Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 19


__ADS_3

"Kamu gak masuk" tanya Fiko


"Aku nunggu kamu"


"Ya sudah,, gimana kalau kita ke taman" ajak Fiko


"Hmm,, yh"


Di taman


Zaenab dan Fiko duduk di kursi taman


"Besok kita.." ucap Fiko menggantung


"Menikah" ucap Zaenab menyambungkan kata kata Fiko yang terputus


"Mungkin besok kita menikah tapi aku ingin menikah dengan didasari rasa saling menyayangi" ucap Fiko dan melihat ke arah jauh tak terarah


"Aku juga" ucap Zaenab


"Kita harus membiasakan dari sekarang untuk saling menyayangi" jawab Fiko mengalihkan pandangannya menatap mata Zaenab


"Euhmm.. kita masuk ke hotel yuk nanti kita dicari" ajak Zaenab yang malu karena ditatap Fiko


"Kita sudah tunangan lalu apa masalahnya,, kamu ajak aku masuk hotel tapi gak satu kamar kan?" goda Fiko


"Kamu apaan sih,," ucap Zaenab mencubit lengan Fiko


"Aww.. sakit tau" rengek Fiko


"Salah sendiri,, kita belum sah udah bahas itu" jawab Zaenab


"Iya maaf.." ucap Fiko lalu mereka tertawa bersama


Anisah memandangi mereka berdua dari jendela kamarnya yang mengarah ke taman


"Semoga kamu bahagia ya nak" gumam Anisah


***

__ADS_1


"Ma,, Karin pergi dulu ya" pamit Karin yang berada di bandara untuk pergi ke Paris


"Kamu hati hati disana ya" jawab Tika mama Karin


"Iya,, aku disana mungkin cuma satu tahun aja"


"Tapi mama masih trauma sama kecelakaan kamu waktu itu" ucap Tika


"Tenang aja ma" ucap Karin menenangkan mamanya


"Kamu hati hati ya" ucap Tika melihat Karin memasuki gate kepergian


Karin membawa dua kopernya masuk ke dalam gate kepergian


Dia pergi ke Paris karena dia ingin melanjutkan pendidikannya yang semula ke Amerika Serikat


***


Di taman


Mereka berbincang bincang dan bercanda tawa tanpa melihat waktu dan tidak terasa hari sudah mulai gelap


"Iya,, ayo udah gelap nih"


Mereka berdua masuk ke dalam hotel


"Aku masuk ke kamar dulu ya" ucap Zaenab


"Ingat ini hari terakhir kamu tidur sendiri" goda Fiko


"Iya sudah tau" ucap Zaenab lalu masuk ke dalam kamarnya


Zaenab membuka lemari dan terlihat pakaiannya tertata rapi di dalam almari


"Siapa yang rapiin ya,, mungkin orang suruhan om Rayhan" gumam Zaenab


Zaenab mengambil pakaian tidurnya lalu mengganti pakaiannya


Setelah mengganti pakaiannya dia duduk di kasur tetapi dia merasa lapar.. dia ingin keluar untuk mencari makanan tetapi dia sudah memakai pakaian tidur

__ADS_1


Tiba tiba pintu kamarnya diketuk


"Tok..


"Tok..


"Masuk" teriak Zaenab


Seseorang masuk dari balik pintu dan ternyata itu adalah Fiko


"Kamu ngapain" tanya Fiko sambil duduk di sebelah Zaenab


"Aku laper,,, tapi aku gk bisa keluar" ucap Zaenab


"Kenapa" tanya Fiko


"Aku pakai baju tidur" jelas Zaenab


Fiko melihat tubuh Zaenab dan dia berhenti pada bagian dada Zaenab.


"Ko.." panggil Zaenab membuyarkan pandangan Fiko


"Ehhum.. ada apa" tanya Fiko gugup


"Gimana" tanya Zaenab balik


"Kalau gitu kita beli makanan di bawah saja,, di restoran hotel ini" jawab Fiko


"Tapi.. "


"Tapi apa.. apa karena kamu sudah pakai baju tidur jadi kamu enggan untuk keluar" ucap Fiko


"Nanti pelayan yang bawa makanan kesini,, jadi kamu gak perlu khawatir" lanjut Fiko sambil menepuk bahu Zaenab


"Hmm.. makasih ya" ucap Zaenab


"Ya sama-sama " jawab Fiko lalu kembali ke kamarnya


Kamar Zaenab dan kamar Fiko bersebelahan

__ADS_1


__ADS_2