Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Tipu muslihat Sasa


__ADS_3

‘’Sudahlah abaikan mereka, hal ini sudah biasa, aku bahkan tak terkejut lagi.’’ Ucap amam Sita karena melihat beberapa orang di tempat itu terkejut melihat Exel yang dengan berani dan tanpa malu menggoda Jenie didepan mereka, terlebih lagi pria itu dengan tidak tahu malunya mencium Jenie di depan mereka.


‘’Kamu tuh, bikin mama malu aja, lain kali lihat-lihat tempat dong exel.’’ Protes mama Sita, Exel hanya cuek, pria itu bahkan sudah kembali mencubit gemas pipi Jenie.


‘’Untuk apa malu, aku hanya ingin mengekspresikan apa yang kurasakan, aku ingin seluruh dunia melihat dan tau betapa aku sangat mencintai istriku ini walau dia belum pernah sekalipun mengatakan kalau dia juga mencintaiku.’’


Jenie kembali memukul lengan Exel sebanyak dua kali dan lebih keras membuat pria itu meringis tapi tak lama ia sudah tersenyum kembali dan menyingkir beberapa helai rambut Jenie dari wajahnya.


‘’Oke oke aku tidak akan menggodamu lagi, peace.’’ ucapnya dengan mengangkat jari tengah dan jari telunjuknya.


‘’Kenapa kau tersenyum?’’ bisik Eiden pada Alisha


‘’Aku hanya membayangkan bagaimana kehidupanku setelah menikah nanti, apa aku akan sebahagia mereka?’’


‘’Kau akan menikah, kapan?’’


‘’Belum sekarang tapi suatu saat aku pasti akan menikah kan?’’


‘’Memangnya siapa pria bodoh yang mau menikah denganmu?’’


‘’Ais kau itu, begini begini aku juga tergolong wanita yang cantik, di kampusku banyak pria yang menyukaiku hanya kau saja yang selalu mengataiku jelek.’’


‘’Ah benarkah? Kupikir mereka harus segera memeriksakan mata mereka, menurutku penglihatan mereka sudah sangat buruk.’’ Ucapnya terkekeh sedang Alisha sudah menggerutu kesal.


‘’Yasudah kami pulang dulu ya.’’ pamit mama Sasa lalu melakukan cipika cipiki dengan tante Rosa.


*****


Pagi ini Exel dan Jenie bangun lebih pagi dari biasanya, keduanya sudah kembali ke apartemen, semalam sepulang dari rumah Eiden keduanya langsung pulang ke apartemen dan tidak balik lagi kerumah orang tua Exel.


‘’Udah cantik aja, istri siapa sih ini?’’ Ucap Exel membenamkan kepalanya di pundak Jenie.


‘’Istri siapa ya? Lupa aku, tapi sepertinya masih sendiri deh belum punya gandengan atau suami.’’ jawab Jenie, tak lama wanita itu sudah tertawa kegelian karena Exel yang sudah menggelitik pinggangnya.

__ADS_1


‘’Exel geli, lepasin.’’ berusaha menghindar dan menyingkirkan tangan Exel.


‘’Ralat kata-kata tadi atau aku akan terus menggelitik mu.’’


‘’Oke-oke, tapi stop dulu.’’ pinta Jenie, Exel pun berhenti menggelitiknya, dengan cepat Jenie berlari dan kabur dari Exel, menutup rapat pintu kamar mandi, setelahnya tertawa mengejek Exel.


‘’Awas ya kamu aku akan membalasmu saat kau keluar nanti.’’ ucap Exel lalu pura-pura menjauh dari pintu kamar mandi, membesarkan hentakan kakinya agar Jenie yakin kalau dia sudah pergi dan menjauh dari sana.


‘’Mbwa.’’ Ucapnya mengagetkan Jenie saat wanita itu membuka pintu dan mengintip, dengan cepat Exel menangkap Jenie, memeluknya dari belakang, setelahnya ia membalik tubuh Jenie dengan dengan cepat melabuhkan bibirnya ke bibir Jenie, tak hanya sampai disitu, Exel mulai menyerang setiap inci tubuh Jenie, membenamkan mulutnya pada satu bukit indah kesukaannya dengan  tangannya yang menari pasa bukit satunya, pagi itu ia kembali membawa Jenie terbang ke nirwana, merasakan indahnya surga yang ada di dunia.


‘’Sudah kukatakan kan kalau aku akan membalasmu.’’ Ucapnya begitu mereka selesai melakukan olahraga pagi.


‘’Kau itu, mana ada balasan yang seperti ini, tadi kupikir kau akan menggelitik ku lagi, eh tau-taunya.’’


‘’tau -tau apa? Tau-taunya enak ya?’’ Tanya Exel menggoda.


‘’Aish mulutmu itu loh.’’ Jenie membungkam mulut Exel dengan satu tangannya, bukannya diam Exel malah mencium cium kecil tangan Jenie yang sedang menutupi mulutnya, akhirnya Jenie mengalah dan melepaskan tangannya dari mulut Exel.


‘’Daripada kau terus menggodaku lebih baik kau siap-siap ke kampus.’’ suruh Jenie mendorong tubuh Exel agar sedikit menjauh darinya.


‘’Kau itu, minggir.’’ Jenie memukul lengan Exel dan berjalan menuju kamar mandi, wanita itu bahkan lupa kalau ia sama sekali tak menggunakan pakaian apapun untuk menutupi tubuhnya.


‘’Aaaa.’’ teriaknya dari dalam kamar mandi, sedang Exel pura-pura tidak tau dan berlari masuk ke kamar mandi.


’’kenapa, ada apa?’’


‘’kau, kenapa kau masuk kesini?’’


‘’Karena kau berteriak, aku menjadi sangat khawatir makanya aku dengan cepat berlari menghampirimu.’’ dengan tangan yang sudah melingkar di pinggang Jenie sedang Jenie, wanita itu menyuruh Exel keluar dengan kedua tangannya sibuk menutup aset berharganya.


‘’Daripada menyuruhku keluar, bukankah lebih baik kita mandi bersama saja?’’ Exel menarik tangan Jenie, kini keduanya sudah berdiri di bawah shower.


‘’Aku akan membantumu mandi, agar kau tidak terlambat ke kampus.’’

__ADS_1


‘’Modus aja, nggak ada ya, aku akan mandi sendiri dan kau juga mandi sendiri.’’ Jenie menyalakan shower, menyabuni tubuhnya, ia menepis tangan Exel saat pria itu ingin menggosok punggungnya.


*****


‘’Jen.’’ panggil Sasa menghampiri Jenie yang kini sedang membaca buku di kelas.


‘’Ada apa ini?’’ guman Jenie dalam hati, tumben Sasa menghampitinya lagi, biasanya wanita itu akan melihatnya dengan tatapan penuh kebencian tapi sekarang malah tersenyum dan menghampirinya.


‘’Jen maafin aku ya, aku sadar tidak seharusnya aku memperlakukanmu seperti itu, kau adalah satu-satunya sahabat yang kumiliki, aku merasa sangat kesepian dan tidak tenang karena sudah bertengkar denganmu, kau mau kan memaafkanku?’’


‘’Ah.’’ refleks Jenie karena kaget dengan ucapan Sasa.


‘’Kenapa, kau tidak mau memaafkanku ya?’’


‘’Bukan begitu, aku hanya sedikit kaget mendengar perkataanmu.’’


‘’Jen maafkan aku ya, aku sadar kalau aku sudah sangat jahat padamu, bisakah kau memberiku kesempatan untuk memperbaiki persahabatan kita lagi, aku ingin kita kembali seperti dulu, kau mau kan?’’


Jenie tersenyum dan mengangguk ‘’tentu saja aku akan senang kalau kau benar-benar sudah tak membenciku lagi, terus terang aku juga merasa sangat kehilanganmu, dari dulu hanya kau satu-satunya sahabatku jadi kedepannya aku tak ingin kita bertengkar lagi, oke?’’ Jenie memeluk Sasa sambil tersenyum sedang Sasa menyeringai karena rencananya berhasil, sebentar lagi ia pasti akan berhasil memisahkan Jenie dan Exel lagi.


‘’Jen.’’ Teriak Exel menghampiri Jenie, melihat tak suka pada Sasa.


‘’Aku lapar, temani aku makan ya.’’ menarik tangan Jenie tanpa menyapa Sasa.


‘’Sa nanti kita ngobrol lagi ya.’’ Ucap Jenie lalu mengikuti langkah Exel, Sasa mengangguk kecil dengan perasaan jengkel dalam hatinya, sekarang Exel bahkan sudah sangat terang-terangan membencinya.


‘’Xel tadi Sasa datang dan meminta maaf padaku.’’


‘’Terus kau memaafkannya begitu saja?’’


Jenie mengangguk ‘’aku hanya ingin memberinya kesempatan, siapa tau dia benar-benar tulus sekarang.’’


‘’Aku sama sekali tidak yakin wanita sepertinya memiliki rasa penyesalan.’’ Ucap Exel kecil.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2