Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Mengerjai jenie


__ADS_3

‘’Lalu apa yang kalian inginkan?’’


‘’Tentu saja nyawamu, memangnya apalagi, putraku bahkan masuk rumah sakit akibat ulahmu, tapi semua bisa dibicarakan lagi jika kau memberitahu siapa orang yang sudah menyuruhmu.’’ Ucap papa Bowo dengan santainya, pria paruh baya itu bahkan sedang berpangku kaki duduk dikursi tepat di depan si penabrak.


‘’Ck kau pikir aku tidak tau kalau kalian sedang menggertakku?’’


‘’Menggertak mu?’’ papa Bowo memberikan kode, tak lama terdengar suara tembakan yang disertai dengan suara teriakan si penabrak, peluru itu hampir saja menembus kakinya membuat ia sangat ketakutan.


‘’Maafkan saya tuan tapi saya benar-benar tidak tau siapa yang menyuruh, ia tidak mengatakan nama bahkan nomor ponselnya juga tidak aktif lagi.’’


‘’Tidak tau? Apa maksudmu?’’ geram papa Robert mencengkam si penabrak karena berpikir pria itu sedang berbohong.


‘’Maaf tuan tapi saya benar-benar tidak mengenalnya yang saya tau dia adalah seorang wanita.’’


‘’Seorang wanita?’’ Ucap papa Robert dan papa Bowo bersamaan dan saling berhadapan.


‘’Kau yakin?’’ tanya papa Bowo yang dengan cepat mendapat anggukan kepala dari si penembak.


‘’Baiklah kalau begitu, nikmati saja siksaanmu.’’ papa Bowo memberi kode sebelum ia dan papa Robert keluar dari rungan itu, ia tak mungkin membebaskan seseorang yang sudah hampir merenggut nyawa keluarganya.


‘’Kau tenang saja, kita pasti akan menemukannya.’’ Ucap papa Bowo melihat papa Robert yang gusar, yakin kalau pria paruh baya itu sedang memikirkan siapa yang sudah berani menyuruh seseorang untuk menabrak Jenie.


‘’Semoga Wo, aku hanya takut terjadi apa-apa pada Jenie.’’


‘’Tak akan terjadi apapun pada menantuku.’’


Pak Robert mengangguk, semoga saja mereka menemukan dalangnya sebelum ia kembali membahayakan Jenie.


*****


‘’Jen bisa bantu aku membersihkan diri?’’ Pinta Exel pada Jenie yang sedang mengupas buah apel untuknya.


Jenie meletakan pisau dan apel kembali diatas piring, berdiri dan ingin keluar dari kamar, sekarang keduanya sudah berada di rumah orang tua Exel, sebelumnya Exel dimandikan oleh papanya karena Jenie yang menolak untuk memandikan exel, tapi sekarang papa Bowo sedang tak berada dirumah.


‘’Mau kemana kau?’’ tanya Exel.


‘’Memanggil seseorang yang bisa membantumu mandi.’’ Ucapnya dan ingin kembali melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


‘’Kau gila ya, kau itu istriku kenapa harus meminta orang lain yang memandikanku.’’


‘’Tapi Exel akan aneh jika aku yang memandikanmu.’’


‘’Aneh darimananya? Cepat kesini dan bantu aku membersihkan diriku.’’ Perintah Exel dengan suara tegasnya.


‘’Apa yang harus kulakukan?’’ tanya Jenie


‘’Apa kau tak tau caranya mandi?’’ Tanya Exel dengan nada menohok membuat Jenie mencibik kesal, perlahan dengan menutup matanya Jenie membantu Exel membuka pakaian atasnya, setelahnya ia membantu untuk membuka pakaian bawah Exel hingga menyisakan pakaian dalamnya.


‘’Kenapa kau diam saja?’’


‘’Tapi Exel apa aku juga harus membuka pakaian dalam mu?’’


‘’Tentu saja memangnya kau mau membuatku gata-gatal karena masih menggunakan pakaian dalam yang sama?’’


‘’Untung kau sudah menyelamatkanku kalau tidak mana mau aku melakukan hal ini untukmu.’’ Ucapnya dan kembali menutup mata, ia sedikit meraba paha Exel untuk bisa menurunkan pakaian dalam itu, tak sengaja ia menyentuh kepala naga yang sudah bertapa selama ribuan tahun yang masih tersegel dan terbungkus rapi.


‘’Astaga apa itu?’’ Ucapnya spontan membuat Exel tertawa kecil.


‘’Apalagi, itu adalah milikmu.’’


‘’Selesai ucapnya bernafas legah dengan tubuhnya yang membelakangi Exel.


‘’Selesai apanya, bukankah kau harus membersihkan tubuhku?’’


‘’Aku nggak bisa Exel, benar-benar nggak bisa, kalau membersihkannya yang ada aku bakalan pingsan karena jantungan.’’


‘’Membersihkan apa? Tubuhku atau?’’ Ucap Exel menggoda Jenie.


‘’Kau ini menjengkelkan sekali.’’


‘’Tolonglah Jen aku sama sekali tak tahan rasanya sangat gatal, kau harus mengurusku sebagai ucapan terimakasihmu.’’


‘’Kau tidak ikhlas menyelamatkanku?’’


‘’Bukan nya begitu, tapi aku benar-benar tak bisa menahan lagi, badanku sangat lengket apalagi dia.’’ Ucapnya menunjuk sang naga tapi Jenie sama sekali tak melihatnya karena wanita sedang membalik badannya.

__ADS_1


Tak lama Exel turun dari ranjang, pria itu berjalan ke kamar mandi dengan tubuh polosnya membuat Jenie berteriak kaget, matanya dengan jelas menangkap sesuatu yang seharusnya tak dilihatnya.


‘’Exel kenapa kau berjalan seperti itu, kau ini sungguh tak ada malunya.’’ Omelnya sedang Exel hanya tertawa karena sudah berhasil mengerjai Jenie, dari tadi pria itu sengaja mengerjai Jenie, sebenarnya dia bisa mandi sendiri, tangannya juga tak cedera jadi ia bisa membuka pakaiannya, sebenarnya beberapa hari ini dia selalu mandi sendiri hanya saja entah kenapa Jenie berpikir kalau papa Bowo yang selalu membantu Exel mandi.


‘’Exel kau mengerjai ku ya?’’ Geramnya saat melihat Exel keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan satu handuk yang melingkar di pinggangnya.


‘’Siapa yang mengerjai mu, memangnya apa salahnya jika aku ingin dimandikan oleh istriku?’’


‘’Kau.’’ tunjuk Jenie sedang Exel hanya memberinya tatapan mengejek.


‘’Eits mau apa kau, jangan bilang kau mau memper**saku.’’ Ucap Exel menggoda dengan berpura-pura takut saat Jenie berjalan mendekatinya.


‘’Perkataanmu itu loh.’’ Ucapnya ingin memukul Exel, tapi tangannya sudah lebih dulu ditangkap, Exel menarik Jenie, melingkarkan dua tangannya di pinggang ramping wanita cantik itu.


‘’Bilang saja kau ingin aku memelukmu, iya kan?’’ Godanya dengan menaik turunkan kedua alisnya sedang Jenie hanya memutar malas bola matanya, ingin menendang sang naga tapi lututnya sudah lebih dulu ditangkap Exel.


‘’jangan diapa-apakan itu masa depanmu.’’ Ucapnya masih menggoda Jenie, setelahnya ia menarik tubuh Jenie kedalam pelukannya.


‘’Terimakasih karena kau baik-baik saja.’’ Ucapnya yang terdengar sangat tulus ditelinga Jenie, wanita itu pun membalas memeluk Exel. ‘’Terimakasih juga karena kau sudah menyelamatkanku.’’ Ucapnya, Exel mengangguk kecil kemudian melepaskan pelukannya.


‘Mau kemana?’’ Tanya Jenie


‘’Kalau seperti ini terus yang ada kau akan menyerangku.’’ Ucapnya menunjuk tubuh bagian atasnya yang terpampang jelas di mata Jenie.


‘’Aish kau membuatku kesal lagi.’’ Ucap Jenie dan memutuskan keluar dari kamar, sedang Exel menggeleng kepala sambil tertawa kecil melihat Jenie yang sudah hilang dibalik pintu.


*****


‘’Mama papa.’’ Teriak Jenie berlari menghampiri mama dan papanya


‘’Pelan-pelan kau bisa jatuh.’’ Teriak Exel yang tak terlalu dipedulikan.


‘’Mama papa kangen ya sama Jenie?’’ Tanya Jenie dengan ekspresi tengilnya.


‘’Papa kamu yang kangen, kalo mama mah kesini cuman mau menjenguk menantu mama.’’ Jawab mama Catrine tersenyum dan menghampiri Exel yang sedang berjalan menghampiri mereka.


‘’Bagaimaná keadaanmu Xel?’’ Tanya mama lagi

__ADS_1


‘’Dia sudah sangat sehat buktinya dia sudah bisa mengerjaiku lagi.’’ bukan Exel yang menjawab tapi Jenie.


Bersambung.....


__ADS_2