
Setelah membeli makanan Fiko kembali ke ruangan papanya yang berada di lantai 3 dan tidak sengaja dia melihat Rachel
"Rachel kamu ngapain disini" tanya Fiko
"Aku habis dari toilet sekarang mau ke ruangan papanya kak Fiko" jawab Rachel
"Ya sudah kita bereng saja ya" ajak Fiko
Rachel menganggukkan kepalanya
"Tok..
"Tok..
Zaenab membuka pintu
"Lo Rachel kenapa bisa bareng sama Fiko" tanya Zaenab
"Tadi aku ketemu sama Rachel jadi aku ajak bareng aja" jawab Fiko santai
"Ouh.. "
"Ini pa aku belikan nasi goreng buat papa" ucap Fiko sambil membuka bungkusan nasi goreng
"Biar aku yang suapin aja ya om" ucap Zaenab menawari
"Ya sudah kamu yang suapi om saja" jawab Rayhan
Rayhan memakan nasi yang sudah dibelikan Fiko sesuap demi sesuap dan disaat Zaenab menyuapi Rayhan ke sekian kalinya Rayhan tidak membuka mulutnya karena ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya
"Kenapa om apa sudah kenyang" tanya Zaenab
"Om mau tanya sama kamu dan Fiko" ucap Rayhan
Fiko merasa disebut namanya oleh Rayhan membuatnya mendekat ke arah papanya
__ADS_1
"Memangnya ada apa" tanya Zaenab dan Fiko secara serentak
"Papa mau kalian menikah 3 minggu lagi dan saya ingin kalian bertunangan 3 hari lagi" ucap Rayhan membuat semua orang terkejut
"Papa apaan sih" tolak Fiko
Diawal Zaenab merasa bahagia tetapi saat melihat penolakan Fiko membuat hatinya sakit dan membuat matanya berkaca kaca
"Maaf semuanya saya permisi dulu ke toilet" ucap Zaenab
"Zaenab..." panggil Anisah dengan rasa cemas tentang keadaan anaknya
"Han maaf apa maksud kamu tentang perjodohan ini" tanya Anisah yang sedari tadi masih bingung
"Aku ingin melihat anakku menikah dan menemukan pasangan yang baik dan aku rasa Zaenab pantas menjadi pendamping Fiko" jelas Rayhan
"Tapi kenapa harus anakku apa kamu tidak memikirkan perasaan anakku" ucap Anisa dengan nada sedikit tinggi
"Maafkan aku Anisa aku hanya ingin melihat anakku bahagia" jawab Rayhan dengan penuh penyesalan
Anisah keluar dari ruangan Rayhan dengan keadaan marah
Anisah mencoba menghubungi Zaenab tetapi dia lupa bahwa tasnya Zaenab tidak dibawa
"Tas nya Zaenab tidak dibawa saat dia keluar" gumam Anisah khawatir dengan keadaan anaknya
Anisah masuk kembali ke ruangan Rayhan
"Maaf aku kembali hanya untuk mengambil tas nya Zaenab" ucap Anisah lalu kembali keluar
"Nis" panggil Rayhan tetapi Anisah tidak menghiraukannya
"Maaf om Rachel mau mengejar mama" ucap Rachel pamit
"Iya sampaikan maaf om ya sama mama kamu dan Zaenab"
__ADS_1
"Iya om" ucap Rachel sambil mencium punggung tangan Rayhan
Rachel keluar dari ruangan Rayhan dan mencari keberadaan mamanya dan terlihat sosok Anisah sedang duduk di bangku
"Ma" panggil Rachel sambil mendekati mamanya
"Chel dimana ya kakak kamu" tanya Anisah bingung mencari Zaenab
"Gimana kalau kita ke ruangan CCTV" saran Rachel
"Betul juga itu" ucap Anisah antusias
"Ya udah ayo" ajak Rachel
Mereka berjalan menuju ruangan CCTV agar dapat melihat keberadaan Zaenab
***
Apa yang harus aku rasakan antara bahagia atau sedih
Apa yang harus aku lakukan menolak atau menerima batin Zaenab
Zaenab merasa bimbang untuk mengambil keputusan tentang perjodohan itu
Di dalam ruangan Rayhan
"Pa kenapa dengan papa"
"Maksud kamu apa" tanya Rayhan
"Kenapa menjodohkan aku dengan Zaenab"
Dulu memang aku pernah menyayangi Zaenab tapi sekarang berbeda aku telah mencintai Karin
"Papa cuma mau lihat kamu menikah titik" ucap Rayhan
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote ya