
~Jangan lupa like, komen and vote ~
Zaenab hanya berdiam diri di dalam kamar pribadinya sambil menangis
Sedangkan Zidan menjelaskan semuanya pada Anisah di ruang keluarga
".... jadi seperti itu te ceritanya" ucap Zidan
Lagi lagi wajah Anisah merah padam menahan amarah
"Kalau gitu saya pulang dulu ya" ucap Zidan berpamitan
"Terima kasih ya Zidan kamu sudah sedikit menenangkan Zaenab" ucap Anisah
"Sama sama te" ucap Zidan lalu pergi
Setelah Zidan pergi Anisah pergi memasuki kamarnya dan menelpon seseorang
"...... Lakukan yang saya jelaskan tadi" ucap Anisah mengakhiri panggilan
Di dalam rumah Fiko
Harley masih tergeletak di lantai putih rumah itu dan di sampingnya Karin menatap sinis Harley dengan gaya arogannya
Fiko yang berdiri di samping Karin hendak mengajak Karin untuk duduk kembali tapi di hentikan dengan suara ponselnya yang berdering
"Fiko!! " bentak Rayhan dari balik telepon
"Ada apa pa kenapa papa marah sama Fiko" tanya Fiko
__ADS_1
"Kamu kemana saja perusahaan hampir gulung tikar tapi kamu malah santai" ucap Rayhan dengan menggebu - gebu
"Apa!! kenapa Farel tidak menghubungi aku" ucap Fiko dengan wajah mulai panik
"Farel sudah menghubungi kamu berulang kali tapi tidak ada yang kamu jawab" ucap Rayhan
"Tapi Fiko baru saja keluar dari Rumah Sakit" ucap Fiko membela diri
"Bukannya sekarang kamu sedang berduaan sama Karin" sindir Rayhan
Bagaimana papa bisa tahu apa papa punya indra ke sepuluh batin Fiko
"Kenapa!! kamu heran kenapa papa bisa tahu semuanya" ucap Rayhan
"Iya" ucap Fiko
"Kamu tidak perlu tahu tapi papa peringatkan sama kamu papa tidak setuju dengan hubungan kamu sama Karin dan sekarang kamu sudah punya istri jadi jaga perasaannya" tegas Rayhan
"Ya sudah Fiko kesana" ucap Fiko
Karin yang berada di sebelah Fiko melihat perubahan raut wajah Fiko menatap dengan penuh pertanyaan di otak cantiknya
"Sayang ada apa,,, kenapa kamu jadi bingung gitu" tanya Karin dengan suara manja
"Perusahaan aku hampir bangkrut" jawab Fiko
"Dan sekarang aku akan ke perusahaan" tambah Fiko
"Aku ikut ya" rengek Karin
__ADS_1
"Ya sudah ayo" ajak Fiko
Fiko dan Karin keluar dari rumah itu dan menuju ke perusahaan Keluarga Mahardika menggunakan mobil Fiko
Mereka berdua meninggalkan Harley yang masih tergeletak di lantai dengan berlumur darah di kepalanya
"Ternyata nyonya melakukan semuanya dengan begitu cepat" ucap lirih Harley dengan senyuman sinis
Pelayan yang tadinya hanya sebagai penonton kini mulai membantu Harley untuk bangun
"Kamu gak apa" tanya pelayan lain yang merupakan teman Harley
"Tidak apa terima kasih ya" ucap Harley
"Lebih baik kamu bersihkan luka kamu dulu biar tidak infeksi"
Harley menyentuh dahinya dan melihat di telapak tangannya ada bercak darah
"Iya nanti aku akan obati" ucap Harley tersenyum manis
Pelayan itu yang bernama Sinta merupakan sahabat baik Harley
Sinta dan Harley bekerja di rumah Fiko karena ditugaskan oleh seseorang
"Maaf ya tadi aku gak bisa bantu kamu" ucap Sinta menyesal
"Kamu tidak salah dan ingat perintah nyonya jika salah satu dari kita ada masalah maka jangan ikut campur agar salah satu dari kita bisa bertahan disini untuk menjalankan tugas" jelas Harley dan hanya dibalas seulas senyuman oleh Sinta
Siapakah yang menugaskan dua wanita itu?
__ADS_1
Ingin tahu tetap ikuti kisah Fiko dan Zaenab