Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 66


__ADS_3

~Jangan lupa like, komen and vote ya~


Dan maaf karena akhir akhir ini telat up karena ada ujian


Sekali lagi maaf ya..


"Huaaam.." Zaenab mulai membuka matanya demi menyambut pagi yang cerah ini


Zaenab beranjak dari posisi berbaringnya dan mulai meregangkan ototnya yang terasa kaku


Dia mulai berjalan perlahan menuju balkon kamarnya dan menghirup udara yang masih jernih karena belum tercemar dengan asap kendaraan bermotor


Setelah beberapa menit berada di balkon kamarnya kini Zaenab mulai masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


Zaenab masuk ke dalam bathup yang sudah terisi air hangat itu dan meletakkan kepalanya di sandaran


Beberapa saat kemudian Zaenab keluar dari dalam bathup dan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju handuk


Zaenab mendekati lemarinya yang terletak di suduk kamar pribadinya tersebut dan mengambil pakaian untuk ia pakai


Setelah pakaian yang telah ia pilih berada di tangannya dengan segera ia memakainya di dalam kamar mandi


Zaenab sudah membuat janji dengan Karin untuk menemui Fiko di Rumah Sakit


Zaenab pergi keluar dari kamar pribadinya dan pergi keluar dengan terburu buru membuat pelayan di rumahnya heran dan hendak menanyakan sesuatu tetapi merasa takut terkena amarah Zaenab


"Maaf nona apa nona tidak mau sarapan terlebih dahulu" Pelayan tersebut memberanikan dirinya untuk bertanya pada Zaenab


"Nanti kalau nona muda sakit siapa yang akan merawat tuan Fiko" tambah pelayan itu


"Huftt kamu benar juga" ucap Zaenab

__ADS_1


Zaenab duduk di meja makan dan melahap makanan yang sudah disiapkan oleh pelayan


Dalam waktu sepuluh menit makanan sudah habis tanpa sisa sedikit pun


Zaenab beranjak dari duduknya dan keluar menggunakan mobil pribadinya dan melajukannya dengan kecepatan sedang


Di tengah perjalanan Zaenab mengambil ponsel yang ada di dalam tas branded miliknya dan menghubungi Karin


"Halo Karin.." sapa Zaenab di dalam sambungan telepon


"Apa kamu sudah berada di Rumah Sakit" tanya Zaenab


"Aku sudah di Rumah Sakit lima menit yang lalu dan sekarang kamu dimana" tanya Karin


"Kamu tunggu di loby aku sebentar lagi akan datang" ucap Zaenab dan memutus sambungan telepon


Lima menit kemudian Zaenab sampao di Rumah Sakit X


"Gak masalah ya sudah langsung masuk aja atau gimana" tanya Karin


"Langsung masuk aja" ucap Zaenab


Saat kaki Zaenab melangkah satu langkah tiba tiba sebuah firasat buruk menghantui hatinya


Kenapa seakan aku mendapat firasat buruk batin Zaenab


"Kenapa berhenti disitu ayo!! " ucap Karin


"Euh.. iya"


Zaenab dan Karin berjalan beriringan menuju ruang ICU dimana Fiko masih terbaring lemah dan masih koma

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka berdua sudah berada di depan pintu ruangan ICU


Karin menghentikan langkahnya persis di depan pintu dan menundukkan kepalanya merasa ragu untuk masuk ke dalam


"Kamu kenapa" tanya Zaenab


"Gak apa ayo kita masuk" ajak Karin


Karin dan Zaenab masuk ke dalam ruangan Fiko


Saat melihat tubuh Fiko yang terpasang banyak alat di seluruh tubuh mantan kekasihnya itu seketika sebulir air mata jatuh


"Aku gak tega melihat dia nab" ucap Karin lirih


"Sudah dua bulan mas Fiko masih koma" ucap Zaenab


Karin mendekati tubuh Fiko dan memegang salah satu tangannya


Zaenab yang melihat adegan tersebut merasakan cemburu di dalam hatinya tapi dia harus memendam rasa cemburu itu demi Fiko kembali pulih


"Fiko, kamu masih ingat sama aku bukan" ucap Karin sembari mengusap lembut tangan Fiko


"Aku mohon bangunlah disini masih banyak yang membutuhkan kamu"


"Papa kamu, Zaenab dan juga aku masih membutuhkan kehadiran kamu disisi kami semua" ucap Karin


"Apa kamu masih mencintai aku, begitu juga dengan aku masih sangat mencintai kamu"


Mendengar setiap kata yang dilontarkan Karin membuat hati Zaenab tersayat sayat oleh ribuan pisau membuat luka yang sangat dalam


Ternyata bukan hanya suamiku yang masih mencintai Karin tetapi Karin juga masih mencintai mas Fiko,, tapi apalah dayaku aku sangat mencintai mas Fiko dan aku sudah menikah dengannya dan tidak akan kulepas begitu saja batin Zaenab

__ADS_1


Tanpa disadari air mata Zaenab perlahan mulai jatuh membasahi pipi putihnya


__ADS_2