Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 64


__ADS_3

Setelah Clara pulang, Zaenab masuk ke dalam ruangan suaminya


"Mas.." ucap Zaenab


"Bukalah mata kamu"


"Sudah dua bulan kamu belum juga sadar..."


Zaenab memeluk tubuh suaminya dan meletakkan kepalanya di dada bidang milik Fiko


Zaenab merasa rindu dengan sosok Fiko yang menemani hari harinya


Tiba tiba tangan Fiko mulai bergerak dan sebuah kalimat keluar dari mulut Fiko


"Karin.. " ucap Fiko tetapi mata nya masih tertutup


"Karin.. " kata yang sama kembali keluar


Zaenab mengangkat kepalanya saat mendengar suara Fiko


"Karin.. "


Hati Zaenab kembali terluka mendengar kata kata Fiko


"Walaupun mata kamu masih tertutup tetapi yang ada di hati kamu hanyalah nama Karin" ucap Zaenab lirih


"Aku yang menunggu di sejak dia koma tetapi kenapa harus nama wanita lain yang ia sebut"


Tidak terasa buliran bening lolos dari pelupuk mata Zaenab

__ADS_1


"Apa aku harus cari Karin dan mungkin dengan kehadiran dia akan membuat Fiko kembali sembuh" ucap Zaenab lirih


"Tapi aku gak mau rumah tangga aku rusak jika ada kehadiran dia di tengah tengah keluargaku" lanjut Zaenab


Zaenab keluar dari ruangan tersebut dan di luar sudah di sambut oleh Anisah


"Bagaimana apa ada perubahan" tanya Anisah


Aku tidak mungkin menceritakan kejadian tadi,,, nanti bisa bisa membuat mama kecewa dengan Fiko batin Zaenab


"Nab.. " panggil Anisah membuat lamunan Zaenab buyar


"Iya ada apa ma" tanya Zaenab gugup


"Apa ada perubahan dari Fiko" tanya Anisah


Zaenab berjalan tanpa arah dan akhirnya ia berhenti di sebuah titik yaitu taman bunga yang ada di sekitar Rumah Sakit


"Apa yang harus aku lakukan" ucap Zaenab


"Apa aku harus membawa Karin ke hadapan Fiko"


"Tapi bagaimana dengan perasaan mas Fiko"


"Tidak!! aku tidak boleh egois aku harus bawa Karin demi kesembuhan mas Fiko"


Zaenab mengeluarkan ponselnya dari dalam tas lalu menghubungi seseorang


"Cari tahu tentang keberadaan wanita itu" ucap Zaenab dalam sambungan telepon

__ADS_1


Kemudian panggilan terputus dan lima menit kemudian sebuah pesan masuk


Zaenab membuka pesan itu dan membacanya dalam hati


"Dia sekarang berada di Indonesia, tiga hari yang lalu dia baru datang dan sekarang ia bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit V"


Zaenab beranjak dari duduknya lalu pergi ke parkiran untuk mengambil mobilnya yang terparkir


Zaenab masuk ke dalam mobilnya. Dalam waktu hitungan menit mobil Zaenab sudah melaju di jalanan kota yang padat


Zaenab pergi ke Rumah Sakit V untuk menemui mantan kekasih suaminya. Jarak antara Rumah Sakit X dengan Rumah Sakit V lumayan jauh sehingga membutuhkan waktu cukup lama


Dalam satu jam Zaenab sudah berada di Rumah Sakit V


Zaenab menemui resepsionis dan berkata


"Pertemukan saya dengan penangung jawab Rumah Sakit ini" ucap Zaenab dengan ramah


"Maaf memangnya kami melakukan kesalahan apa" tanya seseorang


"Tidak.. saya hanya ingin bertemu dengan dirinya" jawab Zaenab


"Baiklah mari ikut saya" ucap seseorang tersebut


Zaenab mengekor orang tersebut dan mereka berdua memasuki lift


Dan saat lift terbuka Zaenab melihat hanya ada satu ruangan dan ukurannya cukup luas


Ruangan tersebut berada di lantai paling atas sehingga harus menggunakan lift untuk sampai di lantai itu

__ADS_1


__ADS_2