Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 48


__ADS_3

Saat Rachel dan Farel masuk ke dalam rumah mereka mendapat sapaan dari Zaenab dan Fiko yang sedang makan di meja makan


"Kalian sudah pulang" sapa Fiko


"Sudahlah buktinya kita sudah ada disini berarti kita sudah pulang" ucap Farel


"Lo ya pulang pulang bikin kesel" ucap Fiko


"Ya lo ngasih pertanyaan yang aneh udah tau ada di depannya ditanya kalian sudah pulang" gerutu Farel


"Sini chel kita makan bareng yuk" ajak Zaenab dan Rachel langsung mendekat ke kakaknya dan duduk di kursi makan sebelah kanan Zaenab karena kursi makan sebelah kiri Zaenab sudah ada Fiko duduk di sampingnya.


"Chel.. " panggil Farel dan menoleh ke sampingnya yang ternyata tidak ada Rachel disana


"Lo Rachel kemana" tanya Farel


"Kamu sih sibuk berantem sama bos kamu sampai sampai Rachel sudah gak di sampinnya gak tau" ucap Zaenab


"Sejak kapan kamu pindah ke situ" tanya Farel yang duduk di kursi makan sebelah Rachel


"Sejak dua tahun yang lalu" ucap Rachel asal


"Lama dong" ucap Farel


"Aku mau taruh ini dulu ya" ucap Rachel sambil menunjukkan belanjaannya tadi dan berjalan menuju lemari es yang berada di dapur tidak jauh dari meja makan


"Kamu belanja banyak banget chel" ucap Zaenab yang sudah selesai makan


"Gak apa kak biar sekalian"


"Kamu udah datang chel lama banget kamu belanjanya" ucap Anisah yang baru keluar dari kamarnya


"Hehehe"


"Kalian udah makan siang duluan"


"Iya ma tadi Zaenab udah lapar jadi makan duluan" jawab Zaenab


"Ooh ya sudah kalau gitu.. kamu sudah minum obat kamu nab" tanya Anisah

__ADS_1


"Belum ma setelah ini aku minum obatnya kok ma" jawab Zaenab


"Jangan sampai telat minum obatnya biar kamu cepat pulih" ucap Anisah


"Iya ma"


"Aww.. " tiba tiba Zaenab merasakan sakit di bagian kepalanya


"Kamu kenapa nab" tanya Fiko


"Gak tau tiba tiba kepalaku pusing" ucap Zaenab


"Kalau gitu kamu duduk di sofa dulu ya"


Fiko menuntun Zaenab untuk duduk di sofa ruang tamu.


"Kamu tunggu di sini aku akan ambilkan obat kamu di kamar" ucap Fiko dan beranjak menaiki tangga menuju kamar mereka dan mengambil obat Zaenab. Tidak lama kemudian Fiko kembali dan duduk di samping Zaenab


"Kamu minum dulu obatnya" ucap Fiko


"Kamu minta aku minum obat tapi gak di beri air putih" ucap Zaenab protes


"Ini air putihnya" ucap Fiko memberikan segelas air putih pada Zaenab


"Makasih" ucap Zaenab


Zaenab meminum obat yang sudah di ambilkan Fiko


"Gimana udah baikan" tanya Fiko


"Lumayan"


"Kalau gitu kamu tidur aja di kamar kamu" ucap Anisah


"Iya ma"


Fiko mengantarkan Zaenab ke kamar agar dia beristirahat karena luka di kepalanya belum seutuhnya pulih


"Kamu tidur aja dulu luka kamu belum sepenuhnya sembuh" ucap Fiko

__ADS_1


"Kamu mau kemana" tanya Zaenab yang kini sudah terbaring di ranjangnya


"Aku mau ke bawah dulu aku gak mau ganggu tidur kamu" ucap Fiko


dert.. dert..


Ponsel milik Fiko yang berada di saku celananya bergetar


"Halo" sapa Fiko di dalam telepon


"Kamu kesini sebentar kita ada meeting sama klien"


"Kamu sambut mereka dulu aku segera kesana" ucap Fiko lalu menutup panggilan


Setelah menutup panggilan Fiko bergegas masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Zaenab yang melihat tingkah suaminya hanya melihat dengan penuh tanda tanya di otaknya


Tidak lama Fiko kembali keluar dengan menggunakan pakaian formal


"Kamu mau kemana" tanya Zaenab


"Aku mau ke perusahaan sebentar" jawab Fiko lalu mendekati istrinya


"Ngapain" tanya Zaenab lagi


"Aku harus meeting sebentar"


"Emangnya Farel gak bisa handle apa" gerutu Zaenab


"Kamu jangan marah gitu nanti cantiknya hilang lo" ucap Fiko


"Berarti selama ini aku gak cantik" protes Zaenab


"Kamu cantik dari dulu" ucap Fiko dan mengusap lembut kepala Zaenab


"Aku pergi dulu ya" lanjut Fiko


Sebelum Fiko pergi ia mencium bibir Zaenab terlebih dahulu

__ADS_1


"Bye" ucap Fiko dan pergi keluar


__ADS_2