Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Masakan spesial untuk istri


__ADS_3

‘’Kak Kevin nggak ada kelas?’’ Tanyanya yang sedikit kurang nyaman bersama Kevin, entahlah apa yang terjadi tapi sekarang perasaannya kurang nyaman berada di samping Kevin, padahal dulu, mungkin sebelum negara api menyerang, ia adalah wanita paling bahagia kalau bisa berada di dekat Kevin seperti sekarang.


Bukannya menjawab, Kevin malah balik bertanya. ‘’Oh ya Jen nanti sore sibuk nggak, bisa nggak ikut aku ke rumah sakit lagi?’’


Jenie sejenak menghentikan aktivitasnya yang sedang sibuk melihat beberapa video tik tok, meletakan ponselnya di atas meja, melihat pada Kevin.


‘’Maaf kak tapi sepertinya Jenie nggak bisa, lebih baik kakak mengatakan yang sebenarnya, kali ini Jenie nggak bisa menolong kakak.’’


‘’Kenapa, kenapa nggak bisa? Dulu kau sangat tergila-gila padaku, sekarang kenapa tiba-tiba kau berubah, apa karena pria brengsek itu?’’


‘’Apaan sih?’’ Ucap Jenie kesal dengan ucapan Kevin.


‘’Kamu punya hubungan apa sama si Exel itu?’’


‘’Apapun hubungan kami nggak ada urusannya sama kak Kevin.’’ merasa kesal, Jenie berniat pergi dari tempat itu.


‘’Ternyata benar kata mereka, kau hanyalah wanita mu**han.’’


Jenie berbalik, kembali mendekati Kevin dan PLAK, wanita itu menampar Kevin saking tak sukanya dengan ucapan pria itu, sebelumnya ia tak pernah merasa terganggu dengan ucapan-ucapan yang menuduhnya seperti itu tapi setelah mendengarnya dari Kevin sungguh membuatnya marah, setidaknya orang yang biasa mengatainya adalah orang yang tak mengenalnya, tapi Kevin? Mereka bahkan sangat dekat selama 2 tahun terakhir dan bisa-bisanya pria itu mengatakan hal itu padanya.


Dalam sekejap perlakuan Jenie itu mencuri perhatian semua pasang mata yang juga berada di tempat itu, mereka tak menyangka Jenie akan menampar Kevin di depan umum seperti sekarang, tapi apa penyebab pertengkarang mereka membuat setiap orang bertanya-tanya.


‘’Kenapa, kau tersinggung dengan kata-kataku?’’


‘’Aku nggak menyangka dulu pernah menyukai pria brengsek sepertimu.’’ Tunjuk Jenie dengan nada marahnya.


‘’Kenapa kau marah, bukankah perkataanku benar, tapi yang membuatku bingung apa yang kau cari dari para priamu, kepuasan atau?’’ Ucapnya berdiri, mendekatkan mulutnya di telinga Jenie. ‘’Kalau kepuasan aku bisa memberikannya padamu, akan kubuat kau melayang tinggi, apa kau mau mencobanya?’’ Bisiknya membuat Jenie semakin geram, wanita itu mendorong Kevin dan kembali menampar wajahnya, sungguh ia tak pernah menyangka kalau Kevin, pria yang dulu sangat dipujanya bisa bersikap menjijikan seperti sekarang.


‘’Mulai sekarang jangan mendekati ku atau menemuiku lagi.’’ Ucapnya meninggalkan Kevin, tak peduli dengan pandangan orang-orang padanya.


‘’Akhirnya kak Kevin sadar juga kalau Jenie bukan wanita baik-baik.’’


‘’Kasihan juga kak Kevin harus jatuh cinta pada wanita yang salah.’’


‘’Aduh aku tambah benci deh sama Jenie.’’

__ADS_1


‘’Tapi aku senang karena kak Kevin berpisah dari wanita seperti itu, kak Kevin pantas mendapatkan wanita yang lebih baik darinya.’’


Ucap beberapa mahasiswa yang menyaksikan pertengkaran itu.


*****


‘’Kenapa kau kesal seperti itu?’’ Tanya Exel disebrang telepon sambil melihat Jenie yang sedang duduk sendirian di taman kampus, sebenarnya Exel tau apa yang terjadi padanya karena tadi pria itu tak sengaja mendengar beberapa orang sedang bercerita tentang insiden Jenie yang menampar Kevin, ia yakin pasti Kevin sudah sangat keterlaluan sampai Jenie menamparnya.


‘’Kau tau darimana aku sedang kesal?’’


‘’Coba lihat arah kirimu.’’


‘’Sedang apa kau disana?’’ Tanya Jenie setelah melihat Exel.


‘’Sedang melihat istriku, kau tau kau terlihat sangat cantik dari tempatku melihatmu sekarang, jadi untuk apa kau bersedih kau memiliki suami yang tampan dan kaya, apalagi yang kurang, iya kan?’’ Ucapnya berniat menghibur Jenie.


‘’Narsis banget sih.’’ Ucapnya tertawa kecil.


‘’Kenyataan loh itu, jadi kau harus memperlakukanku dengan baik, dimana lagi kau akan menemukan suami yang sempurna sepertiku?’’


‘’Berarti kita pasangan serasi dong ya.’’ Ucapnya sambil tertawa kecil yang juga diikuti Jenie.


‘’Udah nggak sedih lagi kan?’’


Jenie mengangguk. ‘’Nggak lagi berkat suamiku yang sudah bermurah hati menghiburku, sebagai tanda terimakasih kau harus membuatkanku makan malam karena aku sedang ingin memakan makanan buatanmu, oke.’’


‘’Konsep terimakasihnya terbalik tapi nggak papalah sebagai suami yang baik aku akan membuatkanmu makan malam yang sangat enak, jadi usahakan habis kuliah langsung pulang kerumah, jangan keluyuran.’’


‘’Kau ini, memangnya sejak kapan aku keluyuran?’’


‘’Nggak pernah ya? lupa aku.’’ Exel Terkekeh kecil, sejak menikah Jenie memang jarang sekali keluar rumah, setelah dari kampus ia pasti akan langsung pulang dan hanya sesekali meminta izin untuk sekedar bersantai di mall.


‘’Dasar, udah ah aku ada jam kuliah lagi.’’ Ucapnya mematikan panggilan ponsel.


*****

__ADS_1


‘’Sedang apa Xel?’’ tanya mama Sita menghampiri Exel yang sedang berperang di dapur.


‘’Membuat makan malam untuk Jenie ma, tadi katanya ingin makanan buatan Exel.’’


‘’Mama senang deh melihat rumah tangga kalian yang baik-baik saja, ingat Xel kau harus selalu menjaga dan memperlakukannya dengan baik.’’ Ucap mama Sita duduk di meja makan sambil memperhatikan setiap gerakan Exel, wanita paruh baya itu duduk sambil mengunyah cookies coklat yang tersedia diatas meja.


‘’Mama tenang saja, Exel pasti akan selalu menjaga Jenie.’’


Tiba-tiba mama Sita tertawa kecil mengingat bagaimana galaunya Exel dulu saat Jenie meninggalkannya dengan tiba-tiba apalagi saat itu Jenie memilih untuk pindah sekolah diluar kota.


‘’Kau ingat, dulu kau hampir gila karena ditinggal tiba-tiba oleh Jenie? Waktu itu mama dan papa sangat takut melihat keadaanmu, makan saja kau tak mau dan terus menerus mengurung diri dikamar, sudah seperti anak wanita yang patah hati saja, tapi setelah mengingat kembali ternyata hal itu lucu juga.’’ mama kembali tertawa. ‘’mama nggak pernah menyangkah loh kalau kamu akan menyukai Jenie sampai sebesar itu, dulu mama pikir kalian berdua tuh hanya cinta monyet saja.’’


‘’Jangankan mama, Exel saja nggak menyangka akan sangat menyukai wanita menyebalkan itu.’’ Exel ikut tertawa kecil dengan tangannya yang sibuk membersihkan udang, rencananya malam ini ia akan membuatkan udang saus tiram untuk Jenie.


‘’Mau mama bantu nggak?’’ tawar mama


Exel tersenyum dan menggeleng ‘’spesial buat istri, biar Exel sendiri yang buat, mama istirahat saja.’’


*****


malamnya


Kini keluarga Exel plus Jenie sudah duduk di meja makan untuk menikmati makan malam mereka. ‘’Papa juga mau dong udang saus tiramnya.’’ papa Bowo memberikan piringnya pada Exel tapi Exel berpura-pura menolaknya, ide jahilnya timbul lagi.


‘’Maaf pa tapi Exel sudah berjanji pada Jenie hanya akan memasak untuknya.’’


Jenie tersedak makanan karena mendengar ucapan Exel, dengan sigap Exel memberikan minum untuknya. ‘’Kau kenapa, aku tau masakanku enak tapi makannya pelan-pelan saja dong.’’


‘’Pa piringnya mana?’’ Jenie meminta piring papa mertuanya dan mengisinya dengan udang saus tiram yang tadi dimasak Exel.


‘’Loh kamu mau ngapain, bukannya katamu aku hanya bisa memasak untukmu?’’ Cegah Exel


Jenie melotot ‘’maksudku wanita lain Exel bukan keluargamu, kau kenapa menyebalkan sekali sih?’’ Ucapnya dengan nada jengkelnya pada Exel dan tersenyum memberikan udang itu pada sang mertua sedang papa dan mama hanya menggeleng karena tau Exel sedang mengerjai Jenie.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2