Pernikahan Yang Telah Direncanakan

Pernikahan Yang Telah Direncanakan
Bab 37


__ADS_3

Zaenab mengemudi mobil milik Ricki dengan kecepatan tinggi


Di dalam mobil Zaenab hanya bisa menangis dan tidak fokus mengemudi


"Kamu jahat ko" ucap Zaenab


"Apa tidak pernah ada ruang di hati kamu untuk aku" tambah Zaenab


Karena terlalu lama menangis tiba tiba kepala Zaenab terasa pusing dan pandangannya sedikit kabur


Braakkkk....


Mobil yang dikendarai Zaenab menabrak sebuah pohon besar di depannya


Karena melihat ada kecelakaan, warga yang melintas di area tersebut menolong Zaenab dan membawa ke rumah sakit terdekat agar cepat tertolong


_______________


Di dalam ruangan Fiko


Fiko masih termenung dan memikirkan perkataan Farel. Fiko tidak berubah tempat sejak Zaenab pergi dengan membawa kesedihannya


dert.. dert..


Suara ponsel milik Fiko berdering karena mendapatkan panggilan dari nomor yang tidak dikenal


Karena suara deringan dari ponselnya dengan segera Fiko menjawab panggilan tersebut walaupun dari nomor yang tidak terdaftar di ponselnya


"Halo" sapa seseorang dari balik telepon


"Ini dari siapa ya"

__ADS_1


"Maaf ini dari pihak rumah sakit apa benar ini dengan tuan Fiko"


"Iya saya sendiri"


"Saya hanya mengabarkan bahwa istri anda mengalami kecelakaan dan sekarang masih dalam perawatan di rumah sakit xx"


Fiko memutuskan panggilan secara sepihak karena cemas dengan keadaan Zaenab. Fiko dengan langkah cepat keluar dari perusahaan dan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit


Deg..


"Maafkan aku nab" ucap Fiko di dalam mobil


"Semua ini gara gara aku"


Di dalam mobil Fiko terus menyalahkan dirinya sendiri karena kecelakaan yang di alami oleh Zaenab itu semua karena kesalahan dirinya


Tidak lama kemudian Fiko sudah berada di dalam rumah sakit dan sedang menanyakan dimana ruangan Zaenab dirawat


"Apakah pasien tersebut yang mengalami kecelakaan tadi"


"Iya dan sekarang dia dirawat dimana" tanya Fiko kembali


"Dia masih di ICU"


Setelah mendapatkan jawaban Fiko segera mencari ruangan ICU tempat Zaenab masih dalam penanganan


Fiko menunggu di luar ruangan ICU yang sedari tadi belum ada dokter yang keluar


Fiko duduk di kursi yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit tiba tiba ada suara tangisan seorang wanita yang sangat familiar di telinganya


"Fiko.. gimana keadaan Zaenab" tanya Anisah yang mendekati Fiko

__ADS_1


"Masih belum ada kabar" jawab Fiko


"Tenang ma.. kak Zaenab pasti selamat" ucap Rachel menenangkan mamanya


"Gimana mama bisa tenang kakak kamu di dalam sedang berjuang mempertaruhkan antara hidup dan matinya" ucap Anisah yang masih tetap menangis


Melihat Anisah menangis membuat Fiko semakin merasa bersalah


"Fiko" teriak seorang laki laki yang tengah berlari mendekati mereka bertiga bersama dengan seorang anak muda disampingnya


"Papa"


"Gimana keadaan menantu papa" tanya Rayhan


"Masih di dalam pa" ucap Fiko


"Lo yang sabar ya ko" ucap Farel sambil menepuk pundak Fiko pelan


"Gue mau bicara sama lo berdua sebentar aja" ajak Farel


"Maaf.. Farel pinjam Fiko nya sebentar ya" ucap Farel dan menarik tangan Fiko untuk menjauh dari mereka semua


"Lo mau bicara apa cepetan" ucap Fiko


"Apa ini semua gara gara mendengar kejujuran lo" tanya Farel


"Iya.. gue yang salah atas ini semua" ucap Fiko


"Udah gue bilang... ada saatnya lo jujur di waktu dan juga tempat yang tepat kalau kayak gini gimana" ucap Farel


"Sekarang kita balik aja nanti mereka semua tambah curiga lagi sama kita" ajak Farel

__ADS_1


__ADS_2