Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Berita pernikahan Jenie dan Exel


__ADS_3

‘’Masih pagi udah nempel aja.’’ ledek papa Robert melihat Exel dan Jenie berjalan mendekat, tak lama terdengar suara tawa dari pria paruh baya itu yang juga diikuti oleh suara tawa mama Catrine dan Alisha yang duduk di samping papa Robert.


‘’Kalian kenapa?’’ tanya Exel keheranan sedang dibelakangnya Jenie meletakkan jari telunjuknya di depan bibir meminta semuanya untuk tak memberitahu Exel.


‘’Nggak Xel, tadi kami melihat seorang pria yang wajahnya penuh dengan coretan makanya kami tertawa.’’


‘’Dimana?’’ Tanya Exel lagi.


‘’Didepan.’’ celetuk papa


‘’Exel menjadi bingung sendiri ‘’maksudnya di depan rumah Xel.’’ timpal mama dengan menahan tawa, Exel hanya mengangguk, sudahlah dia tak mau ambil pusing, toh nggak penting juga baginya.


Exel memperhatikan semua orang yang sepertinya sedang menahan tawa bahkan sampai mereka duduk dimeja makan, tak terkecuali Jenie.


’’Xel papa mau foto deh sama kamu.’’ papa Robert mengeluarkan ponselnya dan mendekat pada Exel, tanpa aba-aba langsung mengambil foto sedang Exel masih sedikit bingung, tumben sekali papa mertuanya ingin mengambil foto bersamanya, yang lebih membuatnya bingung, tak hanya papa Robert yang ingin berfoto dengannya tapi mama Catrine, Alisha bahkan Jenie juga ingin ikut berfoto dengannya. Ada apa ini, kenapa dia tiba-tiba jadi superstar di depan keluarganya sendiri? Pikirnya.


*****


‘’Jenie.’’ Teriak Exel dari kamar mandi sedang Jenie tertawa, pura-pura tak mendengar teriakan Exel yang beberapa kali memanggilnya, tak lama Exel keluar dan menghampiri Jenie.


‘’Ulahmu kan?’’ Exel berbicara dengan menunjuk wajahnya.


Jenie menggeleng.


‘’Memangnya siapa lagi kalau bukan kamu, setan?’’ Exel menekan kata terakhirnya.


Dengan wajah polos dan sama sekali tak ada penyesalan, Jenie kembali menggeleng dengan tangannya yang menunjuk ke arah perutnya. ‘’Bukan aku tapi dia.’’ ucapnya.


‘’Semalam dia menggunakan tanganku untuk mencoret wajahmu, tapi sungguh itu bukan keinginanku.’’ mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya ke udara.


‘’Tapi semalam aku bertanya kok, kamu juga menjawabnya makanya aku berani mencoret wajahmu, semalam aku bertanya, Exel apa kau ingin memiliki janggut dan kau mengatakan ya jadi aku membuatkannya untukmu, aku juga bertanya Exel apakah kau ingin memiliki kening yang tebal dan kau juga menjawab ya, jadi dimana letak kesalahanku dan anakku, kami hanya ingin mengabulkan keinginanmu.’’ ucapnya dengan nada sendu.


Exel pun tak berucap lagi, memilih kembali masuk ke kamar mandi, masalahnya akan lebih besar lagi kalau dia terus berdebat yang nantinya malah akan membuatnya pusing sendiri karena sudah pasti ujung-ujungnya Jenie pasti akan merajuk dan tidak mengajaknya mengobrol.


-Alisha dan Eiden-

__ADS_1


‘’Kau dimana, aku merindukanmu.’’ Ucap Exel dari seberang telepon.


Alisha terkekeh mendengarnya, terasa aneh baginya mendengar ucapan itu dari mulut Eiden, mungkin karena mereka sudah terlalu lama bersahabat.


‘’Kenapa kau tertawa, apa kau tidak merindukanku?’’


‘’Eiden berhentilah mengatakan hal itu, aku geli mendengarnya.’’


‘’Memangnya apa yang aneh dari ucapanku, sepasang kekasih memang selalu seperti itu dan aku akan melakukannya bersamamu juga, aku akan mengatakan aku merindukanmu saat aku sangat merindukanmu dan begitupun juga denganmu, jika kau merindukanku kau hanya perlu memberitahuku dan aku akan datang untukmu.’’


‘’Setidaknya aku perlu sedikit waktu untuk membiasakan diri Ed, tapi apa kau yakin akan mengubah status kita menjadi sepasang kekasih?’’


‘’kenapa ? apa kau ragu? Kau hanya perlu menjadi dirimu yang seperti biasa, kita jalani secara perlahan, asal kau berjanji tidak akan meninggalkanku karena kurasa aku sama sekali tak bisa hidup tanpamu.’’


‘’Lebay deh, gombalan seperti itu tak mempan padaku.’’


‘’Kalau begitu biarkan waktu yang membuktikan kau hanya perlu terus berada disampingmu seperti yang selalu kau lakukan dan aku janji akan membuatmu lebih bahagia setiap harinya.’’


*****


‘’Memangnya Exel mengizinkanmu?’’ ucapnya dengan tangan yang sibuk menghias kue dengan beberapa jenis buah dan tanpa melihat pada Jenie yang kini sudah duduk yang ada didepannya.


‘’Exel pasti setuju kok.’’


‘’Nggak yakin aku, mending kamu tanya Exel dulu kalau dia udah ngizinin baru kamu balik lagi kesini.


‘’Nanti ajalah, ngomong-ngomong kamu bikin kue apa?’’


‘’Pavlova.’’


‘’Aku juga tau kalau ini pavlova.’’


‘’Kalau udah tau kenapa nanya?’’


‘’Basa basi aja sih aku.’’ ucapnya cengengesan yang hanya mendapat gelengan kepala dari Alisha.

__ADS_1


‘’Mau cobain nggak?’’ tanya Alisha yang dengan cepat dingguki Jenie.


‘’Potongan besar dong Sha.’’ protes Jenie melihat potongan kue Alisha yang menurutnya kecil, Jenie mengambil pemotong kue dari tangan Alisha dan memotong sendiri besar kue yang diinginkannya.


‘’Enak Sha, mau lagi dong.’’ Ucapnya dan kembali mengambil kue dengan potongan yang sama seperti tadi.


Sorenya Jenie duduk santai dengan seluruh keluarga karena Exel yang tak mengizinkannya ke mall dengan alasan hal itu hanya akan membuat Jenie capek, untung saja sore itu mereka kedatangan papa Bowo dan amma Sita makanya Jenie sama sekali tak memprotes larangan Exel.


‘’Jen apa kalian tidak ingin mengadakan pesta pernikahan yang meriah?’’ tanya mama Sita tiba-tiba, pasalnya kemarin dia menghadiri pesta pernikahan anak temannya dan teringat dengan pernikahan Exel dan Jenie yang sama sekali tak ada perayaannya dan hanya melakukan pemberkatan di gereja.


‘’Kalau Exel terjerah Jenie aja ma, gimana Jen?’’ tanya Exel melihat Jenie


‘’Aku sih pengen tapi kamu lihat.’’ mengusap perutnya ‘’aku sedikit malu mengenakan wedding dress disaat perut ku mulai membesar.’’


‘Kalau kamu menginginkannya kita bisa melakukannya besok.’’ jawab Exel yang juga disetujui oleh semua yang ada di ruangan itu kecuali Alisha yang tampak terkejut, bagaimana bisa melakukan pesta pernikahan mewah hanya dengan persiapan satu hari?


‘’Benarkah kita bisa melakukannya besok?’’ tanya Jenie dengan wajah yang terlihat sangat senang.


‘’Tentu saja, apapun untukmu.’’ jawab Exel memeluk dan mencium singkat bibir Jenie tanpa peduli orang tua dan mertuanya sedang melihatnya.


‘’Kalian ini, ke kamar sana.’’ usir papa Robert pur-pura kesal dengan pasangan muda itu.


‘’Sirik aja Rob.’’ ledek papa Bowo yang membuat semua orang tertawa termasuk Jenie dan Exel.


Pagi harinya seluruh kampus dihebohkan dengan berita tentang pernikahan Jenie dan Exel yang akan diadakan malam ini di salah satu hotel termewah yang ada di kota ini.


‘’Beritanya benar nggak sih, katanya kak Exel sama Jenie udah nikah hampir 8 bulan yang lalu.’’ Ucap seorang mahasiswa memperlihatkan layar ponselnya yang berisi berita tentang pernikahan Exel dan Jenie pada beberapa temannya.


‘’Berarti selama ini kita ngejar-ngejar suami orang dong?’’


‘’Aduh patah hati banget deh aku, move on bisa nggak ya?’’


‘’Jenie beruntung banget sih.’’


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2