
"Sekarang kamu ceritakan kenapa kamu tadi senyum sendiri" ucap Anisah
"Kamu suka sama seseorang" tanya Anisah
"Iya ma" jawab Rachel singkat
"Siapa..!!" tanya Anisah
___________________________________
"Kak Farel" jawab Rachel singkat
"Kenapa kamu tiba tiba suka sama dia.. bukannya dia asistennya Fiko ya" ucap Anisah
"Iya"
"Sejak kapan kamu suka sama dia" tanya Anisah
"Sejak waktu di rumah sakit saat kak Zaenab terbaring koma" jawab Rachel
"Sejak dulu memang kamu selalu cuek sama laki laki tapi sekarang kenapa jadi beda" goda Anisah
"Gak tahu tiba tiba gitu" ucap Rachel
"Kamu itu memang sudah waktunya cari pasangan biar gak sendiri terus" ucap Anisah
"Tapi ma aku belum lulus kuliah" ucap Rachel menolak
"Kamu akan wisuda satu minggu lagi kamu sudah lulus memangnya apa bedanya sama sekarang sama saja kan kamu sudah lulus" ucap Anisah
"Dan kamu nanti juga yang akan menggantikan posisi Zaenab untuk mengatur Wijaya Group" lanjut Anisah
__ADS_1
"Kenapa gak kak Zaenab aja" ucap Rachel
"Biarkan dia berkarir sendiri dia sudah memiliki banyak perusahaan yang sudah berkembang jadi jangan ditambah lagi dengan mengurus Wijaya Group" ucap Anisah
Disaat mereka berdua berbincang seorang pembantu menghampiri mereka berdua
"Permisi nyonya saya hanya memberitahukan makanan sudah siap semuanya" ucap pembantu itu dengan sopan dan badan sedikit menunduk memberikan hormat pada atasannya
"Baiklah kalau gitu panggil Zaenab dan Fiko untuk segera turun" ucap Anisah memberi perintah pada pembantu itu
Pembantu itu pergi menaiki anak tangga untuk memanggil sepasang suami istri itu sesuai dengan perintah nyonya nya
Sedangkan Anisah dan juga Rachel menuju ke meja makan untuk sarapan pagi bersama sama
≡^ˇ^≡ ≡^ˇ^≡
"Tok..
"Tok..
"Tok..
"Siapa sayang" tanya Fiko
"Aku juga gak tahu kan aku belum buka pintunya" ucap Zaenab
"Ya sudah buka dulu pintunya" ucap Fiko
cklek..
"Bibi ada apa" tanya Zaenab dengan sopan
__ADS_1
Zaenab memang perempuan yang terkenal sopan dan juga ramah pada semua orang serta menghormati orang yang lebih tua
Zaenab tidak pernah memandang kasta dalam berteman dan juga menghargai seseorang
"Saya kesini di minta nyonya untuk memanggil nona Zaenab dan juga tuan Fiko untuk turun buat sarapan bersama" ucap pembantu yang sudah berumur itu dengan sopan
"Ya sebentar lagi saya akan turun" ucap Zaenab lalu menutup pintu kamarnya
Zaenab mendekati Fiko yang sedang duduk di sofa
"Siapa" tanya Fiko
"Kita diminta turun" ucap Zaenab singkat
"Ngapain" tanya Fiko lagi
"Cuci baju" ucap Zaenab ketus lalu pergi turun dan bergabung dengan yang lainnya di meja makan
Sedangkan Fiko masih berada di dalam kamar
"Hah.. aku disuruh cuci baju emang gak ada ART apa" gerutu Fiko dan mengikuti Zaenab turun
Seluruh anggota keluarga sudah berada di meja makan dan sedang melahap makanan yang sudah di sediakan
Tadi kata Zaenab di suruh cuci baju ternyata malah sarapan.. ternyata aku sedang di kerjain sama istri sendiri batin Fiko
Zaenab mengetik sesuatu di ponselnya sembari mengunyah makanan yang ada di mulutnya
dert.. dert..
Pesan masuk di ponsel Fiko
__ADS_1
Nanti aku mau tanya sesuatu sama kamu... kita setelah makan ngobrol di taman belakang sebentar ya isi pesan tersebut