
Zaenab berlari meninggalkan Fiko yang masih berdiam kaku.
Zaenab lebih memilih untuk menenangkan hati dan pikirannya terlebih dahulu.
"Kenapa semua ini terjadi padaku" teriak Zaenab dengan menatap pemandangan laut di malam hari
"Kejadian itu terulang kembali" ucap Zaenab lirih dan menumpahkan seluruh air mata yang sudah tidak bisa di tahan
Apa ini semua kesalahan aku... tetapi mengapa aku mengetahuinya saat aku sudah menikah dengan mas Fiko batin Zaenab
Fiko mengikuti ke arah Zaenab pergi dan dia berhenti pada sebuah tempat saat melihat sosok perempuan yang memang itu adalah istrinya yang sedang terduduk di pesisir pantai.
hiks.. hiks..
Zaenab tidak bisa menahan air matanya yang sudah tumpah terlalu banyak
Fiko mulai mendekati istrinya itu
"Aku tau ini semua kesalahan aku" ucap Fiko dari belakang Zaenab.
Seketika Zaenab melihat ke arah belakang punggungnya dan nampak Fiko sedang berjalan menghampiri dirinya
"Tapi aku mohon bantu aku untuk melupakan semua kenangan masa lalu itu bersama Karin dan memulai hidup bersama kamu saat ini sampai selamanya" lanjut Fiko dengan duduk di samping Zaenab
"Semua itu percuma jika tidak ada kemauan dari diri kamu sendiri" ucap Zaenab dengan nada jutek
"Sayang.. percaya sama aku.... aku ingin melupakan Karin" ucap Fiko sembari memeluk tubuh Zaenab
"Sekarang hapus air mata kamu..." pinta Fiko
__ADS_1
Zaenab menghapus air matanya dan mulai berdiri dari duduknya
"Sekarang kamu mau kemana" tanya Fiko
"Aku mau ke suatu tempat jadi aku akan pergi sendiri" ucap Zaenab
"Biar aku yang antar" tawar Fiko
"Aku ada satu pertanyaan buat kamu" ucap Zaenab dan mulai memasang wajah seriusnya
"Apa"
"Kamu ke perusahaan ngapain" tanya Zaenab
"Aku ada meeting sama clien memangnya kenapa" tanya
"Siapa nama clien kamu" tanya Zaenab
Jadi yang ingin ia hancurkan bukan aku melainkan mas Fiko batin Zaenab
"Ya sudah kalau gitu aku ikut pulang sama kamu" ucap Zaenab
Aku gak akan biarkan rencana kamu berjalan dengan sangat lancar batin Zaenab
Zaenab dan Fiko berjalan beriringan menuju mobil Fiko
Mobil Fiko melaju menuju ke kediaman keluarga Wijaya
Dalam waktu tiga puluh menit kemudian mereka berdua sudah sampai di rumah
__ADS_1
Zaenab duduk di sofa sembari menunggu Fiko yang sedang mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi
Zaenab menghubungi seseorang
"*Aku minta bantuan sama kamu"
"Katakan saja nona!!"
"Kamu yang mengatur segalanya dan bertanggung jawab pada salah satu perusahaan milikku"
"Lalu..!!"
"Hancurkan perusahaan milik Roy melalui kerja sama dengan dirinya tetapi jangan sampai dia mengetahui jika perusahaan itu adalah milikku"
"Baik nona"
"Aku minta kamu lakukan tugas kamu secepatnya dalam minggu ini harus sudah selesai"
"Saya akan melaksanakannya sesuai dengan perintah nona*"
Perbincangan selesai dan hanya berlangsung selama beberapa menit saja. Kemudian Fiko keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian tidurnya
Setelah Fiko selesai, Zaenab masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya
Tidak lama kemudian Zaenab keluar dengan pakaian yang berbeda yaitu pakaian tidur
Zaenab mulai membaringkan tubuhnya di sebelah Fiko yang sudah tertidur pulas. Tiba tiba rasa sakit di kepalanya kembali kambuh
"Tadi obat aku di taruh di mana ya sama mas Fiko" ucap Zaenab lirih sembari mencari obatnya di laci sebelah ranjang tidurnya
__ADS_1
Saat mencari obat miliknya,,, tangannya tidak sengaja menjatuhkan sebuah kotak kecil hingga terjatuh di lantai