Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 50


__ADS_3

Farel memerintah anak buah nya untuk mengatur dinner bos nya itu. Hanya membutuhkan waktu 3 jam akhirnya dinner yang di inginkan Fiko sudah selesai


"tok..


"tok..


"tok..


Farel masuk ke dalam ruangan Fiko yang sedikit terbuka. Terlihat ada Nita berdiri di depan meja kerja Fiko dan Fiko sedang menanda tangani sebuah dokumen


"Ko.. " sapa Farel


"Ada apa" tanya Fiko tanpa melihat ke arah Farel dan tetap fokus dengan dokumen di depannya


"Ada yang mau gue omongin sama lo" ucap Farel


"Ngomong tinggal ngomong aja susah amat" gerutu Fiko


"Ya tapi..!!" ucap Farel


"Kalau gitu saya permisi dulu ya tuan" ucap Nita lalu pergi meninggalkan mereka berdua dan kembali ke ruang kerjanya


"Katanya mau ngomong,,," ucap Fiko yang duduk di kursi kebesarannya menghadap ke Farel yang sedang duduk di sofa


"Sudah selesai persiapannya" ucap Farel


"Persiapan apa" tanya Fiko


"Umur lo berapa sih" tanya Farel


"Kenapa jadi bahas umur.. umur gue 25 kenapa.."


"Masih muda tapi udah pelupa"


"Enak aja bilang gue pelupa" protes Fiko

__ADS_1


"Kalau gak pelupa emang kamu ingat apa yang kita bicarakan tadi"


"Bentar gue ingat ingat dulu" ucap Fiko


Setelah 10 menit mengingat akhirnya Fiko ingat tentang perbincangannya dengan Farel


"Tentang dinner nanti malam kan" ucap Fiko yang sudah ingat


"Lama"


"Gak peduli.. udah selesai semuanya" tanya Fiko


"Udah" ucap Farel


"Dimana tempatnya" tanya Fiko


"Lupa lagi" teriak Farel


"Tadi udah gue bilang tempatnya di pinggir pantai" lanjut Farel


"Kenapa harus aku juga nanti lama lama istri lo jatuh cinta sama gue baru tau rasa" ucap Farel


"Kenapa sama lo kan gue suaminya" ucap Fiko


"Emang lo suaminya tapi apa lo cinta sama Zaenab" tanya Farel dengan tatapan mengintimidasi


"Belum sih" ucap Fiko santai


"Lo benar benar ya sebenarnya dia kurang apa sih" tanya Farel


"Dia itu udah cantik, pintar, penyayang, baik hati lagi" ucap Farel memuji Zaenab


"Gak tau hati gue aja yang masih belum bisa lupa sama Karin" ucap Fiko


"Kalau kamu sudah kehilangan dia baru sadar kamu" ucap Farel dan beranjak pergi ke butik untuk membeli gaun

__ADS_1


***


Di dalam kamar, Zaenab tidak bisa tertidur karena ia mendapatkan firasat jika akan terjadi sesuatu pada suaminya


"Kenapa ada yang janggal di hatiku ya" ucap Zaenab lirih


dert.. dert..


Sebuah pesan masuk dari seseorang yang tidak terdaftar di ponsel Zaenab


"Dari siapa ini" tanya Zaenab dalam hati


Saat membuka pesan tersebut,,, ada sebuah pesan yang belum ia baca dan berisi


Kamu akan menyesal telah menolakku kemarin... dan bersiap siaplah suami kamu akan merasakan pembalasan dariku... dan ternyata suami kamu tidak sepintar yang aku bayangkan sehingga mudah untuk di kelabui


"Shiit!! siapa yang beraninya mengancam aku.." decak kesal Zaenab


"Dia lupa berhadapan dengan siapa" ucap Zaenab


Setelah membaca pesan tersebut,, Zaenab menghubungi Ricki untuk membantunya dalam melacak siapa yang mengirimkan pesan kepada dirinya


"Halo ki" sapa Zaenab


"Ada apa nab apa kamu butuh bantuanku"


"Beberapa menit yang lalu aku mendapatkan pesan dari seseorang yang tidak dikenal"


"Lalu kenapa" tanya Ricki


"Pesan itu berisi sebuah ancaman jadi aku minta bantuan sama kamu.. lacak nomor siapa yang mengirimkan pesan kepadaku itu" perintah Zaenab


"Kamu ke perusahaan biar aku nanti yang urus itu"


Panggilan telah berakhir karena diputuskan Ricki secara sepihak

__ADS_1


__ADS_2