Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 84


__ADS_3

~Jangan lupa like, komen dan vote ya~


Saat mereka berbicara bel rumah di pencet oleh seseorang dan Helin keluar untuk membuka pintu


"Tuan Zidan,, silahkan masuk" ucap Helin*


___________


"Terima kasih" ucap Zidan sambil tersenyum


Helin membuka pintu lebar agar Zidan bisa masuk


"Ayo dan" ucap Zaenab


"Sekarang!! " tanya Zidan


"Gak tahun depan" cetus Zaenab


"Benar ini tahun depan kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Zidan menggoda Zaenab


Zidan beranjak pergi namun dengan cepat tangannya di tahan oleh Zaenab


"Jangan!! Ya sudah sekarang" ucap Zaenab


Zidan dan Zaenab masuk ke dalam mobil dan tidak lama kemudian mobil melesat memecah jalanan kota


Tiga puluh menit kemudian mobil sudah terparkir di basement mall


Mereka bertiga keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam mall mewah


Pertama mereka masuk ke dalam perlengkapan bayi


Saat masuk mereka di sambut oleh seorang pelayan yang berdiri di depan pintu untuk menyambut pengunjung


"Mau cari apa" tanya pelayan itu


"Baju dan juga perlengkapan bayi" jawab Zaenab


"Silahkan ikut saya" ucap pelayan itu lalu pergi dan diikuti oleh mereka bertiga


Zaenab mengambil dua baju berwarna kuning dan biru tetapi dia bingung memilih yang mana


"Zidan, bagus yang mana" tanya Zaenab


"Kalau menurut aku bagus warna biru" jawab Zidan


"Kenapa harus biru yang warna kuning juga bagus" ucap Zaenab sewot


Zidan hanya bisa menghela nafas karena emosi ibu hamil naik turun


"Tadi kamu tanya pendapat aku dan aku jawab kamu marah" gerutu Zidan


"Iya aku minta maaf" ucap Zaenab


"Sudah kamu lanjut pilih aja dan ambil yang kamu suka" ucap Zidan sambil mengusap lembut rambut panjang Zaenab


Seharusnya yang ada di posisi Zidan adalah Fiko karena bagaimanapun dia tetap suami aku dan juga ayah dari anak anak ku ini batin Zaenab dan hampir saja menangis di hadapan Zidan tetapi segera dia tepis


Setelah dua jam berada di toko tersebut akhirnya mereka keluar juga


Mereka lama karena Zaenab yang selalu ganti pilihan hingga membuat mereka lama


"Kamu mau makan dulu atau gimana" tanya Zidan

__ADS_1


Zidan memang selalu memperhatikan Zaenab walaupun sekecil apapun itu


"Aku mau langsung aja biar cepat" ucap Zaenab


"Tapi nanti kamu capek dan itu juga bisa bahaya buat kandungan kamu" nasehat Zidan


"Ya kalau gitu gak perlu tanya aku" ucap Zaenab


Dari kejauhan Fiko yang juga sedang menemani Karin untuk berbelanja di mall tersebut melihat Zaenab sedang bersama Zidan


"Kamu mau yang mana" tanya Karin tapi di acuhkan oleh Fiko


"Sayang!! " panggil Karin


"Kamu kenapa sih" tanya Karin


Karin melihat arah pandangan Fiko dan dia menemukan sosok wanita yang dia benci


"Zaenab!! "


Fiko berjalan menghampiri Zaenab yang sedang bercanda tawa setelah perdebatan kecil mereka


"Maaf nona saya mau ke toilet dulu" ucap Helin lalu pergi ke toilet


Prakk..


Fiko menampar pipi Zaenab dengan keras


"Jangan berani berbuat kasar sama Zaenab" ucap Zidan yang tersulut emosi karena melihat tamparan di pipi Zaenab


"Kamu hanya orang luar dan kamu diam saja" ucap Fiko dengan nada tinggi


"Berani kamu jalan sama laki laki lain itu sama saja kamu menghancurkan pernikahan kita " bentak Fiko


"Dan untuk yang menghancurkan pernikahan itu kamu karena dari awal kamu yang lebih dulu berhubungan dengan Karin" tambah Zaenab


Karin hanya melihat dan menikmati drama tersebut


"Lebih baik kamu ceraikan saja dia bukannya kamu sudah mengurus gugatan cerai" ucap Karin membuat suasana menjadi panas


"Aku talak kamu dan sekarang kamu bukan istri aku lagi" ucap Fiko dan berlalu pergi


Zaenab hanya bisa menitikkan air matanya mendengar kata kata dari sang suami yan menyakitkan hati


"Semudah itu kah kamu pergi setelah suka dan duka yang kita lewati bersama" ucap Zaenab membuat langkah kaki Fiko terhenti


"Sudah dua tahun kita lalui bersama dan kamu menghancurkannya dengan semudah itu"


"Aku tahu pernikahan kita hanya sebatas perjodohan hiks.. hiks.. tapi aku tulus sayang sama kamu"


Air mata Zaenab semakin deras membasahi pipinya


Zidan hanya bisa memegang bahu Zaenab agar tidak terjatuh


Menurut Zidan mungkin dengan ini Zaenab bisa mengeluarkan semua isi hatinya


"Dan aku sedang hamil anak kamu dan kamu tega ninggalin aku gitu aja"


"Itu bukan anak aku dan sampai kapanpun aku tidak akan menganggap dia anak kandung aku" ucap Fiko membuat hati Zaenab semakin tersayat


"Kamu boleh tidak menyayangi aku tapi tolong sayangi mereka karena mereka tidak salah apa apa"


"Semua canda tawa kita sudah terhapus dari hati kamu karena keberadaan Karin yang membuat kamu bahagia"

__ADS_1


"Aku minta maaf karena selama ini selalu menjadi beban hidup kamu"


"Dan aku akan merelakan kamu untuk bersama dengan Karin dan mungkin dengan itu kamu akan bahagia"


Karin merasa muak dengan semua kata kata Zaenab karena dapat merubah keputusan Fiko untuk menceraikan Zaenab


"Aku pernah berjanji akan menghabiskan hidup aku bersama kamu tapi mungkin itu tidak akan pernah terjadi"


Karin membalikkan badannya dan


Praakkk..


Karin menampar pipi Zaenab dengan sangat amat keras


Zidan melepas pelukannya pada bahu Zaenab dan mencengkeram pergelangan tangan Karin


"Berani kamu menampar Zaenab lagi kamu akan tahu akibatnya" ucap Zidan


Karin menghempaskan tangannya sehingga tangan Zidan terlepas dari pergelangan tangannya


"Sudah saatnya aku harus bersatu dengan Fiko dan jika kamu lenyap dari muka bumi ini akan lebih bagus untuk aku" ucap Karin dengan menarik sudut bibirnya dan tersenyum licik


Bukk...


Karin mendorong tubuh Zaenab hingga jatuh ke lantai


Terlihat darah mulai menetes yang mengalir di kaki Zaenab


Zidan panik dan mencemaskan kondisi Zaenab


Helin yang baru saja keluar dari toilet segera menghampiri Karin


**Prakkk..


Bukk**..


Helin menampar dan juga menjatuhkan Karin ke lantai


"Berani ya kamu" ucap Karin


Karin hendak berdiri dan membalas Helin namun kakinya merasa sakit karena terkilir


Helin menginjak kaki Karin dengan sangat keras menggunakan sepatu hells nya


Di tempat yang sama Zaenab mulai tak sadarkan diri dan Zidan dengan cepat membawa tubuh Zaenab ke dalam pelukannya dan pergi menuju rumah sakit dengan taksi


Helin tetap berada di dalam mall tersebut dan terlihat dari kejauhan Harley mendekat


Harley menarik tubuh Karin dengan kasar membuat Karin menahan sakit di kakinya akibat terkilir dan injakan dari Helin


"Jika terjadi sesuatu dengan Zaenab maka aku pastikan hidup kamu akan hancur" ucap Harley


Rambut Karin tertarik ke belakang tetapi bukan ulah Harley melainkan Sinta


Karin menoleh ke belakang dan terlihat Sinta atau sahabat Harley


"Kamu!! jadi kalian bekerja sama" ucap Karin menduga


"Iya kami bekerja pada orang yang sama" ucap Sinta


"Kami sudah berjanji untuk setia dan kami bertugas untuk menjaga Zaenab" saut Harley


"Lalu dia kalian ajak juga" ucap Karin menahan rasa sakit di tubuhnya

__ADS_1


"Saya bekerja dengan tulus dan saya bersyukur bisa bekerja di sana karena mereka bisa menghargai satu sama lain" ucap Helin


__ADS_2