
~Jangan lupa like, komen dan vote ya~
Zaenab dipindahkan dari ruang IGD ke ke ruang rawat VIP
Zaenab terpaksa harus dirawat selama beberapa hari di rumah sakit agar dokter bisa memantau perkembangan bayi yang ada di dalam kandungan Zaenab
"Kamu harus di rawat di sini selama beberapa hari dulu ya" ucap Dokter Dina
"Iya" ucap Zaenab sambil menganggukkan kepala
Zidan yang duduk di samping ranjang Zaenab mulai mengeluarkan suara
"Kamu kenapa" tanya Zidan
"Maksudnya" ucap Zaenab yang tidak mengerti
"Kamu terlalu memikirkan masalah suami kamu" ucap Zidan
"Sampai kamu seperti ini" lanjut Zidan
"Kamu itu harus ingat ada bayi yang sedang kamu kandung dan lebih baik kamu lupakan soal suami kamu dulu"
"Iya aku tahu tapi kejadian di rumah sakit waktu itu masih selalu ada di pikiran aku" ucap Zaenab lirih
Betapa menderitanya dia hanya karena seorang laki laki b***nga* batin Anisah yang masih berdiri melihat mereka berdua
Zidan mulai memikirkan bagaimana cara agar Zaenab melupakan sejenak masalahnya kini
"Hmm.. Dokter Dina apa Zaenab boleh melakukan perjalanan udara" tanya Zidan membuat semua orang mengerutkan keningnya
"Boleh tapi asal Zaenab tidak terlalu capek dan harus rutin minum vitamin" jawab Dokter Dina
__ADS_1
"Memangnya aku mau kemana" tanya Zaenab
"Nanti kamu juga tahu" ucap Zidan
"Aku keluar sebentar ya" Zidan keluar dari ruang rawat Zaenab dan menelpon seseorang
"*Bagaimana kondisi papa" tanya Zidan
"Papa sama Raka baik baik aja dan sekarang Raka mulai membaik kondisinya"
"Rencana Zidan mau bawa Zaenab kesana" ucap Zidan
"Bukannya harus menunggu sampai Zaenab lahiran ya"
"Awalnya seperti itu tapi saat ini Zaenab memiliki masalah soal suaminya dan mungkin dengan aku mempertemukan Zaenab dan Om Raka mungkin dia akan lupa dengan masalah itu" jelas Zidan
"Baiklah kalau begitu kamu tenang aja nanti papa yang atur semua"
"Baik pa" ucap Zidan mengakhiri panggilan*
"Ada apa te" tanya Zidan
"Kamu mau bawa Zaenab untuk bertemu siapa" tanya Anisah
"Sama om Raka agar dia tidak terlalu stres" ucap Zidan
"Apa benar mas Raka masih hidup" tanya Anisah
"Iya dan nanti tante sama Rachel bisa ikut juga" ucap Zidan
Zidan kembali masuk ke dalam ruang rawat Zaenab
__ADS_1
Dari kejauhan terlihat dua orang laki laki yang berjalan mendekati ruangan Zaenab
"Anisah.." sapa Rayhan
"Kamu kenapa kesini" tanya Anisah dengan ketus
Rayhan hanya bisa menundukkan kepala dan beberapa menit kemudian Rayhan bersimpuh di kaki Anisah
"Aku minta maaf gara gara aku, hidup Zaenab jadi hancur" ucap Rayhan sambil memegang salah satu kaki Anisah
"Jangan seperti ini om semua bisa di bicarakan dengan baik baik" ucap Farel dan menarik tubuh Rayhan tetapi Rayhan tetap bersujud
"Dari dulu aku tidak pernah merestui hubungan Karin dan juga Fiko" ucap Rayhan
"Dan aku ingin Fiko mendapatkan wanita yang baik seperti Zaenab dan aku tidak pernah menginginkan kehidupan Zaenab seperti ini" lanjut Rayhan
Memang Rayhan yang menjodohkan Zaenab dengan Fiko tetapi dalam masalah ini aku yakin jika Rayhan tidak mengerti semuanya batin Anisah
"Sudah lebih baik kamu bangun" ucap Anisah
"Tidak!! Aku tidak akan bangun sampai kamu mau memaafkan aku"
"Bangun om jangan seperti ini" ucap Farel
"Aku memaafkan kamu jadi sekarang kamu bangun gak baik seperti ini"
Rayhan bangkit dari duduknya kemudian mengucapkan terima kasih tak henti hentinya
"Terima kasih nis" ucap Rayhan
"Lalu Zaenab dimana" tanya Rayhan
__ADS_1
"Dia ada di dalam dan sementara ini Zaenab harus di rawat terlebih dahulu" ucap Anisah
Rayhan, Farel dan juga Anisah masuk ke ruangan Zaenab bersama