
‘’Siap-siaplah kau bisa terlambat ke kampus.’’
‘’Ah.’’ Ucap Jenie lagi yang membuat Exel tertawa, pria itu mencubit gemas pipi Jenie karena tidak tahan dengan tingkahnya.
‘’Apa kau ingin aku yang memakaikan pakaian untukmu?’’
‘’Ah! Oh tidak-tidak aku bisa memakainya sendiri.’’ Lalu berlari keluar dari kamar Exel sedang exel hanya menggelengkan kepalanya dan kembali meneruskan kegiatannya yang tadi memasukan buku kedalam tas. Setelahnya ia keluar untuk menyiapkan sarapan, pagi ini berniat membuat roti bakar.
‘’Tumben kau menggunakan pakaian seperti itu.’’ Ucap Exel sedikit kaget melihat penampilan Jenie yang menggunakan pakaian tertutup sampai area lehernya apalagi sekarang sedang musim panas, apa wanita itu tak akan kepanasan nantinya?
‘’Kau lupa aku sedang mengalami alergi dan aku tidak ingin orang-orang mengetahuinya, nanti apa kata mereka?’’ Jawabnya yang kini sudah duduk dan melahap roti bakar buatan Exel, dengan segelas susu yang juga sudah disiapkan pria itu untuknya, setelahnya seperti biasa keduanya ke kampus dengan menggunakan mobil masing-masing.
Seperti biasa, kedatangan dua idola kampus itu selalu mencuri perhatian, Exel keluar dari mobilnya tanpa sama sekali melihat siapapun, tidak peduli dengan para wanita yang menatap kagum atau bersorak memanggil namanya, berbeda dari Exel Jenie tersenyum pada setiap orang yang menyapa nya bahkan terkadang wanita itu juga membalas menyapa.
‘’Kedua idolaku sepertinya akan sangat cocok kalau disatukan.’’ Ucap seorang penggemar yang menyukai Jenie dan Exel, ia cukup sadar diri tidak mungkin untuk memiliki Exel.
‘’Kau lupa sekarang Jenie itu pacar kak Kevin.’’ Ucap seseorang, ya semuanya berpikir Jenie dan Kevin adalah sepasang kekasih sejak kemarin wanita itu menerima pernyataan cinta Kevin di depan umum.
‘’Ya sudahlah mau bersama siapapun itu terserah mereka, asal kak Exel nggak sama Mona aja.’’ lalu semuanya tertawa.
Seperti biasa, dimanapun Jenie pasti akan ada satu pria yang selalu memperhatikannya dari jauh dan tidak lupa juga mengambil foto Jenie seperti biasa yang sering dilakukan pria itu.
‘’Jen kemana aja sih, belakangan ini kenapa susah sekali diajak nongkrong.’’ Tanya Sasa
‘’Sorry sorry sahabatmu ini memiliki sedikit masalah tapi sekarang udah nggak kok.’’
‘’Masalah apa sih, tumben nggak cerita.’’
__ADS_1
Sebenarnya Jenie ingin berterus terang pada Sasa tapi Exel memintanya untuk tidak menceritakan hubungan rumah tangga mereka kecuali pada kedua orang tua.
Entahlah apa alasannya hanya Exel yang tau, tapi Jenie sama sekali tidak keberatan dengan keputusan Exel itu, belakangan ini Jenie merasa ada yang janggal dari sikap Sasa.
Beberapa kali ia melihat sahabatnya itu sedang memperhatikan Exel diam-diam, beberapa hari lalu ia juga tidak sengaja melihat Sasa sedang bersama Kevin memasuki salah satu supermarket, saat itu ia sama sekali tidak bisa mengikuti keduanya karena sedang bersama Exel.
Tapi yang membuatnya kepikiran adalah, bukannya Kevin dan Sasa tidak terlalu dekat tapi kenapa keduanya bisa jalan bersama, apa tidak sengaja bertemu atau apa, itulah yang sangat mengganggu pikirannya.
‘’Hai.’’ Kevin datang menghampiri, seperti biasanya ia akan duduk di samping Jenie yang tentu saja membuat para penggemar histeris kecuali 3 orang yang memandang tidak suka pada adegan itu termasuk Sasa.
Hanya saja ia tidak bisa terlalu memperlihatkannya, sedang Jenie duduk diam sambil mengamati gerak-gerik Sasa dan Kevin.
Tidak ada yang aneh, seperti biasanya, keduanya tidak berbicara satu sama lain dengan akrab dan hanya saling menyapa. Ah tapi bukannya itu letak keanehannya, pikirnya lagi.
Mereka sudah kenal lumayan lama dan masih tidak bisa akrab satu sama lain, bahkan sama sekali tidak berbicara satu sama lain.
Tiba-tiba Jenie teringat akan sikap Kevin yang khawatir saat Sasa izin pulang karena sakit beberapa waktu lalu, sebenarnya ada apa, kenapa dia jadi bersikap seperti ini, kenapa dia jadi berpikir Sasa dan Kevin memiliki hubungan di belakangnya?
Jenie pun melihat Exel dengan tatapan tidak sukanya, lebih tepatnya wanita tidak suka melihat Mona yang duduk di samping Exel.
Seperti ingin membalas, Jenie sengaja memperlakukan Kevin dengan baik, menopang dagunya dengan satu tangan, matanya terus memandang Kevin saat pria itu sedang berbicara yang tentu saja membuat banyak orang berpikir bahwa Jenie begitu mencintai Kevin.
‘’Aku ke toilet bentar ya.’’ Pamit Jenie
Keluar dari toilet, Jenie kaget saat seseorang menarik, membawanya kembali masuk ke toilet dan menguncinya.
‘’Apa yang kau lakukan kalau ada yang melihat bagaimana?’’
__ADS_1
Tidak menjawab, Exel menarik tengkuk jenie, melluumat bibir wanita itu, bibir manis yang dirasakannya untuk kedua kalinya.
Bibir pink merekah itu sungguh membuatnya gila, rasanya manis melebihi apapun bahkan semua rasa manis yang pernah di cobanya tidak bisa menyaingi rasa manis yang diberikan bibir Jenie.
Sensasi ciuman juga membuat Exel mabuk kepayang, sebelumnya pria itu tidak pernah berciuman dengan siapapun, ia juga sama sekali tidak pernah berpacaran sejak Jenie meninggalkannya beberapa tahun lalu dan sampai sekarang dia masih juga belum mengetahui alasan sebenarnya Jenie meninggalkannya.
Jenie memberontak, bukan karena menolak ciuman Exel tapi ia merasa hampir mati karena kekurangan oksigen.
‘’Kau ini kenapa, kenapa tiba-tiba menarik dan menciumku, kau lupa kita sedang di kampus dan sekarang kita bahkan berada di toilet wanita, kalau di pergoki bagaimana, apa kau tidak berpikir sampai kesana?’’ Protes Jenie dengan nada jengkelnya yang sama sekali tidak dipedulikan Exel, memangnya apa masalahnya toh mereka juga suami istri.
‘’Kuperingatkan, jangan pernah kau dekat dengan Kevin lagi apalagi melihatnya dengan tatapan seperti tadi, aku tidak peduli walau dia pacarmu sekalipun kau itu istriku pandangan seperti itu hanya bisa kau perlihatkan padaku, kalau tidak aku benar-benar akan membuatmu hamil agar kau bisa sadar akan posisimu."
‘’Kok jadi bawa-bawa hamil sih?’’ Protesnya lagi, tidak lama terdengar ketukan dari luar yang membuat Jenie panik.
‘’Apa yang harus kita lakukan sekarang?’’ Tanyanya dengan nada panik.
‘’Tinggal keluar apa susahnya.’’ Jawab Exel dengan nada santainya yang membuat Jenie semakin kesal.
‘’Semua ini karenamu, seandainya kau tidak menarikku masuk kesini kita nggak mungkin terkurung disini.’’ Ucap Jenie lagi dengan mata melototnya sedang Exel, pria itu hanya berdiri santai, bersandar di dinding toilet dengan menyilangkan kedua tangannya didepan dada.
‘’Semuanya karena kamu, aku nggak mungkin masuk toilet wanita kalau kau tidak membuatku kesal.’’
‘’Tauah, sekarang cari cara biar kita bisa keluar dari tempat ini.’’
Bersambung......
Bonus visual dari babang Exel dan mbak Jenie yang ganteng dan cantiknya nggak ketulungan😍
__ADS_1