Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 86


__ADS_3

~Jangan lupa like, komen dan vote ya~


Di dalam rumah sakit terlihat semua orang sangat khawatir


Sudah satu jam operasi berjalan tetapi operasi belum juga selesai


Zidan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya


Tidak lama kemudian lampu terpapang jelas di atas pintu ruangan sudah mati tanda operasi sudah selesai


Zidan semakin takut mendengar hasil operasi itu karena jika sampai mendengar Zaenab tidak selamat maka entah apa yang akan terjadi pada Karin


Dokter Dina keluar sambil melepas masker yang ia kenakan tadi


Anisah, Raka dan juga Zidan berjalan mendekat


"Bagaimana" tanya Anisah


Terlihat senyum mengembang di bibir dokter Dina


"Alhamdulillah keempat anak Zaenab bisa di selamatkan tapi.." ucap Dokter Dina terputus


"Tapi apa din" tanya Raka


"Harus di inkubator" ucap Dokter Dina melanjutkan kata katanya


"Dan kondisi Zaenab.."


"Kamu kalau ngomong bisa di lanjutkan tidak jangan buat kita penasaran" sewot Anisah


"Kondisi Zaenab baik baik saja tapi saat ini dia masih tak sadarkan diri.. "

__ADS_1


"Kenapa?" selak Zidan


"Karena dia masih dalam pengaruh bius tadi" ucap Dokter Dina


"Alhamdulillah"


"Apa aku bisa melihat anak anak Zaenab" tanya Zidan


"Bisa mari ikut saya" ucap Dokter Dina dan berjalan menuju sebuah ruangan dan diikuti oleh Zidan


Dokter Dina berhenti di sebuah ruangan dan menunjukkan empat box bayi di sana


"Itu anak Zaenab semua" tanya Zidan


"Ya memang itu hanya anak Zaenab dan dipisahkan dari bayi lain yang juga di inkubator agar tidak tertukar" jelas Dokter Dina


"Saya kembali dulu ya" ucap Dokter Dina kemudian berjalan menjauh


Zidan masuk ke dalam ruangan tersebut tapi sebelumnya dia harus menggunakan pakaian khusus


Setelah beberapa menit melihat bayi Zaenab Zidan keluar dari ruangan itu dan berganti menuju ruangan operasi Zaenab tadi


Melihat ruangan itu kosong dan hanya beberapa perawat yang sedang berbenah


"Dimana Zaenab" tanya Zidan


"Nona Zaenab sudah di pindahkan ke ruang VIP 1" ucap perawat yang ada di dalam ruangan itu


Zidan keluar dan mencari ruangan yang sudah di beritahu oleh perawat tadi


Tidak lama kemudian Zidan menemukannya dan segera masuk

__ADS_1


Di dalam ruangan itu ada Anisah dan juga Raka yang duduk di atas sofa sedangkan Zaenab masih terbaring di bed pasien


"Om te Zaenab belum sadar ya" tanya Zidan


"Kata perawat tadi sebentar lagi juga akan sadar" ucap Raka


Beberapa menit kemudian Zaenab mulai membuka matanya


"Sayang kamu sudah sadar" ucap Anisah dan duduk di samping Zaenab


Di sisi lain Farel dan Rachel masih berada di perjalanan entah tujuan mereka kemana


Lima belas menit kemudian mobil berhenti tepat di loby rumah sakit V


Rachel keluar lebih dulu dan disusul oleh Farel


Farel tidak memperdulikan mobilnya yang terparkir di tengah jalan


Mereka berdua menuju meja resepsionis dan bertanya sesuatu


"Dokter Karin berada di mana" tanya Rachel dengan tatapan dingin


"Sudah berbulan bulan dokter Karin tidak masuk kerja" ucap resepsionis itu


"Terima kasih" ucap Rachel lalu menggandeng tangan Farel untuk keluar


Farel dan Rachel kembali masuk ke dalam mobil


"Berada dimana dia" ucap Rachel


"Mungkin..!! Atau disana.." ucap Farel

__ADS_1


"Disana dimana" tanya Rachel


Farel tidak menjawab pertanyaan kekasihnya melainkan menjalankan mobilnya


__ADS_2