
~Jangan lupa like, komen dan juga vote ya~
Di dalam taksi Zidan sangat khawatir dengan keadaan Zaenab
Karena darah yang mengalir di kaki Zaenab semakin deras
"Pak bisa cepat gak" bentak Zidan
"Zaenab bangun" ucap Zidan sambil menepuk pipi Zaenab pelan
"Aku mohon kamu bangun nab"
"Maaf pak di depan sedang macet" ucap Sopir taksi
"Apa masih jauh rumah sakitnya" tanya Zidan
"Tidak dari sini kurang lebih satu kilometer lagi" ucap sopir taksi itu
Karena kecemasannya membuat Zidan lupa jalan ke arah rumah sakit WG
"Nanti kamu susul ke sana dan aku akan berikan uangnya" ucap Zidan lalu menggendong tubuh Zaenab dan berlari menuju rumah sakit
"Romantis sekali" gumam sopir taksi
Zidan semakin mempercepat langkahnya dan beberapa menit kemudian dia sudah berada di loby rumah sakit
"Dok, sus tolong!! " teriak Zidan
Beberapa perawat dan juga dokter Dina mendekati mereka
"Nona Zaenab" ucap perawat
"Bawa ke ruang operasi" perintah dokter Dina
Zaenab di letakkan di atas brangkar dan di dorong menuju ruang operasi
"Tuan dilarang masuk dan silahkan tunggu di sini" ucap perawat lalu menutup pintu
Zidan duduk di bangku dan terlihat dari raut wajahnya dia sangat khawatir
Terlihat beberapa kali Zidan berdiri dan melihat ke sela sela jendela kecil kemudian duduk kembali
__ADS_1
Hal itu dilakukannya terus berulang kali entah alasan apa yang membuatnya begitu khawatir
Apakah Zidan mulai jatuh cinta pada Zaenab?? hanya dia dan tuhan yang tahu
Dari jauh Anisah dan juga Raka berlari mendekati ruangan operasi
"Zaenab!! Zidan,, Zaenab mana" tanya Anisah dengan panik
"Dia berada di dalam" jawab Zidan sambil menundukkan kepala
"Zidan minta maaf om te karena Zidan gak bisa jaga Zaenab dengan baik" ucap Zidan penuh penyesalan
"Kamu gak salah dan semua ini sudah jadi rencana tuhan" ucap Raka sambil menepuk pundak Zidan pelan
"Kenapa Zaenab sampai di operasi" tanya Anisah
"Karena jalan satu satunya adalah operasi dan juga karena Zaenab tak sadarkan diri" ucap Zidan
"Dan!! Dari mana tante sama om tahu kalau terjadi sesuatu dengan Zaenab" tanya Zidan
"Tadi kita di beritahu oleh Helin" jawab Raka
"Ya Allah selamatkan anak dan juga cucu cucuku" ucap Anisah berdoa
"Kita harus sabar dan juga banyak berdoa untuk kesembuhan Zaenab" ucap Raka
"Rachel!! " ucap Anisah dan menarik kepalanya dari pelukan sang suami
"Kenapa dengan Rachel" tanya Raka
Anisah tak menjawab pertanyaan suaminya dan mengambil ponselnya dari dalam tas
Tak lama kemudian panggilan terhubung
"*Chel,, kamu dimana" tanya Anisah
"Aku lagi di cafe" jawab Rachel
"Sama siapa"
"Sama Farel memangnya ada apa ma"
__ADS_1
"Kakak kamu.. "
"Kenapa"
"Dia.. dia sedang berjuang antara hidup dan mati"
"Maksud mama apa"
"Zaenab sedang di operasi"
"Kenapa dan bukannya usia kandungan kak Zaenab masih tujuh bulan"
"Ini semua karena Karin"
"Karin!! Kenapa harus Karin lagi*"
"*Mama minta kamu yang urus semua perusahaan kakak kamu dan juga Wijaya Group ya"
"Iya ma*"
Panggilan kemudian terputus
Di dalam cafe
"Siapa syang" tanya Farel
"Dari mama"
"Terus kenapa" tanya Farel sambil meminum minumannya
"Kak Zaenab operasi" ucap Rachel membuat Farel tersedak minumannya
"Dan ini semua gara gara Karin" tambah Rachel
"Dia lagi!! Kenapa dia selalu cari masalah" ucap Farel kesal
Rachel mengambil tas nya dan beranjak berdiri
"Kamu mau kemana" tanya Farel
"Aku ada urusan"
__ADS_1
"Pasti tentang Karin kalau gitu aku ikut apapun yang kamu lakukan aku pasti setuju" ucap Farel
Mereka berdua pergi dari cafe tersebut dan menuju ke suatu tempat menggunakan mobil Farel