
Zaenab masih fokus mengemudi mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata. Tidak lama kemudian Zaenab sudah berada di dalam Wijaya Group
"Kamu sudah sampai.. cepat banget" sapa Ricki yang berada di dalam ruang kerja Zaenab dan duduk di sofa
"Ini lihat" ucap Zaenab sembari memberikan ponselnya pada Ricki
"Siapa ya yang berani mengancam kamu" tanya Ricki
"Kalau aku tahu buat apa aku butuh bantuan kamu" ucap Zaenab kesal
"Bentar" ucap Ricki dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang
"Halo.. aku butuh bantuan kamu"
"Apa katakan saja"
"Lacak nomor ponsel seseorang"
"Itu hal yang mudah kamu kirimkan saja nomornya lewat pesan"
"Aku minta kamu kabari hari ini juga aku tidak mau menunggu lama" ucap Ricki tegas
"...-"
Panggilan tersambung hanya dalam waktu beberapa menit
"Kamu habis menghubungi siapa" tanya Zaenab
__ADS_1
"Teman aku yang bisa bantu menyelesaikan masalah kamu" ucap Ricki
"Coba kamu ingat apa kamu punya musuh" lanjut Ricki
"Musuh..!!"
"Apa ini ulah Roy kamu ingat gak waktu beberapa hari yang lalu.. aku menolak untuk kerja sama dengan dia" ucap Zaenab yang menuduh Roy yang menjadi dalang dari semua ini
"Roy..!!" ucap Ricki
"Iya"
"Lebih baik kita tunggu jawaban dari teman aku aja" ucap Ricki
"Jangan langsung menuduh nanti masalah menjadi sangat rumit" lanjut Ricki
"Halo gimana hasilnya"
"Nomor itu sudah dipesan khusus atas nama tuan Roy"
"Thanks ya"
"Gimana" tanya Zaenab yang dibuatnya penasaran
"Benar apa kata kamu ini semua ulah Roy mungkin dia dendam sama apa yang kamu perbuat" ucap Ricki
"Hmm.. biarkan dia apa yang akan ia perbuat" ucap Zaenab penuh percaya diri
__ADS_1
"Ya sudah.. ooh ya aku ada Informasi buat kamu" ucap Ricki
"Informasi apa" tanya Zaenab
"Perusahaan kamu mengalami kemajuan dan perusahaan yang baru saja kamu bangun beberapa bulan yang lalu sudah bisa menyandingi kemajuan perusahaan kamu yang lainnya" ucap Ricki
"Ooh syukurlah tetapi aku tidak bisa turun tangan langsung karena aku harus menggantikan posisi papa.. dulu kakek aku berpesan jika Wijaya Group tidak boleh sampai mengalami keruntuhan" ucap Zaenab
"Ooh.. tapi bukannya kamu memiliki penghasilan yang lebih banyak dari perusahaan kamu sendiri" ucap Ricki
"Dan perusahaan kamu juga lebih maju dari pada Wijaya Group jadi kamu lebih mudah dalam mengendalikan perusahaan ini" lanjut Ricki
"Sudah mulai sore aku harus pulang lebih dulu" ucap Zaenab
"Oke hati hati" ucap Ricki
Zaenab melangkah keluar dari perusahaan dan mengendarai mobilnya menuju jalan yang telah dipadati oleh mobil maupun motor yang sedang berlalu lalang
Dalam waktu beberapa menit mobil Zaenab sudah berada di depan pagar rumahnya yang menjulang tinggi. Zaenab membunyikan klakson mobilnya dan tidak lama kemudian penjaga membuka pagar untuk bos nya yang sudah datang. Penjaga dapat mengetahui seseorang yang datang melalui kamera yang tersambung di monitor yang berada di dalam ruang penjaga dan ruang khusus yang sudah disiapkan Zaenab.
Setelah pagar terbuka,, Zaenab memasukkan mobilnya menuju garasi yang ada di rumahnya. Ia melangkahkan kakinya memasuki rumah mewah milik keluarga Wijaya.
Zaenab masuk ke dalam kamarnya dan terlihat Fiko sedang tertidur di ranjang miliknya yang berukuran besar
"Dia kelihatannya capek sampai pulas banget tidurnya" ucap Zaenab lirih
Zaenab pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan membersihkan tubuhnya. Tanpa Zaenab sadari saat ia menutup pintu kamar mandi membuat Fiko terbangun dari tidurnya
__ADS_1