Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Kehancuran Mona dan keluarganya


__ADS_3

‘’Kalian, siapa dari kalian yang berani melawan anakku?’’


Semuanya menunduk, bukan takut pada mama Mona tapi takut akan tatapan pak Robert yang sedang memandang mama Mona dengan tatapan sinisnya.


‘’Pantas saja anaknya seperti itu.’’ Cibir papa Robert.


‘’Kau apa yang kau katakan?’’ geram mama Mona memandang tak suka pada papa Robert


‘’Mon ini bukannya wanita yang sering kau ceritkan itu?’’ Tanya mama Mona dengan tawa meremehkannya.


‘’Ma.’’ Ucap Mona menarik mamanya


‘’Apaan sih Mon.’’ Marah mamanya. ‘’Jadi kamu orang tua dari wanita murahan itu?’’ Ucap mama Mona dengan nada sinisnya.


‘’Apa kau bilang?’’ Geram mama Catrine dan papa Robert bersamaaan.


‘’Kenapa, apa ada yang salah dengan ucapanku?’’


PLAK


Satu tamparan hinggap di pipi mama Mona. ‘’berani sekali mulut kotormu itu menghina putriku.’’


‘’Kau, berani kau menamparku?’’ mama Mona ingin balik menampar tapi tangannya sudah dicegah oleh papa Robert


‘’Berani kau menyentuh istriku tak akan kubiarkan kau melihat dunia ini lagi.’’


‘’Kau pikir kau siapa? Tunggu saja setelah suamiku datang maka aku akan memintanya memberikan pelajaran untuk kalian, dasar keluarga nggak tau diri.’’ makinya, tak lama papa Mona datang.


‘’Pak Robert.’’ sapa papa Mona dengan sopan.


‘’Loh sayang kamu kenapa malah menyapa pria miskin itu sih?’’ Protes mama Mona.


‘’Apa maksudmu? Jaga bicaramu.’’ bentak papa Mona


‘’Maafkan istri saya pak Robert.’’


‘’Sayang kenapa kau malah minta maaf padanya sih?’’

__ADS_1


‘’Kau diamlah.’’


‘’Maaf pak Hari kedepannya perusahaanku tidak akan lagi menanamkan modal di perusahaan mu, untuk alasannya kau tanyakan saja pada istri dan anakmu.’’ kemudian papa Robert memanggil mama Catrine dan Jenie pulang karena sudah ada asistennya yang akan mengurus semua masalah itu.


‘’Dasar tidak berguna, bukannya membantuku kalian malah menghancurkan apa yang sudah kubangun.’’ marah papa Mona dan meninggalkan kedua wanita itu, kehilangan kerjasama dengan keluarga Dawson berarti sebentar lagi perusahaanmu akan bangkrut dan itulah yang terjadi pada keluarga Mona sekarang.


Dari jarak sedikit jauh, dengan badan yang sedikit tersembunyi di balik dinding, Sasa sedang memperhatikan apa yang terjadi, padahal ia sengaja tak memberitahu dan membiarkan Mona terus berpura-pura menjadi putri Robert Dawson karena memiliki tujuannya sendiri, tadinya ia berpikir akan memberitahu semua orang tentang Mona yang berpura-pura menjadi putri Robert Dawson saat mereka sudah berhasil menyingkirkan Jenie, hingga dia juga bisa dengan gampangnya menyingkirkan Mona.tapi siapa sangka semuanya akan terbongkar secepat ini, kalau sudah begini dia harus berjuang sendiri lagi karena sekarang pasti tak ada yang berani bersikap kasar pada Jenie. Sepertinya sekarang dia tak bisa gegabah, apalagi beberapa hari ini ia mencoba mencari Kevin tapi hasilnya nihil, saat itu, Sasa tak sengaja melihat Exel yang sedang memukul Kevin dengan membabi buta. Ia sangat yakin Exel pasti sudah melakukan sesuatu pada Kevin.


*****


‘’Mama dan papa sangat kecewa padamu Exel.’’ Ucap mama Catrine, sekarang mereka berada di rumah keluarga pak Bowo dengan Exel dan Jenie yang duduk di depan mereka seperti orang yang sedang disidang.


‘’Xel bagaimana bisa kau tidak menjaga istrimu?’’ timpal mama Sita yang juga menyalahkan Exel.


‘’Maafkan exel ma pa.’’


‘’Ma pa ini bukan salah Exel tapi Jenie, andai saja Jenie tak melarang Exel untuk ikut campur pasti kejadiannya tak akan seperti ini, Jenie salah ma pa, maafin Jenie.’’


‘’Nggak kok, benar kata mama ini salah Exel, harusnya Exel tak perlu mendengarnya dan langsung memberi pelajaran pada wanita-wanita itu.’’


‘’Tidak ini bukan salahmu, dari tadi aku sudah merenunginya, seandainya saat itu aku langsung melawan dan tak membiarkan mereka terus-terusan menghinaku pasti hal ini tak akan terjadi, dan mama papa juga nggak akan sedih, maafkan Jenie, Jenie janji nggak akan melakukannya lagi.’’ ucapnya terisak.


‘’Kenapa kalian jadi saling menyalahkan, biar dibilang so sweet begitu?’’ cibir mama Catrine, Jenie dan Exel terdiam.


‘’Xel papa nggak mau dengar hal seperti ini terulang lagi, harusnya kamu sebagai suami bisa selalu menjaga istrimu dengan baik, bagaimana bisa kau membiarkan orang-orang bersikap seenaknya padanya seperti itu.’’ papa Bowo menimpali karena menurutnya kali ini Exel sudah sangat lalai dalam menjaga Jenie.


‘’Iya pa, Exel janji hal ini tak akan terulang lagi.’’


‘’Bagus, kalau kau lalai lagi maka akan kubawa putriku pergi dan mencarikannya pria yang bisa benar-benar menjaganya.’’ sambung papa Robert membuat semua mata menatap tajam padanya.


‘’Kalian kenapa, aku kan hanya ingin yang terbaik untuk putriku.’’ Ucapnya santai


‘’Sudah jangan menatapku seperti itu aku hanya bercanda.’’ Ucapnya lagi karena semua orang tak berhenti menatap tajam padanya, apalagi istrinya yang seakan mau membunuhnya, maklum istrinya begitu menyayangi menantunya itu.


‘’Papa tenang saja, karena Exel tak akan memberikan kesempatan untuk papa memisahkan Jenie dari Exel.’’ Ucapnya dengan nada tegasnya.


‘’Owh owh lihatlah cara menantuku menatapku, aku menyukainya, good.’’ papa Robert memberikan satu jempolnya pada Exel karena Exel menatapnya dengan wajah yang sangat serius saat berucap tadi.

__ADS_1


‘’Sudahlah kalian istirahat saja.’’ suruh mama Catrine.


‘’Kau ini padahal aku masih ingin berbicara dengan menantuku.’’ Protes papa Robert membuat Exel tak beranjak dari tempat duduknya. ‘’Kenapa masih duduk sih?’’ Jenie menarik tangannya ‘’papa mau ngomong sama aku.’’ Ucap Exel ‘’nanti saja, kapan-kapan kan bisa.’’ Jenie bersikeras menarik tangan Exel sampai pria itu mengalah dan mengikuti Jenie.


*****


‘’Maafin aku ya.’’ Jenie memeluk pinggang Exel dari belakang saat mereka tiba di kamar.


‘’Maaf kenapa?’’ tanya Exel membalik badannya, kini keduanya sudah saling berhadapan, Exel mengelus kepala Jenie dengan penuh sayang.


‘’Karena sikap keras kepalaku sampai kau kena marah papa mama.’’


‘’Nggak kok, apa yang mereka katakan memang benar dan aku janji kedepannya aku akan menjagamu dengan baik.’’


Jenie mengangguk kembali memeluk Exel ‘’aku percaya padamu.’’ Exel tersenyum satu tangannya memeluk punggung Jenie satu tangannya lagi mengelus-ngelus lembut belakang kepala Jenie.


‘’Mandi bareng yuk.’’ ajak Exel begitu mereka melepaskan pelukan masing-masing.


‘’Nggak, kau mandilah duluan kalau mandi berdua pasti akan lama.’’


‘’Memang itu tujuanku.’’ dengan nada menggoda dan mengerlingkan satu matanya membuat Jenie tertawa, wanita itu mendorong wajah Exel dengan telapak tangannya.


‘’Dasar mesum’’ Ucapnya membuat Exel tersenyum dengan sangat lebar


‘’Jangan tersenyum seperti ini pada wanita lain.’’


‘’Tergantung.’’


‘’Tergantung apa?’’


‘’Tergantung mood.’’ Exel bercanda tapi membuat Jenie mencibik kesal


‘’Ih gemes banget deh kalo lagi kesal gini.’’ mencubit gemas pipi Jenie membut wanita itu menatapnya horor.


‘’Makin cantik deh.’’ ucapnya lagi, kali ini mencium singkat pipi Jenie yang langsung  mendapatkan cubitan kecil dari wanita itu.


‘’Mandi Xel.’’

__ADS_1


‘’Siap bos.’’ terkekeh dengan tangan kanannya diletakan di samping kepalanya membentuk postur hormat setelahnya langsung berjalan masuk ke ke kamar mandi sedang Jenie hanya menggeleng, setelahnya mengambil ponselnya dan duduk di sofa.


Bersambung.....


__ADS_2