Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 58


__ADS_3

Dalam waktu lima menit makanan yang ada di atas meja sudah habis tanpa tersisa


Saat Zaenab hendak berdiri dari duduknya tiba tiba seorang kepala pelayan menghampiri mereka ingin menyampaikan sesuatu


"Permisi nyonya saya mau memberitahukan bahwa di luar ada dokter Dina dan sekarang berada di ruang tamu" ucap kepala pelayan itu


"Sebentar lagi saya keluar dan bereskan semua piring kotor ini" ucap Zaenab dan pergi menemui dokter Dina yang berada di ruang tamu


"Hai din" sapa Zaenab


"Zaenab kamu sudah sembuh" tanya dokter Dina sembari memeluk Zaenab


"Seperti yang kamu lihat" ucap Zaenab


"Gimana sama luka kamu" tanya dokter Dina


"Kadang terasa sangat sakit" ucap Zaenab


"Ini aku ada obat biar luka di kepala kamu cepat kering " ucap dokter Dina dan memberikan sebuah obat


"Dan sepertinya aku hanya beberapa hari saja di Indonesia setelah itu aku akan ke Belanda" ucap dokter Dina


"Kenapa" tanya Zaenab


"Mau ketemu sama calon mertua" jawab dokter Dina singkat


"Semoga lancar ya nanti pernikahan kamu" ucap Zaenab


"Iya"


"Jangan lupa undang kami juga" ucap Anisah yang berjalan mendekati mereka berdua


"Iya te" ucap dokter Dina dan mencium punggung tangan Anisah


Tidak terasa mereka bertiga berbicara hingga berjam\- jam sedangkan Rachel sibuk di kamar sendiri dan Fiko berada di kamarnya untuk mengerjakan tugas kantornya

__ADS_1


"Te, nab aku pulang dulu ya" ucap dokter Dina


"Kamu tadi kesini sama siapa" tanya Anisah


"Di antar sama Ricki" ucap dokter Dina


"Oh jadi calon suami kamu namanya Ricki kenapa gak di kenalkan ke kita" ucap Anisah


"Namanya kayak Ricki asisten papa" ucap Zaenab


"Ya sudah kalau gitu minta dia buat masuk kita juga mau kenal sama calon suami kamu" saut Zaenab


"Dia memang asisten papa kamu dan sekarang jadi asisten kamu kan" ucap dokter Dina


"Kenapa kamu gak cerita" ucap Zaenab dan dibalas dengan senyuman tipis di bibir dokter Dina


Dokter Dina mengirimkan sebuah pesan singkat pada calon suaminya


Tidak lama kemudian calon suami dokter Dina masuk menghampiri mereka bertiga


"Kamu dekat sama dokter Dina kenapa gak cerita" ucap Zaenab


"Soalnya kamu gak tanya" jawab Ricki singkat


"Sejak kapan kalian dekat" tanya Anisah


"Kita awal bertemu saat meninggalnya pak Raka" jawab Ricki


"Dan disaat itu aku gak sengaja nabrak dia" saut dokter Dina


"Dan dia bilang kalau dia dokter pribadi keluarga Wijaya" ucap Ricki


"Ouh"


Beberapa menit mengobrol akhirnya sepasang kekasih itu pamit pulang

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 16:00


Zaenab kembali ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya


 


"Kamu ngapain mas" tanya Zaenab


"Lagi ngerjakan tugas kantor" ucap Fiko tanpa melihat ke arah Zaenab dan masih fokus melihat laptopnya


"Kamu udah mandi" tanya Zaenab lagi


"Kamu duluan aja" jawab Fiko


"Ya sudah aku duluan ya" ucap Zaenab dan masuk ke dalam kamar mandi


Sepuluh menit kemudian Zaenab keluar dari kamar mandi


"Kamu lebih baik mandi dulu soal tugas kantor kamu nanti aku bantu" ucap Zaenab


"Makasih ya" ucap Fiko dan meletakkan laptopnya di atas meja


Zaenab mengambil pakaiannya di dalam lemari dan memakainya lalu membantu Fiko untuk mengerjakan tugas kantornya


Saat Fiko keluar dari kamar mandi Zaenab sudah menyelesaikan tugas Fiko hanya dalam waktu beberapa menit saja


"Sudah selesai semuanya" ucap Zaenab dan beranjak berdiri


"Beneran" tanya Fiko heran


"Kalau gak percaya lihat saja sendiri" ucap Zaenab


Fiko melihat laptopnya dan memang benar apa yang dikatakan Zaenab


Seluruh tugasnya sudah selesai semua

__ADS_1


__ADS_2