kau ingin meminjamnya?’’ Tanya seorang wanita mengambil kembali buku yang baru saja dikembalikan Jenie.


‘’Tunggulah diluar, aku akan meminjamnya untukmu.’’

__ADS_1


Tak sampai 10 menit wanita itu keluar dan memberikan beberapa buku yang ingin dipinjam Jenie setelahnya berjalan dan meninggalkan Jenie tanpa mengatakan apapun.


‘’Kau dimana? Kau tidak pa-pa kan?’’ tanya Exel di seberang telepon dengan nada paniknya.


‘’Aku di perpus dan aku baik-baik saja, memangnya apa yang akan terjadi padaku?’’ Tertawa kecil membuat Exel sedikit bernafas legah.


‘’Pulang sekarang, aku akan menunggumu di parkiran.’’


‘’Aku naik taxi saja, jika ada yang melihatnya bisa gawat.’’


‘’Ke parkiran sekarang atau aku yang akan menyeretmu.’’


‘’Dasar pemaksa, tunggu 20 menit lagi, aku mau beli boba dulu, mau nggak?’’


‘’Boleh deh.’’


Setelahnya Jenie mengakhiri panggilan telepon, berjalan ke kantin untuk membeli boba kesukaannya.


‘’Jangan diladeni mbak, uangnya nggak halal.’’


‘’Iya, mbak Yuni mau usahanya nggak lancar karena menerima uang haram darinya?"


‘’Mau pesan apa non Jenie?’’ Tanya mbak Yuni tanpa peduli dengan ucapan beberapa orang yang dari tadi terus mencibir dan menghina Jenie.


Baginya ia sama sekali tidak menerima uang haram, karena merasa tidak mencuri uang Jenie atau lain sebagainya tapi sebaliknya ia seorang penjual, bagaimana bisa dikatakan haram sedang terjadi tukar menukar diantara keduanya, Jenie memberikan uang sedang dirinya memberikan minuman boba.


Sesampainya di parkiran, Jenie tak langsung masuk ke mobil Exel, Melihat sekeliling terlebih dulu, memastikan tak ada orang yang akan melihatnya, setelah dirasa aman barulah ia masuk ke mobil Exel.


Tapi tanpa sepengetahuannya Andre dan satu pria penguntitnya melihat hal itu, Andre yang memang tak sengaja melihatnya sedang pria yang satunya melihat karena memang selalu mengikuti Jenie.


‘’Nih.’’ Jenie memberikan minuman boba rasa cheese cake pada Exel


‘’Rasa apa ini? Kamu kan tau kalau aku sukanya rasa matcha.

__ADS_1


Menyengir. ‘’aku belum pernah coba rasa ini, jadi sengaja membelikannya untukmu biar bisa mencobanya juga.’’ ucapnya yang sudah meminum boba dengan rasa cheese cake.


__ADS_2