Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Kedatangan model cantik


__ADS_3

‘’Yaudah aku ke kelas ya Jen.’’ pamit Alisha saat Jenie tiba didepan kelasnya.


Siangnya seantero kampus heboh dengan kedatangan seorang model cantik yang kini tengah naik daun, belakangan wajahnya sering wara wiri di layar TV.


‘’Itu siapa?’’ tanya Jenie pada Alisha dengan matanya yang melihat model cantik itu.


‘’Ya mana aku tau, tapi kalau nggak salah dengar tadi mereka pada bilang dia model atau artis gitu, udahlah nggak usah dipikirin nggak penting ini.’’ ucap Alisha mulai memakan makan siangnya dengan Jenie yang masih melihat model itu, bukan karena terpesona ia hanya penasaran kira-kira ada keperluan apa model itu sampai ke kampus mereka?


‘’Kira-kira dia punya urusan apa ya disini, mau kuliah atau apa?’’


‘’Yaelah kamu masih merhatiin dia?’’ tanya Alisha sambil tertawa kecil, tak lama, seperti biasanya terdengar teriakan dari para wanita begitu melihat Exel masuk ke kantin, tak terkecuali model cantik itu, ia berdiri dan langsung menghampiri Exel.


‘’Hai ingat aku nggak?’’ tanyanya pada Exel, Exel mengerutkan keningnya memperhatikan wanita itu yang sama sekali tak dikenalnya.


‘’Sorry nggak kenal.’’ dengan ekspresi datar dan cueknya Exel berlalu, melewati model itu, tersenyum menghampiri Jenie dan duduk di sampingnya dengan Andre yang kini duduk di samping Alisha.


‘’Kenal dimana sama Sandrina Ardinata bro?’’ tanya Andre eksaited, Jenie melihat Exel menunggu jawaban pria itu.


‘’Aku sama sekali tak kenal dengannya.’’ jawab Exel cuek.


‘’Hai bisa gabung disini nggak?’’ tanya model yang bernama Sandrina itu, dengan cepat Andre menjawab iya yang langsung mendapat pelototan dari ketiga orang lainnya.


‘’Bisa geser dikit nggak?’’ tanya Sandrina pada Jenie.


‘’Nggak bisa udah sempit, mending duduk di meja lain aja deh, tuh masih banyak yang kosong.’’ Exel menunjuk beberapa meja yang kosong dengan maksud meminta wanita itu pergi karena ia merasa kurang nyaman dan terganggu.


‘’Aku mau ngomong sama kamu habis makan bisa?’’ Tanya Sandrina pada Exel.


‘’Sorry aku sibuk, nggak ada waktu.’’ jawab Exel dan mulai memakan makanannya, merasa tak enak, Jenie menyenggol lengan Exel.


‘’Jangan jutek gitu dong, kasihan tau.’’ bisik Jenie yang sama sekali tidak dipedulikan Exel, ia tetap fokus pada makannya, Jenie pun tak bisa berbuat apa-apa dan hanya memberikan senyum kakunya pada Sandrina, tak lama model itu pergi, bukan pergi dari kampus itu tapi hanya pergi dari meja mereka dan berpindah kemeja sebelahnya.


‘’Wi sekelas Sandrina aja ditolak apalagi kita.’’


‘’Ya jelas ditolak lah orang pacarnya kak Exel kan Jenie, apa kurangnya coba, bahkan nih kalau diperhatikan Jenie terlihat lebih cantik dibanding Sadrina, ia mah hanya menang model terkenal doang.’’

__ADS_1


‘’Kok ditolak sih, kalau aku yang jadi Exel sudah kusikat dua-duanya.’’


‘’Karena itu Tuhan memberikan wajah pas-pasan seperti ini untukmu agar kau tak menyakiti hati banyak wanita.’’


Bisik-bisik para mahasiswa yang terus membicarakan Exel, Jenie dan Sadrina.


‘’Bisa geger kampus ini kalau tau kalian sudah menikah.’’ ucap Andre terkekeh yang disetujui Alisha yang kini mengangguk dan ikut terkekeh.


‘’Kalau boleh tau wanita itu siapa ya?’’ tanya Sadrina pada dua wanita yang satu meja dengannya sambil menunjuk Jenie.


‘’Oh itu Jenie, pacarnya kak Exel.’’ jawab salah satunya.


‘’Pacar? Omg.’’ menganga tak percaya dengan apa yang baru didengarnya, ia datang ke kampus ini, mencari Exel, berpikir pria itu belum memiliki kekasih, tapi ternyata dugaannya salah, pantas saja pria itu terlihat sangat cuek padanya.


30 menit kemudian, setelah melihat Exel dan Andre keluar dari kantin, dengan cepat Sadrina berdiri dan menghampiri Jenie dan Alisha yang masih mengobrol santai di kantin itu.


‘’Hai aku bisa duduk disini nggak?’’ tanya Sandrina, tak mungkin menolak, Jenie pun mempersilahkan.


‘’Aku Sandrina.’’ ucapnya memperkenalkan diri pada Jenie dan Alisha secara bergantian, keduanya pun menyambut perkenalan itu dengan ramah.


‘’Maaf ya untuk yang tadi, aku nggak tau kalau Exel itu pacar kamu.’’


‘’Tadi aku sudah keterlaluan banget, ingin mendekati Exel di depan pacarnya sendiri, sorry ya.’’


‘’Nggak usah minta maaf kali, menyukai adalah hak setiap orang, aku maklum kok.’’


Sandrina membuat tanda silang dengan kedua tangannya. ‘’Memang tapi tidak dengan menyukai pacar orang, begini begini aku anti tau merebut pacar orang.’’ ucapnya yang membuat Alisha bertepuk tangan.


‘’Respect respect.’’ ucap Alisha memberikan dua jempolnya pada Sandrina sambil tertawa kecil.


‘’Kamu udah maafin aku kan ya?’’ tanya Sadrina menunjuk Jenie, Jenie pun mengangguk sambil tersenyum.


‘’Berarti kita teman ya sekarang.’’ Ucap Sandrina lagi yang tidak dijawab Jenie.


‘’Tergantung.’’ malah Alisha yang menjawabnya.

__ADS_1


‘’Kok tergantung sih?’’ tanya Sandrina melihat Alisha.


‘’Ya tergantung kamu menguntungkan atau merugikan.’’ sambung Alisha lagi membuat Jenie tertawa sedang Sandrina mencibik kesal karenanya.


‘’Pokoknya mulai sekarang kalian berdua adalah temanku.’’ putus Sandrina yang membuat Jenie dan Alisha saling pandang, baru kali ini seseorang ingin berteman dengan cara yang sedikit memaksa.


‘’Tapi kami nggak mau jadi temanmu.’’ ucap Jenie.


‘’Kenapa? Bukankah kita terlihat cocok?’’


‘’Cocok apanya, menurutku kau hanya akan membuat kami pusing.’’ jawab Jenie lagi yang lagi-lagi membuat Sandrina mencibik kesal.


‘’Kalian ini menyebalkan sekali.’’


‘’Kalau kami menyebalkan lalu kenapa kau mau jadi teman kami?’’ tanya Jenie


‘’Ya nggak pa-pa, aku merasa klop aja sama kalian berdua.’’


‘’Di pertemuan pertama gitu?’’ timpal Alisha yang diangguki Sandrina.


‘’Oh iya aku penasaran, kamu kenal Exel dimana?’’ tanya Jenie yang memang penasaran akan hal itu, pasalnya Exel terlihat seperti benar-benar tak mengenali Sandrina.


Hahahahahhahaha


Jenie dan Alisha kompak tertawa setelah mendengar cerita Sandrina yang katanya kalau kemarin pas keluar dari salah satu cafe dia hampir saja jatuh dan untung saja Exel menolongnya, tpi pria itu sama sekali tak melihatnya dan langsung pergi begitu saja, Sandrina yang terpesona melihat wajah Exel menyuruh asistennya untuk mengikuti Exel.


‘’Kenapa kalian tertawa?’’ tanya Sandrina


Dengan masih tertawa keduanya menggeleng, tak ingin membahasnya lagi, Sandrina meminta ponsel mereka dan menelpon nomornya setelahnya ia pamit pergi karena memiliki jadwal pemotretan, tapi ia berjanji akan datang lagi untuk menemui keduanya karena sekarang mereka sudah berteman.


‘’Alisha nya mana?’’ tanya Exel pada Jenie yang baru saja masuk ke mobilnya.


‘’Katanya masih ada kelas, paling sekitar 20 menit lagi, oh ya Xel, kak Eiden mana, kok nggak datang buat nemuin Alisha sih?’’


‘’Oh itu, tadi pagi tiba-tiba dia harus ke Singapura katanya udah izin Alisha juga.’’

__ADS_1


‘’Dia gimana, hari ini anteng-anteng saja kan?’’ tanya Exel dengan tangannya yang mengelus perut Jenie yang sepertinya sudah mulai membesar, tubuh Jenie juga sudah terlihat sedikit gemuk.


Bersambung.....


__ADS_2