
Zaenab berjalan dengan mata tertutup dan di belakangnya ada Fiko sebagai penunjuk jalan. Sesampai di tempat Fiko mulai membuka mata Zaenab yang tertutup oleh tangannya
"Satu.. dua.. tiga" ucap Fiko menghitung dan segera melepaskan tangannya di mata Zaenab
"Wow.. indah banget ini semua kamu yang rencanakan" tanya Zaenab
"Iya.. kamu suka"
"Suka banget"
"Ayo kita makan" ajak Fiko
Fiko menarik kursi untuk Zaenab agar ia bisa duduk dan setelah itu ia duduk di kursi yang berhadapan dengan Zaenab
Setelah mereka berdua duduk beberapa orang dengan menggunakan baju pelayan membawa makanan di atas nampan dan meletakkannya di meja.
Zaenab dan Fiko mulai melahap makanan yang ada di depan mereka dengan suara alunan musik yang mereka dengar membuat suara menjadi lebih romantis dan di tambah suara gemericik air yang menghempas pasir pasir di pantai itu.
Dalam waktu beberapa menit makanan sudah habis tanpa tersisa sedikit pun.
"Kamu makannya banyak banget" ucap Fiko
"Kamu lapar atau rakus" lanjutnya
__ADS_1
"Aku lapar banget mas soalnya setelah makan siang tadi aku udah gak makan apa apa lagi" ucap Zaenab
"Ya sudah kalau gitu" ucap Fiko sambil mengusap tangan Zaenab dengan lembut.
Fiko berdiri dari duduknya dan berlutut di depan Zaenab sambil mengeluarkan sebuah kotak cincin
"Maksudnya ini apa mas" tanya Zaenab
"Sayang.. maukah kamu menemani hari hariku dengan penuh suka duka sampai nafasku tak berhembus lagi" ucap Fiko
"Oh sweet.. iya aku mau mas" ucap Zaenab sambil menganggukkan kepalanya
"Terima kasih ya" ucap Fiko dan menutup kembali kotak cincin tersebut
"Oh ya aku lupa mau masangkan cincin ini di jari manis kamu" ucap Fiko sembari cengengesan
"Tapi jari manis kamu sudah ada cincin nikah kita..... aku pasangkan di jari tengah kamu aja ya" ucap Fiko dan menyematkan cincin dengan sebuah berlian kecil menambah keindahan cincin tersebut
"Jangan pernah lepaskan cincin itu dari tangan kamu seperti kamu jangan pernah lepaskan cinta kamu untuk aku dari hati kamu" ucap Fiko
"Emang kamu tau dari mana kalau aku cinta sama kamu" goda Zaenab
"Yakin kamu gak cinta sama aku" tanya Fiko
__ADS_1
"Sekarang aku balik tanya sama kamu..." ucap Zaenab yang mengubah ekspresinya yang semula bercanda menjadi serius
"Apa kamu cinta sama aku" tanya Zaenab
Mendengar pertanyaan dari Zaenab seperti menyudutkan dirinya karena memang tidak bisa di bohongi jika ia masih mencintai Karin tetapi ia sangat menyayangi Zaenab dan tidak ingin jika ia jauh dari dirinya.
Fiko terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan dari istrinya yang di tujukan kepada dirinya
"Kenapa kamu diam.. apa kamu gak bisa jawab pertanyaan aku" tanya Zaenab
"Bukan begitu sayang tapi.. " ucap Fiko yang terpotong dengan ucapan Zaenab
"Apa kamu masih mencintai Karin" tanya Zaenab
"Aku ingin kamu jawab jujur.. jangan sampai aku mengetahui itu dari orang lain" ancam Zaenab dan berdiri membelakangi Fiko yang masih berlutut
"Aku mohon dengarkan dulu penjelasan dari aku" ucap Fiko dan mulai berdiri menghampiri Zaenab
"Penjelasan.. " ucap Zaenab
"Itu artinya jawabannya adalah iya.. benar itu mas" tanya Zaenab yang sudah mulai menitikkan air matanya
"Aku sangat menyayangi kamu dan aku gak mau kehilangan kamu nab" ucap Fiko
__ADS_1
Aku harus tetap sabar agar rumah tangga aku gak hancur. Dan harus sampai kapan aku seperti ini batin Zaenab