Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
menikah


__ADS_3

‘’Berani sekali kalian.’’ Geram Exel ingin menghampiri ketiga wanita itu tapi tangannya ditahan Jenie.


Jenie menggeleng dan menarik Exel keluar dari kamar mandi, mereka juga langsung keluar dari restoran dan memilih pulang.


‘’Kau benar baik-baik saja kan?’’ tanya Exel dengan nada khawatirnya saat mereka berada di dalam mobil.


Jenie tersenyum. ‘’Mereka sama sekali tidak menyentuhku, aku hanya berbohong padamu, eh tunggu dulu kenapa kau terlihat khawatir, ada apa ini? Hhmm jujur deh kau menyukaiku kan?’’ Jenie menggoda dengan menunjuk Exel tepat di depan wajahnya.


‘’Mimpi saja, lagian siapa yang akan menyukai wanita sepertimu, aku khawatir karena tidak ingin orang tuamu menyalahkanku atas apa yang terjadi padamu.’’ Exel berucap dengan nada sedikit keras.


‘’Santai saja kali nggak usah ngegas begitu.’’ balas Jenie dengan nada sewot setelahnya ia kembali mendekatkan dirinya pada Exel, sedikit berpikir. ‘’Apa maksudmu dengan wanita sepertiku? Memangnya apa yang salah denganku?’’


‘’Pikir sendiri.’’ Exel menghidupkan mobilnya, kalau disuruh jawab dia juga tidak tau harus menjawab apa, orang tadi dia hanya spontan saja mengucapkan kata itu.


sedang Jenie, wanita itu masih melihat Exel dengan tatapan tajamnya, merasa sedikit tersinggung dengan ucapan Exel, memangnya apa yang salah dengannya, menurutnya sebagai wanita ia merasa sudah sangat sempurna dan tidak ada kekurangan sama sekali dalam dirinya.


‘’Kenapa kau masih melihatku, apa kau sangat mengagumi ketampananku?’’


‘’Ck.’’ Jenie langsung membenarkan posisi duduknya, melihat lurus kedepan bahkan sepanjang jalan sama sekali tidak berkata apapun lagi, disaat Exel mengajaknya bicara pun sama sekali tidak ditanggapinya.


‘’Kau kenapa?’’ tanya Exel menahan tangan Jenie saat wanita itu akan turun dari mobilnya, sekarang keduanya sudah sampai di depan rumah Jenie.


Jenie menggeleng, melepas tangan Exel dan berlalu masuk ke rumahnya, menyapa kedua orang tuanya dan langsung naik ke kamar


Exel ikut turun, berbicara singkat dengan kedua orang tua Jenie sebelum pamit pulang.


*****


Tidak terasa, hari berlalu dengan cepat, kini Jenie dan Exel sudah berdiri di depan altar bahkan keduanya sudah selesai mengucapkan janji suci pernikahan.


Pengantin baru itu berdiri saling berhadapan, melihat satu sama lain dengan kedua tangan yang saling menggenggam. Dan....


Cup


Exel mencium sekilas bibir Jenie, membuat wanita itu melototkan matanya karena kaget sedang beberapa tamu undangan hanya tertawa sambil menggeleng kepala melihat tingkah Exel yang sepertinya sudah tidak sabar ingin memakan istrinya.

__ADS_1


‘’Apa yang kau lakukan?’’ Tanya Jenie


‘’Aku menciummu memangnya apalagi?’’


‘’Iya aku tau kau menciumku tapi kenapa kau harus menciumku?’’


‘’Apa aku perlu alasan untuk mencium istriku sendiri?’’


‘’Hhmm tidak juga sih.’’ Jenie sedikit linglung, wanita itu masih sedikit tidak percaya kalau dirinya sekarang sudah menjadi istri dari Exel Richard, pria menyebalkan yang dulu hanya mempermainkan perasaannya, sampai sekarang itulah yang dia pikirkan tentang Exel, pria yang pernah menyakitinya.


‘’Kau kanapa?’’ Tanya Exel


‘’Aku sedikit sedih soalnya Sasa bahkan tidak ada disampingku sekarang.’’


‘’Untuk apa juga dia datang.’’ Ucap Exel dengan nada tidak sukanya.


‘’Kau kenapa sih, dulu dia juga temanmu.’’


‘’Dan aku menyesal pernah memiliki teman sepertinya, sudahlah aku tidak mau bertengkar denganmu hanya karena wanita tidak penting itu.’’


Jenie pun diam, dia tidak tau apa yang terjadi antara Exel dan Sasa hingga pria yang sudah menjadi suaminya setengah jam lalu itu terlihat sangat tidak menyukai Sasa bahkan hanya mendengar nama Sasa sudah membuat Exel sangat jengkel.


*****


‘’Untuk apa lagi, tentunya aku akan tidur disini.’’


‘’Kenapa, bukankah kau memiliki kamar sendiri?’’


‘’Itu dulu sebelum kita menikah, tapi sekarang kan kita sudah menikah, apa kata orang kalau mereka tau kita tidurnya terpisah.’’ Ucap Exel cuek dan berbaring di ranjang Jenie.


‘’Apa maksudmu, kenapa kita harus tidur dikamar yang sama, jika kau menginginkan kamar ini ya sudah biar aku saja yang tidur di kamar lamamu.’’ Jenie sudah bersiap keluar dari kamar itu.


‘’Selangkah kau keluar dari kamar ini maka aku benar-benar akan membuatmu mengandung anakku malam ini juga.’’ Ancam Exel yang tentu saja membuat nyali Jenie ciut.


wanita itu membalik badannya dan masuk ke walk in closet.

__ADS_1


setengah jam berlalu Jenie kembali, berdiri tepat di depan Exel, setelahnya membalik badannya menjadi membelakangi Exel.


‘’Bantu aku menurunkan resletingnya.’’


‘’Kau yakin memintaku melakukannya, kalau aku menurunkan yang lain juga bagaimana?’’ Ucap Exel dengan nada menggoda yang membuat Jenie kesal.


‘’Sudahlah Exel aku sudah sangat mengantuk lebih baik cepat kau bantu aku.’’


‘’Kau ini, bisa nggak minta tolong baik-baik, kalau begini aku jadi malas menolongmu.’’  Exel tidak peduli dan langsung membaringkan dirinya kembali di ranjang, pria itu bahkan langsung menutup matanya dan pura-pura tertidur.


‘’Mau kemana kau?’’ Tanyanya saat mendengar langkah kaki Jenie berjalan menuju pintu kamar.


‘’Mau meminta tolong tetangga untuk menurunkan resletingnya.’’ Jawab Jenie cuek dan kembali meneruskan langkahnya.


‘’Astaga kau gila ya, aku saja belum melihatnya masa sudah mau diperlihatkan pada tetangga sih.’’ Exel bangun dari ranjang dan berlari menyusul Jenie.


‘’Sini biar aku bantu.’’ menutup matanya, tidak ingin melihat punggung mulus sang istri, Exel takut tergoda akan kemolekan tubuh Jenie.


‘’Kenapa kau menutup matamu, apa kau takut tergoda dengan tubuh indahku ini?’’ Jenie menggerakan tangannya mengikuti bentuk tubuhnya sambil tersenyum ingin membalas menggoda Exel.


‘’Ck mimpi saja kau, aku melakukannya untuk melindungi mataku dari tubuh jelekmu ini, dari mana bagusnya tubuh RATA begini.’’ dengan menekankan kata rata.


‘’Apa kau bilang, rata? Oh ya Tuhan sepertinya aku akan menceraikanmu malam ini juga.’’ geram Jenie, wanita itu mengepalkan kedua tangannya saking jengkelnya pada Exel.


belum juga 7 jam sejak mereka menjadi pasangan suami istri tapi Jenie sudah ingin membunuh Exel, seandainya tidak ada hukum di negeri ini pasti Jenie sudah membunuh Exel sekarang juga.


‘’Kenapa, memangnya ada yang salah dengan ucapanku?’’


‘’Kau.’’ Tunjuk Jenie.


‘’Oke kita lihat saja apa kau bisa tahan dengan godaan tubuhku ini.’’ Jenie sudah memiliki rencana untuk mengerjai Exel.


sama sekali tidak terima dengan ucapan Exel, dia mati-matian menjaga bentuk tubuhnya tapi apa? Pria yang baru saja menjadi suaminya itu dengan gampangnya menghina apa yang selama ini di puja-puja oleh banyak pria?


‘’Mau kemana kau?’’ Tanya Jenie melihat Exel yang akan keluar dari kamarnya.

__ADS_1


‘’Kekamarku memangnya kemana lagi’’ Exel membalik tubuhnya melihat Jenie dengan tatapan usilnya.


Bersambung.....


__ADS_2