Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 62


__ADS_3

Beberapa menit kemudian taksi yang di naiki oleh Zaenab telah sampai di Rumah Sakit


Dengan segera Zaenab berlari menuju meja resepsionis


"Pasien yang bernama Fiko di rawat dimana" tanya Zaenab dengan suara getir karena rasa cemas dan khawatir berkecamuk menjadi satu di dalam pikirannya


"Disini masih belum terdaftar di komputer tapi apakah pasien itu baru saja mengalami kecelakaan itu" tanya seorang wanita yang bekerja di bagian resepsionis


"Iya" jawab Zaenab singkat


"Dia masih berada di ICU dan masih di tangani oleh dokter dan untuk ke ruangan ICU anda berjalan ke lorong itu lalu belok kanan dan di bagian pojok sebelah kiri adalah ruangan ICU" jelas wanita itu


Setelah mendengar penjelasan dari wanita itu Zaenab segera menuju ke ruangan ICU untuk mengetahui keadaan suaminya


Zaenab menunggu di depan ruangan ICU sambil duduk di kursi yang terbuat dari besi itu


Satu jam menunggu akhirnya beberapa perawat keluar dengan langkah cepat lalu kembali lagi masuk sambil membawa kantong darah


Zaenab berusaha untuk tanya tentang keadaan Fiko kepada perawat tersebut


"Bagaimana keadaan suami saya sus" tanya Zaenab sambil mengusap air mata di pipinya


"Tunggu saja sampai semuanya selesai" ucap perawat itu dan kembali masuk


Zaenab kembali duduk di bangku dan mencoba menghubungi mamanya


Tidak lama kemudian panggilan tersambung


"Halo ma.. hiks.." sapa Zaenab


"Kamu kenapa nab apa kamu habis nangis" tanya Anisah


"Mas Fiko ma.. hiks.." ucap Zaenab terbata -bata

__ADS_1


"Fiko kenapa,,, apa yang terjadi pada Fiko" tanya Anisah


"Dia kecelakaan ma" jawab Zaenab


"Apa!!? dia sekarang di rawat di rumah sakit mana" tanya Anisah kembali


"Di Rumah Sakit X ma" jawab Zaenab


"Dan jangan lupa beritahu Papa Rayhan" lanjut Zaenab


"Iya nanti mama kesana" ucap Anisah


Lalu panggilan terputus


Zaenab sudah tidak sanggup menahan air matanya yang sedari tadi ingin tumpah dari mata bulatnya itu


Tanpa di sadari buliran bening mulai bertetesan membasahi pipi putihnya itu


"Jangan tinggalkan aku mas,, aku sayang sama kamu" ucap Zaenab


"Mas Fiko.. hiks" Zaenab kembali menumpahkan air matanya yang sudah tak sanggup ia tahan lagi


Beberapa menit kemudian Anisah dan juga Rayhan datang menghampiri Zaenab


Anisah mendekati putri sulungnya itu mencoba untuk menenangkan hati dan juga pikirannya


"Kamu yang sabar.. Fiko pasti baik baik saja" ucap Anisah


"Fiko ma.. hiks" ucap Zaenab lirih


"Apa tadi sudah ada kabar dari dokter" tanya Rayhan


"Belum pa" jawab Zaenab singkat

__ADS_1


"Fiko kamu kenapa" ucap Rayhan sembari memegangi dadanya yang mulai terasa sesak


Pandangan Rayhan mulai buram dan..


Bukkk..


Rayhan pingsan dan jatuh tersungkur di lantai


Zaenab dan Anisah mulai panik karena Rayhan tiba tiba pingsan


"Tolong!!.." teriak Anisah


Perawat yang melintas di depan mereka mencoba menolong mereka berdua dan membawa Rayhan ke UGD


Anisah menemani Rayhan dan Zaenab sendiri berada di depan ruang ICU


Setelah sekian lama menunggu akhirnya dokter pun keluar dan...


"Apa anda keluarga dari tuan Fiko" tanya dokter itu


"Iya dok bagaimana keadaan suami saya dok" tanya Zaenab


"Keadaan suami anda sekarang masih koma" ucap dokter itu


"Aaaaaa" teriak Zaenab dan kembali menumpahkan seluruh air matanya


Mata Zaenab membengkak karena sedari tadi ia terus menangis tanpa henti


"Tapi ini mungkin kekuasaan tuhan biasanya orang yang mengalami kecelakaan maut seperti yang dialami tuan Fiko....


..... korbannya langsung meninggal tetapi ini mungkin masih ada kesempatan untuk sembuh" jelas dokter itu dan pergi ke ruang kerjanya


"Tunggu dok" ucap Zaenab menghentikan langkah dokter itu pergi

__ADS_1


"Apa saya bisa menjenguk suami saya" tanya Zaenab


"Boleh" jawab singkat dari bibir dokter itu kemudian melanjutkan langkahnya untuk pergi


__ADS_2