Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Kedatangan mama dan papa Jenie 2


__ADS_3

‘’Ngapain ma, kan Exel bisa.’’ jawab jenie lagi


‘’Iya kamu kenapa sih, kalau Jenie nggak mau ya nggak usah dipaksa dong sayang, biarin aja toh Exelnya nggak keberatan.’’ bela papa membuat mama kesal.


’’Kalian berdua papa sama anak sama saja, kalau dibilangin ada aja jawabannya.’’ mama sadar tidak akan pernah menang melawan dua orang tercintanya itu kalau mereka sudah bersatu seperti sekarang.


‘’Kalau lagi marah gini tambah cantik deh.’’ Jenie memeluk sang mama yang juga diikuti oleh papanya, keduanya kompak beberapa kali mencium pipi wanita paruh baya itu, bagaimana bisa marah lama-lama kalau sikap anak dan suaminya seperti ini?


Ceklek


Terdengar suara pintu apartemen yang dibuka, ketiganya kompak melihat ke arah pintu yang kini menampilkan seorang pria tampan yang sedang membawa 2 kantong plastik di tangannya.


‘’Maaf pa, ma udah nunggu lama, kamu udah pulang Jen?’’ Ucap Exel menghampiri ketiga orang itu.


‘’Mana belanjanya, biar mama yang masak makan malamnya.’’ Ucap mama, Exel pun memberikan kantong belanjaan itu pada sang mertua dengan Jenie yang mengikuti mamanya dari belakang.


Katanya sih ingin membantu mamanya, sementara Exel dan papa Robert sedang membahas sesuatu.


‘’Jen bukan gitu caranya, Jen, Jen Jen, Jen.’’ Entah berapa kali mamanya menegur Jenie, saking kesalnya wanita paruh baya itu mengusir Jenie dan memintanya untuk berbincang dengan papa dan exel saja daripada malah mengganggu waktu memasaknya.


‘’Mandi dulu Jen, kamu belum mandi kan sejak pulang kampus?’’ Tanya Exel, Jenie pun mengangguk masuk ke kamarnya untuk melaksanakan ritual mandinya,


Hampir 1 setengah jam, Jenie keluar disaat mamanya selesai menata makanan diatas meja makan.


‘’Tau aja kapan harus keluar.’’ Ucap mama membuat Exel dan papa tertawa


‘’Jen biasakan ambilkan makan untuk suamimu dulu baru itu kau bisa mengambil makan untukmu.’’ mama memberitahu.


‘’Mau yang mana?’’ Tanya Jenie pada Exel.


‘’Ayam balado.’’ Jawab Exel tersenyum, ini pertama kalinya mengambilkan makanan untuknya.


Jenie pun mengambilkan dan memberikannya pada Exel, tak lupa juga menuangkan air minum untuk Exel sebelum mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


‘’Aduh putri papa udah dewasa udah bisa melayani suami.’’ Ucap papa dengan nada bangganya.


‘’Biasa aja kali, diluar saja umur segini udah bisa melakukan lebih.’’ jawab mama tanpa melihat keduanya.


‘’Ya biarkan saja, itu kan orang diluar sana, mereka kan bukan putriku, aku hanya bangga pada apa yang putriku lakukan tak peduli itu hal sekecil apapun.’’


‘’Ah papaku sweet banget sih.’’

__ADS_1


‘’Sudah sudah nggak usah drama lebih baik kalian makan sebelum makanannya dingin, Exel kamu makan yang banyak ya, kamu perlu tenaga untuk mengurus putri mama.


‘’Ih mama aku berasa apa gitu, seperti beban aja.’’ Ucap Jenie dengan wajah manyunnya.


‘’Nggak pa-pa aku nggak keberatan kok.’’ Bisik Exel lalu keduanya berhadapan, saling tersenyum satu sama lain, mama papa yang melihatnya pun tersenyum senang.


Setelah makan, kini keempatnya duduk santai sambil mengobrol, tentunya dengan Jenie yang terus menempel pada papanya.


‘’Jen kamu itu bukan anak kecil lagi loh.’’ Tegur mamanya saat Jenie merengek pada papanya.


‘’Mama iri pa.’’ Bisik Jenie tapi dengan suara kerasnya hingga bisa didengar dengan jelas oleh mamanya sedang Exel hanya tersenyum melihat ketiganya.


*****


‘’Yaudah papa sama mama pulang ya.’’ Ucap sang papa mengelus puncak kepala Jenie dan menciumnya begitupun dengan mamanya.


‘’Nggak nginap aja, Jenie pengen tidur sama papa mama.’’ Ucapnya manja.


‘’Papa kamu besok mau ke singapura Jen, bakalan seminggu disana, Xel mama sama papa titip Jenie ya, kalau nakal di jewer aja.’’ Ucap mama sebelum keluar dari pintu apartemen pasangan muda itu dengan Jenie yang sudah memanyunkan bibirnya.


*****


‘’Xel jangan peluk-peluk dong, kamu nyari kesempatan aja deh.’’ kini keduanya duduk sambil menonton drama kesukaan Jenie.


‘’Modus banget, lepas ah.’’


‘’Kenapa sih, aku cuma pengen peluk kamu Jen.’’


‘’Kamu tuh katanya nggak cinta tapi sukanya peluk-peluk.’’


‘’Emang kenapa, kamu mau aku cinta sama kamu ya?’’


‘’Ih apaan sih.’’ Ucapnya dan memfokuskan kembali pandangannya pada layar Tv.


Exel hanya tersenyum sambil terus memeluk Jenie sedang Jenie tak protes lagi.


‘’Xel kamu udah dapat info belum tentang si pengirim paket?’’ Tanya Jenie tiba-tiba.


‘’Belum tapi sebentar lagi pasti kita akan mengetahuinya.’’


‘’Menurutmu, apa ya kira-kira alasannya berbuat begitu?’’

__ADS_1


‘’Ya mana kutahu, nanti kita tanyakan saja.’’


Jenie mengangguk, tak lama Exel sudah berbaring di pangkuannya, Jenie hanya membiarkannya bahkan tangannya bergerak untuk mengelus wajah tampan Exel


‘’Kalau dilihat dari dekat gini kamu tampan juga Xel, sempurna, kecuali sikapmu yang menjengkelkan.’’


‘’Menjengkelkan? Bukannya kebalik?’’ tanyanya dengan tangan yang memainkan ujung rambut Jenie.


‘’Udah ah, kekamar aja yuk.’’ ajak Jenie, wanita itu menyingkirkan kepala Exel dari pangkuannya, berdiri dan berjalan menuju kamar.


‘’Mau ngapain ke kamar, emang udah siap?’’ tanya Exel dengan senyum nakalnya, menaikan kedua alisnya ingin menggoda Jenie.


‘’Iya udah siap tidur, ngantuk.’’ Jawab Jenie dengan nada kesalnya.


‘’Yah PHP ih.’’


Jenie tertawa kecil melihat wajah Exel ‘’Udah ah, ayo.’’ Ucapnya lagi.


‘’Tapi aku nggak mau ya kalau langsung tidur.’’


‘’Emang kamu mau ngapain, kerja tugas?’’


‘’Iya tugas negara, tapi harus dikerjakan berdua.’’


Jenie tertawa meledek ‘’ya udah kalau gitu kamu tidur diluar aja atau dikamar kamu lagi.’’


‘’Emang kamu nggak takut tidur sendirian?’’


Jenie tak menjawab, berjalan ke kamarnya dan menutup pintunya tapi tak dikunci, ia sudah sangat mengantuk.


Exel langsung menyusul, melihat Jenie yang sedang membersihkan wajahnya dimeja rias menggunakan makeup remover.


Setelahnya wanita itu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.


Tidak sampai 15 menit kembali keluar dan duduk di meja rias lagi untuk menggunakan rangkaian skincare malamnya lalu naik ke ranjang, menarik selimut hingga area dadanya dan langsung memejamkan matanya tak peduli pada Exel yang dari tadi melihatnya.


*****


Pagi ini Jenie bangun tanpa Exel di sampingnya, entah kemana pria itu pergi, ia hanya meninggalkan catatan kecil memberitahu kalau sedang memiliki urusan penting tapi tak mengatakannya dengan jelas tentang urusan yang dimaksud.


Jenie memutuskan keluar dari kamarnya, tersenyum melihat sarapan yang sudah tertata rapi di atas meja, tadinya Jenie berpikir ia hanya akan minum susu saja untuk sarapan pagi ini karena mengira Exel pasti tak sempat menyiapkan sarapan untuknya.

__ADS_1


Wanita itu menikmati sarapannya dengan senyum lebar menghiasi wajah cantiknya, entah hanya perasaan atau apa tapi ia merasa sarapan pagi ini menjadi berkali-kali lipat lebih lezat dari biasanya.


Bersambung......


__ADS_2