Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 38


__ADS_3

Setelah berbicara berdua akhirnya Fiko dan Farel kembali bergabung dengan yang lainnya


Fiko menekuk lututnya duduk di depan Anisah


"Maafkan Fiko ma... Fiko tidak bisa menjaga Zaenab dengan baik dan akhirnya menjadi seperti ini" ucap Fiko


"Ini semua bukan salah kamu.. lebih baik sekarang kita berdoa meminta Zaenab agar cepat sembuh seperti sedia kala" ucap Anisah dan mengusap lembut kepala Fiko


Mungkin sekarang mama bisa bicara seperti itu karena belum mengetahui permasalahannya dan aku tidak tahu bagaimana sikap mama nanti setelah mengetahui semuanya batin Fiko


Cklek..


Pintu ruangan ICU dibuka oleh seorang perempuan menggunakan pakaian dokter


"Dengan keluarga nona Zaenab" ucap dokter tersebut


"Saya suaminya dok.. bagaimana keadaan istri saya" tanya Fiko yang berada di depan dokter tersebut


"Maaf.. keadaan nona Zaenab..." ucap dokter itu yang mulai ragu mengatakan keadaan Zaenab pada keluarganya


"Kenapa dok" desak Anisah


Semua yang ada disana hanya memperhatikan pembicaraan mereka tetapi tidak dengan Fiko dan Anisah merasa ingin mengetahui keadaan Zaenab


"Kenapa dok" tanya Fiko


"Keadaan nona Zaenab sekarang sedang koma dan kemungkinan untuk bisa kembali seperti semula hanya 20% tetapi itu hanya prediksi kami saja dan ingat semua hanya kehendak tuhan" ucap dokter itu


Mendengar setiap kata yang keluar dari mulut dokter tersebut membuat semua orang terkejut dan membuat Anisah jatuh pingsan di pelukan Rachel


"Kak Fiko... tolong mama" teriak Rachel


Dengan segera Farel mengangkat tubuh Anisah dan membawa ke ruang UGD


"Biar gue aja yang bawa tante Anisah ke UGD" ucap Farel dan pergi ke UGD bersama dengan Rachel. Sedangkan Fiko masih ada di depan ruang ICU dengan Rayhan


"Apa kita bisa jenguk Zaenab ke dalam" tanya Fiko


"Bisa tetapi maksimal satu orang yang boleh masuk" ucap dokter itu


"Maaf saya tinggal dulu" lanjutnya


"Pa.. Fiko masuk dulu ya" ucap Fiko

__ADS_1


"Iya.. biar papa tunggu disini"


Fiko masuk ke dalam ruangan ICU untuk melihat kondisi Zaenab secara langsung. Sebelum masuk Fiko harus menggunakan beberapa pakaian khusus yang telah disiapkan oleh rumah sakit


"Zaenab.." ucap Fiko dan perlahan duduk di kursi samping tempat Zaenab


"Maafkan aku.. karena aku,, kamu bisa seperti ini"


"Aku mungkin bukan suami yang baik buat kamu.. aku minta maaf nab"


"Aku akan berusaha untuk melupakan Karin dan akan mencoba untuk mencintai kamu"


"Aku minta kamu sadar nab.. buka mata kamu"


"Kita akan memulai hidup baru bersama" ucap Fiko sambil memegang erat tangan Zaenab


"Sayang... aku mau kamu buka mata kamu"


"Aku minta maaf nab"


Rasa bersalah pada Zaenab menghantui pikiran Fiko.


"Zaenab aku mohon sadarlah" ucap Fiko yang kini mulai meneteskan air matanya


"Maaf.. jangan terlalu lama,,, biarkan dia beristirahat" ucap perawat itu


"Baik"


Fiko keluar dari ruangan Zaenab sesuai permintaan perawat tadi dengan wajah ditekuk


"Kamu kenapa ko.. apa ada yang terjadi dengan Zaenab" tanya Rayhan saat melihat anaknya keluar


"Tidak ada pa"


***


Di ruangan UGD


"Ma.. bangun" ucap Rachel sambil memberikan minyak angin di hidung Anisah agar cepat sadar


"Ehmm... apa kamu adiknya Zaenab" tanya Farel


"Iya kak" ucap Rachel

__ADS_1


"Gak usah panggil kak"


"Lalu aku panggil apa.. om" tanya Rachel dengan tatapan penuh tanda tanya di matanya


"Jangan.. kesannya aku tua amat" gerutu Farel


"Terus apa.. adek gitu kan itu panggilan biar gak terlihat tua... tapi kan umur kakak lebih tua dari pada aku"


"Panggil nama aja kalau gitu..." ucap Farel


"Kakak minta dipanggil namanya tapi aku gak tahu nama kakak dan kakak juga belum tahu nama aku... gimana sih"


"Ouh ya.. kenalkan aku Farel" ucap Farel


"Ooohhhh"


"Kenapa oh aja...kenapa gak sebutin nama kamu siapa" tanya Farel


"Salah sendiri kakak gak tanya" ucap Rachel


"Iya... nama kamu siapa"


"Rachel"


"Zaenab..." ucap Anisah yang mulai sadar dari pingsan


"Mama"


"Zaenab mana" tanya Anisah


"Kakak masih ada di ICU"


"Chel.. antarkan mama ke ruang rawat kakak kamu" minta Anisah


"Mari saya bantu te" tawar Farel


"Makasih..." ucap Anisah


"Iya te.. biar Farel bantu turun ya"


"Jadi nama kamu Farel"


"Iya te"

__ADS_1


__ADS_2