Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 39


__ADS_3

Anisah dibantu oleh Rachel juga Farel keluar dari ruang UGD dan kembali menuju ruangan ICU


"Chel... mama takut kalau harus kehilangan Zaenab" ucap Anisah lirih


"Semua akan baik baik saja.. dan kak Zaenab pasti akan pulih kembali" ucap Rachel agar mamanya tenang


Jarak antara ruang ICU dengan ruangan UGD tidak terlalu jauh sehingga hanya membutuhkan beberapa langkah kaki untuk sampai di ruang ICU


"Ko.. gimana keadaan Zaenab" tanya Anisah saat melihat Fiko sedang berbicara dengan Rayhan


"Mama lihat sendiri saja ke dalam" ucap Fiko


"Yh sudah"


Anisah masuk ke dalam ruang rawat Zaenab dengan wajah yang masih terbasahi oleh air mata yang mengalir deras


"Zaenab.. ini mama nak"


"Mama mau kamu bangun... bukalah mata kamu"


"Zaenab jangan tinggalkan mama... apa kamu tega meninggalkan mama dan Rachel setelah papa kamu juga meninggal dunia" ucap Anisah


"Nab.."


hiks.. hiks..


Air mata Anisah tidak berhenti mengalir karena dia benar benar tidak ingin kehilangan Zaenab dari sisinya


Setelah Anisah mengakhiri ucapannya tiba tiba jari tangan kanan Zaenab mulai bergerak


Melihat jari Zaenab bergerak akhirnya Anisah menekan tombol di samping tempat Zaenab. Karena merasa tidak ada dokter yang datang akhirnya Anisah memutuskan untuk berteriak memanggil dokter


"Dokter..." teriak Anisah yang melihat jari Zaenab bergerak


"Dokter... "


Teriakan Anisah membuat Fiko, Rayhan, Rachel juga Farel panik jika terjadi sesuatu dengan kondisi Zaenab


Tidak lama kemudian dokter yang menangani Zaenab dengan beberapa perawat di belakang dokter tersebut masuk ke dalam ruang ICU


"Ada apa" tanya dokter itu

__ADS_1


"Tadi tiba tiba jari anak saya bergerak" ucap Anisah


"Silahkan anda keluar terlebih dahulu biarkan para medis yang menangani... berdoalah semoga ada kabar baik" ucap dokter tersebut dan dipatuhi oleh Anisah


Saat Anisah keluar dari ruangan ICU banyak pertanyaan yang sama ditujukan kepada Anisah


"Bagaimana keadaan Zaenab ma" tanya Fiko


"Kakak baik baik saja kan ma" seru Rachel


"Apa yang terjadi" tanya Rayhan dan Farel


"Tadi mama ingin berbicara dengan Zaenab dan tiba tiba jari Zaenab bergerak" jawab Anisah singkat karena menurutnya hanya dengan satu jawaban darinya bisa menjawab semua pertanyaan yang ditujukan kepada dirinya


Dokter juga beberapa perawat memeriksa keadaan Zaenab dan tidak lama kemudian seorang dokter keluar untuk memberitahukan kondisi Zaenab kepada pihak keluarga


"Bagaimana keadaan istri saya dok" tanya Fiko


"Kondisi anak saya baik baik saja kan" ucap Anisah


"Tolong tenang.. biarkan saya menjelaskannya terlebih dahulu" ucap dokter tersebut


"Maksudnya...." tanya Fiko


"Saya lihat jika ada kemajuan dan ada kesempatan untuk sembuh sedikit bertambah" jelas dokter itu


"Alhamdulillah..." ucap Anisah bersyukur karena ada kemajuan dalam diri Zaenab


"Tetapi jika dia bisa sembuh seperti sedia kala maka dia harus Check Up secara rutin selama beberapa bulan" tambah dokter itu


"Maaf boleh saya tahu berapa bulan ya" tanya Fiko


"Kira kira sekitar 3 sampai 4 bulan tetapi Zaenab bisa pulang ke rumah jika sudah pulih" ucap dokter itu


"Tetapi saat ini nona Zaenab masih bertaruh nyawa.. keadaannya masih koma... kalian berdoa saja semoga nona Zaenab bisa melewati masa kritisnya" ucap dokter itu


"Terima kasih dok" ucap Fiko


"Saya kembali dulu"


"Ma.. lebih baik mama pulang dulu istirahatkan tubuh mama.. mama pasti lelah" ucap Fiko

__ADS_1


"Tapi Zaenab..." ucap Anisah menggantung


"Tenang saja.. Fiko akan tetap disini untuk menjaga Zaenab dan jika nanti ada kabar dari dokter,, mama akan Fiko beri tahu" ucap Fiko


"Papa juga lebih baik pulang.." ucap Fiko


"Farel.. tolong antarkan papa gue pulang ya" lanjut Fiko


"Tenang aja"


Semua yang awalnya berada di depan ruang ICU kini mulai pulang satu persatu dan tinggal Fiko yang tetap menunggu Zaenab dan bermalam di rumah sakit


Keesokan harinya Anisah dan Rachel kembali ke rumah sakit


"Fiko.. " ucap Anisah membangunkan Fiko yang masih terlelap tidur di atas kursi


"Ehh.. mama udah sampai" ucap Fiko yang mulai membuka matanya


"Kamu sarapan dulu,,, mama sudah bawakan kamu makanan" ucap Anisah dan memberikan sebuah kotak makanan yang sudah terisi dengan beberapa lauk juga nasi di dalamnya


"Fiko.. gimana apa ada perkembangan" tanya Rayhan yang baru saja datang


"Belum pa" jawab Fiko


"Papa kesini naik apa" tanya Fiko yang melihat papanya datang seorang diri


"Tadi sama Farel tapi dia katanya langsung ke perusahaan takut telat"


"Ouhh.."


Fiko mulai melahap makanan yang sudah dibawakan oleh mertuanya itu


"Terima kasih ma" ucap Fiko


"Kamu menantu mama jadi gak perlu berterima kasih"


"Ko.. lebih baik kamu pulang dari kemarin kamu sudah disini buat jaga Zaenab dan sekarang biar kita yang jaga Zaenab" ucap Rayhan


"Iya pa"


Fiko kembali pulang untuk beristirahat sejenak di rumahnya dan membersihkan dirinya

__ADS_1


__ADS_2