Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus

Pernikahan Tersembunyi Sepasang Idola Kampus
Kedatangan mama dan papa Jenie


__ADS_3

‘’Kau ingin bercerai, kenapa, apa karena Kevin, kalian masih bersama?’’


‘’Bersama apanya, waktu itu aku menerimanya karena tidak ingin membuatnya malu di depan banyak orang, aku juga sudah mengembalikan kalung darinya.


‘’Kenapa, bukannya kamu mencintainya?’’


‘’Karena aku punya suami, puas kamu, ayo sekarang kita pulang.’’ ucapnya dan langsung memejamkan matanya, pura-pura tidur.


Besoknya Jenie ke kampus dengan menggunakan taxi, dia tidak mau menggunakan mobil lagi dan nantinya mobil itu malah akan bernasib sama seperti mobil barunya kemarin.


‘’Kamu yakin nggak mau bareng aku?’’ tanya Exel sebelum Jenie naik ke taxi


‘’Nggak, kasih aku duit aja buat bayar taxi.’’


*****


‘’Sepertinya kamu nggak da urat malunya ya, udah diusir masih aja datang.’’ Ucap Mona menyambut kedatangan Jenie


‘’Apaan sih, kalian nggak ada kerja apa, masih pagi udah gosipin orang aja.’’ Sindir Sasa berjalan menghampiri Jenie, keduanya berjalan beriringan menuju ruang kelas.


Bruk


‘’Eh sorry sorry sengaja’’ ucap Seorang wanita yang dengan sengaja menabrakan jus yang dipegangnya pada Jenie hingga mengotori pakaian Jenie, bukannya merasa bersalah ia malah tertawa yang kemudian diikuti oleh mahasiswa lainnya.


‘’Apa yang kau lakukan?’’ tanya Jenie dengan nada geramnya, pasalnya ia sangat tak suka dengan bau jambu yang kini menempel di tubuhnya, tak lama ia merasakan mual dan segera berlari menuju kamar mandi.


‘’Kau kenapa muntah-muntah, hamil ya?’’ Tuduh Mona menggiring opini para mahasiswa, kini sudah banyak diantara mereka yang berpikir Jenie sedang hamil padahal kenyataannya Jenie memang sering mual jika mencium bau jambu.


‘’Jen kamu nggak pa-pa?’’ tanya Sasa mengusap punggung Jenie.


‘’Ada apa ini, kamu kenapa Jen?’’ Tanya Exel menghampiri dengan rasa khawatirnya, pria itu menyingkirkan Sasa, mengambil alih untuk mengusap punggung Jenie.


‘’Kamu kenapa, sakit?’’ Berniat menggendong tubuh Jenie, tapi tidak lama sadar alasan Jenie mual-mual, Exel mencium pakaian Jenie untuk memastikan setelahnya membawa Jenie ke toilet yang tentu saja membuat Mona, Sasa dan penggemar Exel yang lainnya panas dan geram melihat kejadian itu.


‘’Pakaiannya dibuka aja, nih pakai jaketku.’’ membantu melepaskan pakaian Jenie, sebelumnya Exel mengambil tisu dan membersihkan tubuh Jenie dari sisa jus jambu setelahnya membantu memakaikan jaketnya pada Jenie, untung saja tadi pagi dia kepikiran untuk menggunakan jaket.


‘’Udah mendingan?’’ tanyanya memijat pelan tengkuk Jenie.


setelahnya Exel ingin mengantar Jenie ke kelas tapi wanita itu menolak dan memilih pergi sendiri.

__ADS_1


*****


‘’Kamu nggak pa-pa kan?’’ Tanya Sasa, Jenie mengangguk, matanya berputar ke setiap sudut kelas mencari pelaku yang tadi sudah membuatnya susah dan muntah-muntah.


Tersenyum sinis setelah menemukan sang pelaku, berdiri dari duduknya, berjalan menghampiri wanita itu dan BYUR....


Jenie menyiramnya dengan jus bawang putih, tadi sehabis dari membersihkan dirinya ia ke kantin terlebih dulu, meminta penjual jus untuk membuatkannya jus bawang putih, walau tak ada di menu tapi Jenie tetap memintanya dan membayar mahal untuk itu.


‘’Berani sekali kau mengerjaiku.’’ Ucap Jenie dengan senyum sinisnya.


‘’Kau, dasar pe**cur, berani sekali kau melakukan ini padaku.’’


‘’Memangnya kau pikir aku takut padamu?’’


‘’Kau lihat saja aku akan membalasmu dan kupastikan pe**cur sepertimu tak lagi bisa kuliah di kampus ini.’’


‘’Oh ya, aku menunggu hari itu tiba, dan kita lihat saja siapa yang akan dikeluarkan dari kampus, aku atau kamu.’’ tunjuknya dengan wajah sombongnya yang jarang diperlihatkannya.


*****


‘’Kamu nggak pa-pa?’’ tanya Kevin menghampiri Jenie saat dosen baru saja keluar dari ruang kelas.


‘’Aku lihat video kamu sedang mual-mual.’’


‘’Video?’’ Jenie mengambil ponselnya, memeriksa video yang dimaksud tapi sama sekali tidak menemukannya.


‘’Video apa kak, nggak ada nih.’’


‘’Tadi ada kok, video pas kamu lagi muntah-muntah, mungkin udah dihapus kali sama pengunggahnya.’’ ucap Kevin lagi.


sedang Jenie hanya tersenyum penuh arti, yakin pasti seseorang sudah menghapus video itu untuknya dan siapa lagi pelakunya kalau bukan Exel suaminya.


‘’Ih kak Kevin kok mau sih pacaran sama pe**cur gitu, kak Kevin kan ganteng pasti bisalah dapat wanita yang lebih baik.’’ Sindir salah satu teman sekelas Jenie.


‘’Yang lebih baik, maksudnya kamu gitu?’’ Ucap Sasa dengan nada meremehkan membuat wanita tadi terdiam kesal.


‘’Udah ah Jen, kita nongkrong di cafe depan aja, disini nggak enak banyak lalatnya.’’ Sindir Sasa lalu menarik tangan Jenie dengan Kevin yang berjalan di sampingnya.


‘’Oh iya Jen sabtu malam ada rencana nggak, kita nonton yuk udah lama kan kita nggak nonton.’’ ajak Sasa yang disetujui Jenie, seingatnya terakhir kalinya mereka ke bioskop bersama sudah hampir 3 bulan lalu.

__ADS_1


‘’Berdua aja, aku nggak diajak?


‘’Nggak lah ini acara para wanita, iya kan Jen?’’


Jenie mengangguk menyetujui.


‘’Eh Jenie, Sasa, Kevin, saya bisa numpang duduk disini nggak, pada penuh soalnya.’’ tanya pak Reza pada ketiga orang itu, ketiganya saling melihat terlebih dulu, walau akan sedikit terganggu tapi mereka juga tak bisa menolak pak Reza yang notabenenya adalah dosen mereka.


"Silahkan pak.’’ jawab ketiganya kompak.


‘’Tenang saja saya nggak akan ikut campur dalam pembicaraan kalian. ‘’ Pak Reza membuka laptop, memakai earphone dan mulai mengetik sesuatu di laptopnya, sedang ketiganya kembali berbincang dengan santai.


*****


Sorenya, Jenie pulang ke apartemen dan dikagetkan oleh kedatangan kedua orang tuanya. ‘’Mama papa tumben kesini.’’ Girang Jenie memeluk kedua orang tuanya yang sedang berkunjung ke apartemen.


‘’Papa kamu kangen, katanya putri kesayangannya udah jarang memberi kabar.’’ Ucap mama


‘’Ih mana ada orang tiap jam makan siang Jenie telepon papa kok.’’


‘’Iya tapi kamu nggak pernah mengunjungi papa ke kantor lagi.’’ timpal papa.


‘’Kan Jenie kuliah pa, tugasnya juga banyak, jangan ngambek dong nanti cepat tua loh.’’ Menggoda sang papa, wanita itu memang lebih dekat dengan sang papa tapi bukan berarti dia tidak dekat dengan mamanya.


‘’Jen sini dong peluk mama juga masa papanya aja yang dipeluk.’’ Protes mama, putrinya itu hanya memeluknya singkat saat baru masuk ke apartemen setelahnya ia terus menempel pada sang papa.


‘’Cie cie ada yang cemburu nie.’’ goda papa dan Jenie pada mamanya secara bersamaan.


‘’Oh iya ma, pa, Exelnya mana?’’ Tanya Jenie yang dari tadi tidak melihat Exel di ruangan itu.


‘’Tadi pamit ke supermarket katanya mau beli bahan makanan.’’ jawab papa


‘’Yang belanja Exel yang masak siapa Jen?’’ tanya mamanya.


‘’Tentu saja Exel, mana bisa Jenie masak lagian itu sudah tugasnya sebagai suami.’’


‘’Itu bukan tugasnya Exel Jenie tapi tugasmu sebagai istri, kasihan sekali menantuku itu, lagian harusnya kamu tuh belajar masak, kan udah punya suami.’’ Omel mama.


‘’Ngapain ma, kan Exel bisa.’’ jawab jenie lagi

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2